Siti Dhea Luthfiyyah
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Thaharah sebagai Fondasi Pendidikan Ibadah: Penguatan Literasi Fiqih Wudhu, Tayamum dan Mandi Wajib dalam Pendidikan Agama Islam Sadri Zulkiffli; Maila Rosyadah; Siti Dhea Luthfiyyah; M. Arridho; Rifqi Annas; Alihan Sastra
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/kg2ct733

Abstract

Thaharah (bersuci) merupakan aspek fundamental dalam Islam yang menjadi syarat sah berbagai bentuk ibadah. Namun, pemahaman peserta didik terhadap konsep dan praktik thaharah, khususnya wudu, tayamum, dan mandi wajib, masih perlu diperkuat melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sistematis dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran thaharah sebagai dasar pendidikan ibadah serta urgensi penguatan literasi fiqh peserta didik dalam memahami hukum, tata cara, dan hikmah pelaksanaan wudu, tayamum, dan mandi wajib. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fiqh, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi fiqh thaharah tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap religius, kesadaran spiritual, dan keterampilan dalam praktik ibadah yang benar. Integrasi materi thaharah dalam pembelajaran PAI berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pemahaman keagamaan peserta didik serta penguatan karakter disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab dalam beribadah. Dengan demikian, penguatan literasi fiqh thaharah menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan ibadah yang komprehensif dan berkelanjutan.
Nasikh dan Mansukh dalam Al-Qur’an: Telaah Kaidah Tafsir Zilvi Syalsabillah; Indah Salwa; Siti Dhea Luthfiyyah; Khoirul Aziz; Rifqi Annas; Ibnu Rozali
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2d762v76

Abstract

Penelitian ini membahas konsep nasikh dan mansukh dalam Al-Qur’an sebagai salah satu kajian penting dalam ilmu tafsir dan Ulumul Qur’an. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengalami perubahan hukum agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian nasikh dan mansukh, menganalisis contoh penerapannya dalam proses pengharaman khamr, serta menjelaskan relevansinya dalam kajian Ulumul Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku Ulumul Qur’an, jurnal, serta video kajian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nasikh dan mansukh merupakan bentuk hikmah Allah dalam menetapkan hukum secara bertahap sesuai kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Salah satu contoh yang paling jelas adalah proses pengharaman khamr yang dilakukan melalui tiga tahapan hingga akhirnya diharamkan secara total. Selain itu, kajian nasikh dan mansukh memiliki peran penting dalam memahami perkembangan hukum Islam, menghindari kesalahan dalam penetapan hukum, serta menunjukkan bahwa syariat Islam bersifat bijaksana, bertahap, dan relevan dengan kehidupan manusia. Dengan demikian, konsep nasikh dan mansukh menjadi bagian penting dalam memahami kesempurnaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.