Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Ibu Hamil Menuju ASI Ekslusif Melalui Kelas Inspirasi Di Daerah Wisata Wilayah Kerja Puskesmas Buleleng II Ketut Suardana; Made Ririn Sri Wulandari; Aditya Prabawa; Putu Sudarsana; Ni Made Laksmi Devi Jayanti; Putu Windy Astuti; Ni Putu Kaori Prajaniti
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26589

Abstract

Pemberian ASI eksklusif memberikan nutrisi yang lengkap, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Di Bali, angka pemberian ASI eksklusif meningkat dari 66,52% menjadi 69,01% pada tahun 2023. Namun, di Puskesmas Buleleng II, capaian tersebut masih di bawah target. Program kelas InspirASI yang meliputi pelatihan laktasi dan pendampingan menyusui bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemen laktasi dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pelaksanaan kelas InspirASI, dua sesi tindak lanjut, dan evaluasi di akhir pendampingan. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu yang signifikan, dari 60% dan 20% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Program ini mendukung pencapaian SDGs, seperti Bebas Kelaparan, Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik, dan Berkurangnya Ketimpangan, dengan memperluas akses terhadap informasi laktasi dan pentingnya pemberian ASI eksklusif di masyarakat.
Perilaku Sedentari sebagai Determinan Potensial Gangguan Siklus Menstruasi: Tinjauan Sistematis Terhadap Perubahan Aksis Hipotalamus–Hipofisis–Ovarium Dan Alterasi Endokrin-Metabolik Dewa Ayu Ifani Erkurniasari; Aditya Prabawa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59499

Abstract

Abstrak Gangguan siklus menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup, termasuk perilaku sedentari. Perubahan gaya hidup modern menyebabkan peningkatan durasi aktivitas sedentari yang diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi reproduksi melalui perubahan hormonal dan metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan perilaku sedentari dengan gangguan siklus menstruasi serta menjelaskan mekanisme yang melibatkan perubahan aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium dan alterasi endokrin-metabolik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan penelusuran artikel melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan SpringerLink. Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan antara rendahnya aktivitas fisik atau tingginya perilaku sedentari dengan peningkatan risiko ketidakteraturan siklus menstruasi. Mekanisme yang mendasari hubungan tersebut meliputi perubahan fungsi aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium, peningkatan adipositas, resistensi insulin, perubahan produksi adipokin, serta gangguan metabolisme hormon seks yang dapat memengaruhi proses ovulasi. Dengan demikian, perilaku sedentari berpotensi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan siklus menstruasi pada perempuan usia reproduktif. . Kata Kunci: perilaku sedentari, siklus menstruasi, kesehatan reproduksi, aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium, alterasi endokrin-metabolik Abstract Menstrual cycle disorders are reproductive health problems that may be influenced by various lifestyle factors, including sedentary behavior. Modern lifestyle changes have increased sedentary time, which is suspected to contribute to reproductive dysfunction through hormonal and metabolic alterations. This study aimed to identify and synthesize scientific evidence regarding the relationship between sedentary behavior and menstrual cycle disorders and to explain the mechanisms involving changes in the hypothalamic–pituitary–ovarian axis and endocrine-metabolic alterations. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted by searching articles in PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and SpringerLink databases. Articles published between 2016 and 2026 that met the inclusion criteria were analyzed descriptively using a narrative synthesis approach. The findings indicate that most studies reported an association between low physical activity or high sedentary behavior and an increased risk of menstrual cycle irregularities. The underlying mechanisms include alterations in hypothalamic–pituitary–ovarian axis function, increased adiposity, insulin resistance, changes in adipokine production, and disturbances in sex hormone metabolism that may affect ovulation. Therefore, sedentary behavior may be considered a contributing factor to menstrual cycle disorders among women of reproductive age. Keywords: sedentary behavior, menstrual cycle, reproductive health, hypothalamic–pituitary–ovarian axis, endocrine-metabolic alterations
PENGUATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DESA WISATA GIRI EMAS MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI MEWUJUDKAN GEMILANG (GENERASI EMAS, MANDIRI, INOVATIF, DAN CEMERLANG) Made Ririn Sri Wulandari; Aditya Prabawa; Made Satya Gautama; Hesteria Friska Armynia Subratha; I Nyoman Tri Anindia Putra; Kadek Julia Chandra Jyoti; Kadek Dwi Pitriyani; Made Amanda Cipta Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1275

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi seperti pernikahan usia anak, kehamilan tidak diinginkan, serta perilaku seksual berisiko. Di Desa Wisata Giri Emas, akses informasi kesehatan reproduksi remaja masih mendominasi media, sementara keterlibatan tenaga kesehatan sebagai sumber edukasi belum optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan miskonsepsi dan rendahnya literasi kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk membangun kesadaran serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja melalui edukasi berbasis teknologi menggunakan aplikasi OKY Indonesia serta pendampingan secara bertahap. Metode kegiatan meliputi pelatihan interaktif, sesi tanya jawab dan kuis serta pemberian pre-test, pendampingan tahap I berupa praktik penggunaan aplikasi, pendampingan tahap II berupa penguatan komitmen remaja sebagai agen pendidikan/peer pendidik, serta evaluasi menggunakan post-test. Pesertanya berjumlah 15 remaja Karang Taruna Desa Wisata Giri Emas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 33,3% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, serta terbentuknya peran remaja sebagai kader edukasi di lingkungan sebaya. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi pendidikan berbasis teknologi dan pendampingan partisipatif efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Program ini penting sebagai model penguatan kapasitas remaja di desa wisata yang berpotensi direplikasi untuk mendukung dukungan promosi kesehatan dan pencegahan risiko kesehatan reproduksi di tingkat komunitas.