Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Evaluasi Formatif untuk Penilaian Ranah Afektif Siswa dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Nina Husna; Hendro Prasetyono
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 7, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v7i2.1212

Abstract

This study aims to describe the implementation of formative evaluation in assessing the affective domain of students in science learning at elementary schools. Affective domain assessment plays an important role in shaping students' character, such as discipline, responsibility, cooperation, and honesty. However, the implementation of affective assessment in elementary schools still faces various obstacles, especially in the observation process and the objectivity of the assessment. Therefore, this study was conducted to determine the implementation of formative evaluation, the obstacles faced by teachers, and the efforts made in assessing students' affective domain. This study used a qualitative descriptive method. The research subjects consisted of elementary school teachers and students. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of formative evaluation in the affective domain has been carried out through observation of students' attitudes during the learning process. Formative evaluation has a positive impact on students' character development, such as increased discipline, responsibility, and cooperation. However, the implementation of the assessment still faces obstacles. To overcome these obstacles, teachers use assessment rubrics and work together with parents to monitor the development of students' attitudes.
Kajian Sistematis Literatur: Efektivitas Model Problem-Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran MIPA Maman Maman; Cristiana Dewi; Tito Adi Dewanto; Nina Husna; Iwan Koerniawan; Dina Astuty; Tri Budi Angantyo; Yuli Yulianti; Andri Suryana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1297

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori yang perlu ditingkatkan karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis serta memecahkan masalah secara mandiri. Kajian sistematis literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis literatur dengan menganalisis 24 artikel penelitian terdiri dari 18 artikel di jurnal nasional terideks sinta 1-6 dan 8 artikel di jurnal internasional terindeks scopus yang diterbitkan pada periode 2022–2026. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian dengan fokus penelitian. Data dianalisis melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan bidang kajian, termasuk ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan alam dan sosial, fisika, matematika, serta pendidikan sains. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, model ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, literasi sains, literasi matematika, pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, dan kemampuan komunikasi. Efektivitas model semakin meningkat ketika diintegrasikan dengan teknologi digital dan media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.