Urgensi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar sehingga diperlukan pengembangan media Dadura sebagai inovasi pembelajaran yang menarik, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Dadura (Dadu Edukatif Responsibilitas dan Akses) serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi hak dan kewajiban di kelas III sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah dominannya metode pembelajaran berpusat pada guru dan terbatasnya penggunaan media interaktif, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi murid yang berada pada tahap operasional konkret. belarPenelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation), dilaksanakan di SDN 80 Kota Tengah Kota Gorontalo dengan subjek murid kelas III. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi, media, bahasa, dan pengguna, lembar observasi, serta pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan perhitungan persentase skor untuk menentukan tingkat kelayakan dan kepraktisan, serta N-Gain untuk mengukur keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan media Dadura memperoleh skor kelayakan 92,7% (sangat layak) dan kepraktisan 100% (sangat praktis). Dari sisi keefektifan, nilai rata-rata meningkat dari 48,00 pada pre-test menjadi 86,67 pada post-test, dengan N-Gain sebesar 0,76 (kategori tinggi) dan tingkat keefektifan 76,11% (efektif). Temuan ini menegaskan bahwa media berbasis permainan konkret mampu menjembatani kesenjangan antara karakteristik berpikir operasional konkret murid dengan tuntutan pemahaman konsep abstrak, sekaligus memperkuat keterlibatan kognitif dan emosional secara bermakna.