Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DESAIN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE SISTEM MONITORING DAN KENDALI PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK UNTUK PENGISIAN KARTU PENGGUNAAN ENERGI Ahadi, Khalif; Lestari, Endang; Suntoro, Dedi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 2 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 0031 Tahun 2005 mengisyaratkan adanya pemantauan pemanfaatan energi listrik pada bangunan komersial dan gedung perkantoran sebagai langkah konservasi energi. Manajemen energi dapat terlaksana dengan baik apabila sistem pemantauan data pemakaian energi dilakukan dengan rapi dan selalu tersedia setiap saat. Dengan mengacu pada pembagian jenis beban sesuai Kartu Penggunaan Energi pada lampiran peraturan menteri tersebut, dilakukan perancangan dan pembuatan suatu prototipe sistem monitoring pemakaian energi listrik sederhana yang diharapkan dapat diterapkan untuk mendukung manajemen energi listrik. Perancangan sistem dilakukan dengan mengacu pada beberapa literatur mengenai mikrokontroler, komunikasi data dengan komputer serta pengkondisi sinyal untuk pencuplikan tegangan dan arus. Hasil pengujian sistem telah menunjukkan hasil seperti yang diharapkan sehingga dapat digunakan untuk pemantauan pemakaian listrik dan mengisi Kartu Penggunaan Energi, namun pengujian dan kalibrasi menggunakan peralatan standar masih harus dilakukan.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA PROSES PEMBEKUAN DAN PENYIMPANAN IKAN ; ELECTRICAL ENERGY CONSUMPTION ANALYSIS ON PROCESS AND STORAGE OF FROZEN FISH Ahadi, Khalif; Setiadanu, Guntur Tri
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 18, No 1 (2019): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan segar mengandung hingga 80% air dan sangat mudah rusak sehingga memiliki masa simpan yang singkat. Untuk menjaga kualitas dan mencegah pembusukan, dilakukan beberapa perlakuan diantaranya menggunakan metode pendinginan. Pada industri penyimpanan ikan, hampir sebagian besar penggunaan energi dikonsumsi oleh peralatan pendingin. Dengan meningkatnya harga energi, produsen mencari peluang untuk mengurangi biaya produksi dengan menghemat penggunaan energi. Penggunaan peralatan, alur kerja, kondisi lingkungan, dan pemilihan peralatan dapat berpengaruh terhadap konsumsi energi. Penilaian hemat energi dapat dilihat dari konsumsi energi spesifik yang merupakan perbandingan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk (kWh/ton produk). Pada tulisan ini akan dibahas pengumpulan data dan analisa untuk mendapatkan nilai konsumsi energi spesifik listrik pada pengolahan dan penyimpanan ikan di industri jasa pembekuan dan penyimpanan ikan. Nilai konsumsi energi spesifik listrik untuk cold storage adalah 4,2 kWh/ton. Nilai konsumsi energi spesifik listrik untuk air blast freezer (ABF) kapasitas 5 ton adalah 91 Wh/kg.  Konsumsi energi listrik pada ABF sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara spesifikasi kapasitas ABF dengan jumlah ikan yang didinginkan, pada ABF kapasitas 5 ton jika hanya diisi ikan dibawah 2 ton maka nilai konsumsi energi spesifik listriknya naik 50% mencapai hingga 145 Wh/kg. Fresh fish contain up to 80% water and very easily damaged so have a short shelf life. To maintain the quality and prevent spoilage, some treatments are done using the cooling method. In the fish storage industry, most of the energy use is consumed by refrigeration equipment. With rising energy prices, the opportunity to reduce production costs is done by saving energy use. Utilization of equipment, workflow, environmental conditions, and equipment selection may affect energy consumption. Energy saving assessment can be seen from the specific energy consumption which is the ratio of the energy consumption required and the number of products (kWh/tonne of products). This paper will be discussed data collection and analysis to get the value of specific energy consumption in processing and storage of fish in a storage service industry. The value of specific energy consumption in cold storage is 4,2 kWh/tonne. The value of energy consumption intensity in 5 tonnes capacity air blast freezer (ABF) is 91kWh/kg. The energy consumption in ABF is strongly influenced by the ABF capacity and the amount of fish cooled, 5 ton capacity of ABF if only filled with fish under 2 tonnes, the intensity value of its energy consumption rose 50% reach up to 145 Wh/kg.
PEMANFAATAN PANAS BUANG PLTG PESANGGARAN BALI UNTUK PENDINGIN RUANGAN MENGGUNAKAN ABSORPTION CHILLER Suntoro, Dedi; Konitat, Nina; Ahadi, Khalif; Dharma Susila, I Made Agus
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 18, No 1 (2019): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi termal Pembangkit Listrik Tenaga gas (PLTG) terbilang rendah karena sebagian besar panasnya terbuang lewat gas buang. Panas buang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pendingin ruangan dengan suatu sistem yang disebut absorption chiller (chiller absorpsi). Pada tulisan ini akan dibahas identifikasi potensi sisa panas dari gas buang PLTG Pesanggaran, PT. Indonesia Power - Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Bali, serta menentukan kapasitas dan konfigurasi chiller absorpsi yang akan digunakan sebagai pendingin ruangan untuk gedung di sekitar PLTG. Metoda yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis kesetimbangan massa dan energi sistem pendingin gedung menggunakan absorption chiller dengan bantuan software Engineering Equation Softwaree (EES). Analisis dilakukan dengan dua scenario, skenario 1 adalah saat beban pendinginan 24 jam yaitu 912,54 kW dan skenario 2 adalah saat beban pendinginan pada pukul 07.00-17.00 yaitu 565,97 kW. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk skenario 1 dibutuhkan 2 unit chiller absorpsi masing-masing dengan kapasitas pendinginan 1476 kW yang mampu memanfaatkan panas buang sebesar 1.917kW termal atau 3,1% dan untuk skenario 2 dibutuhkan 2 unit chiller absorpsi masing-masing dengan kapasitas pendinginan 824 kW yang mampu memanfaatkan panas buang sebesar 1.071kW termal atau 3,9%.