Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

THE ROLE OF ECONOMIC LITERACY IN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT TOWARDS FINANCIAL INDEPENDENCE FOR MANAGEMENT STUDY PROGRAM STUDENTS AT SATYAGAMA UNIVERSITY Dewi Sulistyani; Rahmatullah Rahmatullah; I Nyoman Suri Adnyana; Didi Sukardi; Murdiyono Murdiyono
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 5 (2024): Nusantara Hasana Journal, October 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i5.2082

Abstract

This study aims to analyze the role of economic literacy in human resource management towards financial independence for students in the Management Study Program at Satyagama University. The research method used a quantitative approach through the distribution of questionnaires to students as research respondents. The results show that students with a good level of economic literacy tend to be more able to manage their finances effectively, are disciplined in managing expenses, and have wiser financial behavior. Economic literacy also plays a crucial role in developing independent, productive human resources who are ready to face future economic challenges.
RUU Perampasan Aset dalam Keperluan Negara Didi Sukardi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2341

Abstract

Urgensi penulisan ini diilhami oleh melihat maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme merupakan keadaan darurat kejahatan yang harus dilambatkan lajunya. Langkah yang harus ditanamkan adalah rasa patriotic penyelenggara negara untuk mengedepankan perilaku mempedomani nilai moral, ethic dan religion dalam kesehariannya. Ada kekeliruan, kesalahan itu terjadi karena pada institusi pembuat undang-undang tersebut tidak mempedomani/mengedapankan nilai moral, ethic, religion dalam perbuatan keseharian tugas-tugasnya. Berdasarkan fakta lapangan, teori, konsep, serta analisis, yang dilakukan ditemukan susahnya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepostisme dalam bernegara, terdapatnya pengaruh perilaku individu, karakteristik individual sosial bernegara dengan hukum. Kompleksitas situasi sosial adanya keengganan pejabat negara untuk tunduk dan patuh pada hukum untuk menjauhkan diri dari perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme. Suatu keadaan dimana harus adanya sistem hukum baru, saling bertemu, mempengaruhi dan mengintervensi satu sama lain menyebabkan pergerakan kepatuhan hukum di masyarakat, masyarakat bernegara harusnya melakukan pilihan rasional, dan sosiologis untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, nepotisme. Karenanya kontruksi hukum yang ditawarkan adalah feedback kekuatan sosial personal (KSP) antara institusi negara (law making institution), (implementing instutition) dan masyarakat, dalam konstruksi presmatik kepatuhan ini harus lahir.  Simpulan, sistem hukum sebagai penyeimbang untuk melahirkan undang undang perampasan asset dan sistem peradilan yang melaksanakan peradilan perampasan asset dan masyarakat Indonesia juga harus di akselerasikan dalam aplikasi ideal yang menjunjung tinggi konsitensi berbasis pada moral, ethic, dan religion. Dimana masyarakat Indonesia dan pejabat negara harus konsisten dalam penerapan yurisdiksi dan sistem hukum berkaitan hukum korupsi harus disediakan oleh negara. lahirkannya undang-undang perampasan asset, diharapkan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengatasi semakin meluasnya kejahatan korupsi di negeri kita tercinta.
SMART Governance Berbasis Nilai Budaya Oriental dalam Pembukaan UUD 1945: Perspektif Manajemen Pemerintahan Indonesia Didi Sukardi
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i2.1286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktualisasi nilai-nilai budaya oriental dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam perspektif manajemen pemerintahan modern. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara nilai konstitusional dan praktik tata kelola pemerintahan di Indonesia, seperti korupsi, lemahnya integritas birokrasi, dan rendahnya kualitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain konseptual-normatif melalui studi kepustakaan terhadap literatur governance, administrasi publik, dan konstitusi. Analisis data dilakukan menggunakan qualitative content analysis dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya oriental dalam Pembukaan UUD 1945 memiliki relevansi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis etika, integritas, dan keadilan sosial. Penelitian ini mengembangkan konsep SMART Governance yang terdiri atas Self-Driven, Motivation, Action, Responsible Regulation, dan Team Collaboration sebagai model tata kelola pemerintahan berbasis nilai konstitusional dan budaya lokal. Model ini berkontribusi dalam mendukung reformasi birokrasi dan penguatan pelayanan publik di Indonesia.