Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Pembelajaran Matematika: Kajian Literatur Cristiana Dewi; Hendro Prasetyo
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11926

Abstract

Evaluasi asesmen merupakan komponen sentral dalam menentukan keberhasilan pembelajaran matematika, namun asesmen formatif dan sumatif kerap diterapkan tanpa pemahaman yang jelas mengenai fungsi masing-masing. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana evaluasi asesmen formatif dan sumatif dikonsepkan, dibedakan, serta diimplementasikan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif, dengan mengumpulkan, menyaring, dan mensintesis secara tematik publikasi nasional maupun internasional yang relevan dalam kurun lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif berfungsi sebagai proses diagnostik berkelanjutan yang menghasilkan umpan balik secara terus-menerus, sehingga memungkinkan guru menyesuaikan strategi pembelajaran ketika peserta didik masih dalam proses membangun pemahaman matematis. Sebaliknya, asesmen sumatif dilaksanakan pada akhir periode pembelajaran untuk menentukan capaian terhadap standar kompetensi yang telah ditetapkan, dan hasilnya lazim digunakan untuk penilaian akhir, pelaporan, serta evaluasi kurikulum. Kajian ini juga menemukan bahwa banyak guru masih memperlakukan kedua jenis asesmen tersebut secara tumpang tindih, sehingga data formatif digunakan secara punitif sementara data sumatif diharapkan dapat menuntun keputusan pembelajaran harian. Evaluasi matematika yang efektif membutuhkan integrasi seimbang antara kedua jenis asesmen, didukung oleh instrumen yang valid, umpan balik yang tepat waktu, dan literasi asesmen guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman guru terhadap perbedaan konseptual dan fungsional antara asesmen formatif dan sumatif menjadi kunci peningkatan kualitas hasil belajar matematika.
Kajian Sistematis Literatur: Efektivitas Model Problem-Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran MIPA Maman Maman; Cristiana Dewi; Tito Adi Dewanto; Nina Husna; Iwan Koerniawan; Dina Astuty; Tri Budi Angantyo; Yuli Yulianti; Andri Suryana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1297

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori yang perlu ditingkatkan karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis serta memecahkan masalah secara mandiri. Kajian sistematis literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis literatur dengan menganalisis 24 artikel penelitian terdiri dari 18 artikel di jurnal nasional terideks sinta 1-6 dan 8 artikel di jurnal internasional terindeks scopus yang diterbitkan pada periode 2022–2026. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian dengan fokus penelitian. Data dianalisis melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan bidang kajian, termasuk ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan alam dan sosial, fisika, matematika, serta pendidikan sains. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, model ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, literasi sains, literasi matematika, pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, dan kemampuan komunikasi. Efektivitas model semakin meningkat ketika diintegrasikan dengan teknologi digital dan media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.