Magrifah Rizki Berutu
Universitas Negeri Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI BANGUN RUANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMECAHAN MASALAH Budi Halomoan; Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti; Magrifah Rizki Berutu; Luna Windasari Panggabean; Indri Flora Br Ginting
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/chy8db71

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembelajaran bangun ruang di kelas IX serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam penerapan Problem Based Learning (PBL) sebagai alternatif strategi pembelajaran. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 35 Medan. Data dikumpulkan melalui observasi awal, wawancara dengan guru, serta observasi implementasi pembelajaran berbasis PBL. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi siswa, ketergantungan pada prosedur rutin, serta kesulitan dalam memulai langkah pemecahan masalah. Implementasi PBL menunjukkan adanya indikasi perubahan positif berupa meningkatnya keterlibatan siswa, berkembangnya interaksi kolaboratif, serta kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi penting dan merumuskan strategi penyelesaian. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ditemukan, seperti alokasi waktu diskusi yang relatif panjang dan adanya sebagian siswa yang kurang aktif. Simpulan: Secara keseluruhan, penerapan PBL memberikan gambaran adanya perbaikan dalam proses pembelajaran bangun ruang serta potensi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran untuk mendukung kompetensi abad ke-21 dalam pendidikan matematika, khususnya pada materi geometri tiga dimensi.
Penguatan Pedagogik Guru dalam Menerapkan Media Pembelajaran pada Materi Integral Tentu Berbasis Aplikasi Geogebra Kairuddin; Isma Khairah Harahap; Magrifah Rizki Berutu; Tasya Alifa Putri; Alya Andani Rahman Br.Tarigan; Luna Windasari Panggabean
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peningkatan kemampuan pedagogik guru dalam memanfaatkan GeoGebra sebagai media pembelajaran integral tentu untuk memenuhi tuntutan keterampilan digital abad ke-21. GeoGebra membantu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep integral yang abstrak melalui visualisasi interaktif. Pelatihan GeoGebra terbukti meningkatkan pemahaman guru dan kemampuan mereka merancang aktivitas pembelajaran visual, sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan guru lebih percaya diri. Meskipun terdapat tantangan teknis, integrasi GeoGebra menjadi langkah penting untuk memperkuat pembelajaran matematika sesuai Kurikulum Merdeka. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar pemanfaatan GeoGebra dapat berjalan optimal di sekolah. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar guru menjadi faktor penting dalam mempertahankan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Kata kunci : Kemampuan pedagogik, GeoGebra, integral tentu, pembelajaran matematika, Kurikulum Merdeka, visualisasi interaktif
Eksplorasi Konsep Segitiga pada Geometri Euclid dan Non-Euclid untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMA Indri Flora Br Ginting; Kristiani Siagian; Yolanda Angelina Sitorus; Magrifah Rizki Berutu; Putri Yade Bismeninta Br Barus; KMA Fauzi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1139

Abstract

This study aims to analyze students' conceptual understanding of triangle concepts in Euclidean and Non-Euclidean geometry through the implementation of exploratory learning. The study was conducted using a quantitative descriptive approach involving 30 twelfth-grade students at SMA Methodist Antiokhia Pancur Batu. Data were collected through observation and a Likert-scale questionnaire consisting of 20 statement items based on four indicators, namely understanding of Euclidean geometry, understanding of Non-Euclidean geometry, conceptual understanding of triangles, and cognitive impact of learning. The data were analyzed using descriptive statistical techniques by calculating the mean score of each indicator, which generally fell into the high category (range 2.98–3.41), with understanding of Non-Euclidean geometry still slightly lagging behind the other three indicators. The key finding of this study is that exploratory learning effectively encourages students to build a deeper conceptual understanding of triangles through observation, analysis, and discussion, rather than relying on rote procedural memorization. More importantly, integrating Euclidean and Non-Euclidean geometry within a single learning sequence was shown to broaden students' way of thinking: students came to understand not only the properties of triangles on flat planes but also that these properties can change on curved surfaces, resulting in a more flexible and contextual understanding of geometry. These findings imply that an integrative approach combining Euclidean and Non-Euclidean geometry has potential as an alternative strategy for teaching geometry at the senior high school level to foster students' critical and analytical thinking skills, while also addressing the gap in Non-Euclidean geometry instruction that remains rarely introduced at the secondary education level.
Pengaruh Kejelasan Bahasa terhadap Pemahaman Soal Cerita Matematika pada SMAN Percut Sei Tuan Siswa Kelas X Rosmelia Elsada Sinaga; Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti; Magrifah Rizki Berutu; Ika Febriana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita matematika yang sering kali disebabkan oleh ketidakjelasan bahasa dalam soal, bukan sematamata karena rendahnya kemampuan berhitung. Bahasa yang ambigu, berbelit, dan kurang komunikatif dapat meningkatkan beban kognitif siswa sehingga menghambat proses memahami informasi dan menyusun model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kejelasan bahasa terhadap pemahaman soal cerita matematika pada siswa kelas X di SMAN 2 Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan awal. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman soal cerita matematika dalam dua versi paralel, yaitu bahasa jelas dan bahasa kurang jelas, serta angket persepsi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji-t independen, dan perhitungan effect size menggunakan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa pada soal dengan bahasa jelas sebesar 78,40 lebih tinggi dibandingkan soal dengan bahasa kurang jelas sebesar 66,20. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan (p =0,001), sedangkan nilai Cohen’s d sebesar 1,42 menunjukkan pengaruh yang besar secara praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa kejelasan bahasa berpengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam menyusun soal matematika yang komunikatif, jelas, dan tidak multitafsir agar kemampuan matematis siswa dapat diukur secara lebih akurat. Kata Kunci: kejelasan bahasa, soal cerita matematika, pemahaman siswa, cognitive load,pembelajaran matematika