Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman dan Interaksi Serangga Berdasarkan Peran Ekologis (Guild Fungsional) pada Agroekosistem Padi di Kabupaten Pidie, Aceh, Indonesia Aidil Ammar; Tengku Dhean; Diah Fridayati; Munawar Munawar; T.M. Nur; Cut Afrinanda
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2752

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman dan interaksi trofik guild fungsional serangga pada agroekosistem padi di Kabupaten Pidie, Aceh, Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan di Gampong Gintong, Kecamatan Grong-Grong, pada periode Desember 2025-2026. Koleksi serangga menggunakan kombinasi Yellow Plate Trap, Light Trap, dan Malaise Trap pada tujuh titik pengamatan yang disusun dalam transek sistematis sepanjang 70 m. Sebanyak 3.315 individu yang merepresentasikan 230 morfospesies berhasil diidentifikasi, yang terdiri atas guild karnivora (127 spesies; 1.468 individu), herbivora (74 spesies; 1.779 individu), dan dekomposer (29 spesies; 68 individu). Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′) komunitas sebesar 3,61 menunjukkan tingkat keanekaragaman yang tinggi. Guild karnivora memiliki nilai keanekaragaman tertinggi (H′ = 2,35), diikuti oleh dekomposer (H′ = 1,94) dan herbivora (H′ = 1,44). Analisis ANOVA satu arah menunjukkan adanya perbedaan nyata nilai H′ antarguild (F = 5,26; p = 0,048), sedangkan uji lanjut Tukey HSD mengonfirmasi perbedaan signifikan antara guild karnivora dan herbivora. Rasio karnivora terhadap herbivora sebesar 0,82:1 mengindikasikan adanya tekanan predasi alami yang relatif kuat dalam sistem tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada lokasi pengamatan, struktur trofik agroekosistem padi di Kabupaten Pidie bersifat fungsional dan berpotensi mendukung penerapan strategi PHT berbasis ekologi, dengan catatan bahwa generalisasi lebih luas memerlukan replikasi lokasi dan musim tanam.
Chemical Analysis of Kawista Fruit-Based Rujak Seasoning as a Traditional Local Fruit Food Product Masrura Hayati; Cut Afrinanda; Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia dan sensori bumbu rujak berbasis buah kawista (Limonia acidissima) sebagai inovasi pangan tradisional berbasis bahan lokal. Kawista dipilih karena kandungan bioaktifnya, seperti flavonoid, tanin, asam organik, dan gula alami, yang berkontribusi pada cita rasa khas serta manfaat kesehatan. Parameter kimia yang dianalisis meliputi kadar air, total gula, total asam, dan pH, sedangkan parameter sensori mencakup uji hedonik terhadap rasa, aroma, tekstur, dan warna. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yakni jenis gula merah (aren, kelapa, tebu) dan konsentrasi kawista (2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%). Hasil menunjukkan bahwa gula aren memberikan stabilitas terbaik pada kadar gula, pH, dan tekstur, serta menghasilkan nilai hedonik tertinggi, khususnya pada konsentrasi kawista 8%. Sebaliknya, gula tebu menunjukkan performa terendah, terutama pada konsentrasi tinggi, akibat ketidakstabilannya terhadap asam organik. Studi ini menegaskan potensi gula aren sebagai bahan utama dalam pengembangan bumbu rujak berbasis kawista. Penelitian ini mendukung diversifikasi pangan berbasis buah lokal, sekaligus memberikan peluang inovasi produk tradisional yang mampu bersaing di pasar lokal dan global. This study aims to analyze the chemical and sensory qualities of rujak seasoning based on kawista fruit (Limonia acidissima) as an innovative traditional food product utilizing local ingredients. Kawista was selected for its bioactive compounds, such as flavonoids, tannins, organic acids, and natural sugars, which contribute to its unique flavor and health benefits. The chemical parameters analyzed included moisture content, total sugar, total acidity, and pH, while sensory parameters encompassed hedonic tests for taste, aroma, texture, and color. The research employed a Randomized Block Design with two factors: types of palm sugar (aren, coconut, and cane) and kawista concentrations (2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%). Results showed that aren sugar provided the best stability in sugar content, pH, and texture, and achieved the highest hedonic values, particularly at 8% kawista concentration. Conversely, cane sugar exhibited the lowest performance, especially at higher concentrations, due to its instability against organic acids. This study underscores the potential of aren sugar as the primary ingredient in developing kawista-based rujak seasoning. It supports the diversification of local fruit-based foods and provides opportunities for innovative traditional products to compete in local and global markets.