Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Fikih Toleransi di Pesantren dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam Abdul Ghoni
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11748

Abstract

This study is conducted in order to analyze the fiqh of tolerance in traditional and modern pesantren. This study is a kind of Islamic sociology of law which analyzes empirically how the response of community toward the value of tolerance. This study uses quantitative method in order to know the level of tolerance of five pesantren in Java. Those pesantren are Darunnajah Pesantren in Jakarta (1961), Rafah Pesantren in Bogor (1997), Ibnu Abbas Pesantren in Klaten (2007) which represent modern pesantren and Babussalam Pesantren in Bandung (1981), Al-Ishlah Pesantren in Kediri (1954) which represent traditional pesantren. The result of this study indicates that the traditional pesantren is better than the modern pesantren on the level of external tolerance, while the modern pesantren is better than the traditional pesantren on the level of internal tolerance.  
Qur’anic Parenting: Peran Ideal Ibu dalam Al-Qur’an Studi Analisis Kisah Istri Imran dalam Surat Ali Imran Ayat 35-37 Abdul Ghoni
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.798 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan bagi orang tua dalam mendidikan anaknya. Orangtua saat ini tengah menghadapi tantangan yang berbeda dengan pengalaman hidupnya di masa lalu. Oleh karena itu mencari inspirasi baru dalam dunia parenting perlu terus dilakukan. Di antaranya adalah dengan menggali konsep pendidikan anak dalam al-Qur’an, yang disebut dengan Qur’anic Parenting. Penelitian ini mengangkat sosok istri Imran sebagai figur yang dapat diteladani setiap ibu. Darinya terlahir seorang wanita mulia yang bernama Maryam dan Nabi Isa sebagai cucunya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi analisis deskriptif terhadap Surat Ali Imran ayat 35-37 yang direlevansikan dengan kondisi saat ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adanya tiga tahap parenting yang dilakukan oleh Istri Imran; masa pranatal, masa kelahiran anak, dan masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa pranatal, seorang ibu hendaknya memiliki cita-cita yang mulia untuk anaknya, mengharapkan anak yang tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif pada masanya dan berdoa kepada Allah. Pada saat melahirkan, hendaknya seorang ibu berbaik sangka kepada Allah, memiliki komitmen kuat terkait cita-citanya atas kehadiran sang anak, memberikan nama terbaik dan berdoa kepada Allah. Pada tahap ketiga, hendaknya seorang ibu memilihkan guru terbaik dan lingkungan yang kondusif agar anaknya dapat berkembang secara baik.
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP MINAT INVESTASI PASAR MODAL SYARIAH SIVITAS AKADEMIKA STIU AL-HIKMAH JAKARTA M. Sofwan Jauhari; Abdul Ghoni
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 6, No 02 (2022): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.138 KB) | DOI: 10.30868/ad.v6i02.3049

Abstract

Indonesia is the largest Muslim country in the world. However, the development of Islamic financial institutions such as capital markets based on Islamic values is not as expected. Indonesia has not been able to play a big role to be the center of Islamic financial transactions. Malaysia as a country that is much smaller than Indonesia has a strategic role in the development of Islamic finance at the international level. This study wants to examine whether knowledge and understanding of the Islamic capital market is one of the factors that have a significant effect on investment interest in the Islamic capital market. This study used mixed methods that combines qualitative and quantitative approaches by making the academic community of STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah as respondents. The results of this study prove that understanding and knowledge of Islamic capital market has a significant influence up to 29.5% on interest in investing in the Islamic capital market. So, it can be concluded that the level of understanding and knowledge of a Muslim towards Islamic capital market is directly proportional to his interest in investing. The higher the knowledge possessed, the higher the level of investment interest, conversely the lower level of Muslim’s knowledge, the lower investment interest he has.
Metode Ijtihad dan Alur Penerbitan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Muhammad Sofwan Jauhari; Isnan Ansory; Abdul Ghoni
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v22i1.33486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode ijtihad dan alur penerbitan fatwa yang digunakan oleh DSN MUI dalam menerbitkan fatwa-fatwanya di bidang fiqh muamalat dan ciri khas fatwa DSN MUI. Bentuk penelitian ini adalah Library Research dengan metode deskriptif melalui pendekatan fiqh dan ushul al-fiqh. Dalam hal ini penulis mendeskripsikan alur ijtihad yang digunakan oleh DSN dalam melaksanakan ijtihad kolektif juga melakukan eksplorasi dan analisis terhadap metode ijtihad bagi fatwa-fatwa yang diterbitkan oleh DSN MUI.  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa fatwa yang diterbitkan oleh DSN MUI adalah fatwa kolektif yang menggunakan 4 landasan dalam berfatwa. Dalam proses penerbitan suatu fatwa diperlukan alur proses yang harus dilalui. DSN MUI juga memiliki metode tersendiri dalam menerbitkan fatwa di bidang mu’amalat, yang disebut dengan makharij fiqhiyyah.  Dengan metode khas ini  fatwa yang diterbitkan oleh DSN MUI tidak berisi vonis halal atau haram terhadap masalah yang ditanyakan oleh mustafti, akan tetapi fatwa DSN MUI memberikan solusi atas masalah yang ditanyakan oleh mustafti
Analisis Model Bisnis MLM Syariah Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 75 Tahun 2009: Studi Tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) Sebagai Alternatif Aman Dalam Menghindari Money Game M. Sofwan Jauhari; Abdul Ghoni; Fauzan Sugiyono
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 7, No 02 (2023): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v7i02.5117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keraguan masyarakat terhadap Bisnis MLM yang marak di tengah masyarakat yang sulit membedakan antara money game dengan True MLM (MLM yang sebenarnya), tidak sedikit kasus di mana masyarakat menjadi korban penipuan dengan model bisnis berkedok MLM. Penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana model bisnis MLM yang aman dengan adanya fatwa MUI nomor 75 tahun 2009 yang disebut dengan Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) sebagai istilah baku dari MLM Syariah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan observasi langsung praktik bisnis MLM Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa DSN MUI tidak hanya mengeluarkan fatwa halal atau haram terhadap satu permasalahan, akan tetapi juga memberikan solusi bagaimana agar satu bisnis MLM yang dijalankan memenuhi ketentuan syariah dengan memberikan panduan berupa 12 persyaratan yang harus dipenuhi. Penelitian ini memiliki implikasi pemahaman yang lebih mendalam tentang Bisnis MLM Syariah dan persyaratan yang harus dipenuhinya. Temuan-temuan ini dapat memberikan kontribusi kepada Umat Islam agar memilih bisnis MLM yang memenuhi prinsip syariah dan tidak menjadi korban penipuan. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut terkait dengan penyempurnaan persyaratan-persyaratan lainnya yang sudah ada dikaitkan dengan perkembangan bisnis modern.
Analisis Model Bisnis MLM Syariah Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 75 Tahun 2009: Studi Tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) Sebagai Alternatif Aman Dalam Menghindari Money Game M. Sofwan Jauhari; Abdul Ghoni; Fauzan Sugiyono
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 02 (2023): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v7i02.5117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keraguan masyarakat terhadap Bisnis MLM yang marak di tengah masyarakat yang sulit membedakan antara money game dengan True MLM (MLM yang sebenarnya), tidak sedikit kasus di mana masyarakat menjadi korban penipuan dengan model bisnis berkedok MLM. Penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana model bisnis MLM yang aman dengan adanya fatwa MUI nomor 75 tahun 2009 yang disebut dengan Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) sebagai istilah baku dari MLM Syariah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan observasi langsung praktik bisnis MLM Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa DSN MUI tidak hanya mengeluarkan fatwa halal atau haram terhadap satu permasalahan, akan tetapi juga memberikan solusi bagaimana agar satu bisnis MLM yang dijalankan memenuhi ketentuan syariah dengan memberikan panduan berupa 12 persyaratan yang harus dipenuhi. Penelitian ini memiliki implikasi pemahaman yang lebih mendalam tentang Bisnis MLM Syariah dan persyaratan yang harus dipenuhinya. Temuan-temuan ini dapat memberikan kontribusi kepada Umat Islam agar memilih bisnis MLM yang memenuhi prinsip syariah dan tidak menjadi korban penipuan. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut terkait dengan penyempurnaan persyaratan-persyaratan lainnya yang sudah ada dikaitkan dengan perkembangan bisnis modern.
Professional Zakat in Contemporary Fiqh Discourse: An Epistemological Analysis and the Perspective of Maqāṣid al Sharī'ah Muhammad Yusuf Siddik; Abdul Ghoni; Muhammad Sofwan Jauhari; Ahmad Muti
Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ) Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/sembj.v7i1.2379

Abstract

Background: This article aims to analyze the epistemological construction of professional zakat in contemporary fiqh discourse, examine the argumentative basis of its arguments, and evaluate its relevance in the perspective of maqāṣid al-sharī'ah and modern economics as a response to global economic structural transformation dominated by the service and professional sectors. Method: The research uses a qualitative approach with a descriptive-comparative analysis method of contemporary scholars' views on professional zakat. The analysis was conducted through a study of naqlī arguments (the Qur'an and hadith), 'aqlī arguments (qiyas and istinbat), and the maqāṣidī approach. Primary data sources included classical and contemporary fiqh literature, fatwas from scholars, and empirical research on the implementation of professional zakat in various Muslim countries. Results: The study identified three epistemological groups of scholars: mūjibūn (obligatory), mujīzūn ghayr mūjibīn (permissible without being obligatory), and māni'ūn (prohibited). The mūjibūn group, represented by Qaradawi and Az-Zuhaili, builds its argument based on the generality of the text (QS. Al-Baqarah: 267, QS. At-Taubah: 103), qiyas (analogy) to agricultural zakat, and the principle of distributive justice. The potential for professional zakat reaches 51.2% of the total national zakat potential, but the realization is only 8.3%, indicating a significant gap. From the maqāṣid perspective, professional zakat has ḍarūriyyah urgency to realize wealth redistribution and socio-economic justice. Conclusion: The implementation of professional zakat requires a comprehensive framework that integrates sharia principles with modern economic realities, strengthens the governance of zakat institutions, standardizes calculation mechanisms, and harmonizes with the taxation system to optimize the potential of zakat as a sharia-based fiscal instrument in poverty alleviation and inclusive economic development
LIVING QUR’AN DALAM KONTEKS MASYARAKAT URBAN: EKSPRESI KEBERAGAMAAN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN PERADABAN MADANI STUDI KASUS DI RUMAH TAHFIDZ NURNIATUL QUR’AN Abdul Ghoni; Mudasir; Achmad Yaman; Ahmad Adnan; Ahmad Falhan
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/90xww120

Abstract

Kajian living Qur’an memandang Al-Qur’an tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai nilai yang hidup dalam praktik sosial umat Islam. Dalam masyarakat urban yang ditandai oleh kompleksitas sosial, dibutuhkan bentuk pembinaan keagamaan yang kontekstual dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan praktik living Qur’an melalui pendampingan pembelajaran tahfidz di Rumah Tahfidz Nurniatul Qur’an sebagai upaya penguatan ekspresi keberagamaan masyarakat urban. Pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan setoran hafalan, pembinaan tahsin, pembiasaan adab penghafal Al-Qur’an, serta penguatan keterlibatan keluarga dalam pembelajaran. Kegiatan dilakukan melalui observasi partisipatif, pendampingan pembelajaran, komunikasi edukatif dengan pengelola dan orang tua, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa praktik tahfidz tidak hanya meningkatkan kualitas hafalan santri, tetapi juga memperkuat internalisasi nilai-nilai Qur’ani, pembentukan karakter religius, serta penguatan solidaritas sosial komunitas.
Integrasi Dakwah dan Ekonomi dalam Literasi Keuangan BAZNAS Indonesia Muhammad Farhan; Muhammad Yusuf Siddik; Abdul Ghoni; Muqoddam Cholil
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.9805

Abstract

This article examines the integration of da'wah and economics in the social life of Muslim communities through the financial literacy program of BAZNAS Indonesia. The study is based on the view that da'wah is not limited to verbal religious preaching, but also includes social and economic empowerment to reduce poverty, strengthen financial responsibility, and build community welfare. Using a descriptive qualitative method supported by field and library research, this study analyzes interviews with BAZNAS officers and mustahik, documentation, and relevant literature on Islamic economics, zakat, and sharia financial literacy. The findings show that BAZNAS integrates da'wah and economics through spiritual guidance, financial education, productive zakat, business mentoring, and empowerment programs such as Zmart and micro-enterprise assistance. The program encourages mustahik to record income and expenses, separate business capital from household funds, save gradually, avoid usury-based practices, and view economic activity as part of worship and social responsibility. The main challenges include inconsistent beneficiary commitment, unstable income, and external constraints. The program demonstrates that zakat-based financial literacy can become a strategic form of da'wah bi al-hal that strengthens economic independence and social welfare.
The Influence of Sharia Values on Sustainability Interest in Partnering in Sharia MLM Abdul Ghoni; Muhammad Sofwan Jauhari
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 2 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i2.9994

Abstract

This study aims to formulate a comprehensive Sharia-based construction of multi-level marketing (MLM) systems grounded in halal products within the framework of Islamic economic law. Triggered by the rapid growth of the global halal economy and the massive expansion of MLM in Indonesia, the research responds to the tension between strong normative guidelines especially DSN-MUI Fatwa No. 75/DSN-MUI/VII/2009 on Sharia tiered direct selling and the frequent emergence of money game–like practices under Sharia labels. Using a qualitative normative-juridical approach and library research, this study analyzes primary sources (Qur’an, hadith, fiqh muamalah, DSN-MUI fatwa, and Indonesian MLM regulations) and secondary empirical studies on Sharia MLM cases such as PayTren, K-LINK Syariah, and Tiens Syariah. The analysis proceeds through normative-descriptive mapping of Sharia principles, structural comparison between the PLBS framework and actual MLM designs, critical assessment using usul al-fiqh and maqasid al-shariah, and constructive model building. The findings show, first, that DSN-MUI Fatwa No. 75/2009 already provides a robust normative framework that centers on real halal products, sales-based commissions, prohibition of pyramid schemes, price fairness, and ethical marketing. Second, there is a consistent gap between this framework and field practice: compensation systems still allow significant passive income for uplines without proportional sales effort, recruitment narratives overshadow genuine product distribution, and pricing and promotion patterns often verge on gharar, maysir, riba, and zulm. Third, empirical evidence indicates that substantive implementation of Sharia principles positively affects MLM performance, suggesting that rigorous compliance is commercially viable. The study concludes by proposing that a Sharia-compliant MLM system based on halal products must integrate three inseparable dimensions: a clear fiqh- and fatwa-based normative foundation, detailed operational design of network and compensation structures that structurally minimize exploitation, and effective governance and supervision to ensure ethical consistency at distributor level. This integrated construction is expected to serve as a normative and practical reference for regulators, Sharia boards, and halal-based MLM entrepreneurs