Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Implementation of a Health Service Quality Monitoring Information System in Improving the Quality of Hospital Services Esar Alkautsar; Eri Saputra; Rahmadi M. Ali
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2026
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving the quality of healthcare services is a top priority in hospital management. Utilizing information technology through a Healthcare Quality Monitoring Information System (HSMS) is a strategy that can be used to support the ongoing monitoring and evaluation of healthcare quality. This system enables more systematic, rapid, and accurate management of healthcare data, enabling the resulting information to be used as a basis for managerial decision-making. This study aims to examine the implementation of a Healthcare Quality Monitoring Information System and its impact on improving the quality of healthcare services in hospitals. The method used is a qualitative descriptive approach, with data collection through field observations, interviews with relevant parties, and analysis of supporting documents. The study focused on the effectiveness of the system, the quality of the information generated, ease of operation, and its contribution to improving healthcare performance. The results indicate that the use of a HSMS provides benefits in accelerating the process of monitoring quality indicators, facilitating the identification of service problems, and increasing the accuracy of decision-making based on available data. In addition, the system also supports efforts to increase patient satisfaction through more measurable service improvements oriented to user needs. However, several factors remain challenges in implementation, such as limited human resource capabilities, the need to improve user competency, and obstacles to data integration between departments within the hospital.
Pelatihan Pemasangan Insulasi Glasswool untuk Tukang pada Rumah Tinggal di Iklim Tropis Atthaillah Atthaillah; Muhammad Iqbal; Eri Saputra; Cut Azmah Fithri; Hendra Aiyub; Esar Alkautsar
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pemasangan insulasi Glasswool untuk tukang bangunan pada rumah tinggal di iklim tropis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis dalam menciptakan kenyamanan termal yang efisien dan berkelanjutan. Di Aceh, praktik penggunaan insulasi termal masih sangat jarang dilakukan, meskipun kondisi iklim yang panas dan lembap menuntut solusi bangunan yang mampu mengurangi beban panas dari luar. Melalui pelatihan ini, tukang bangunan diperkenalkan pada konsep dasar insulasi termal dan manfaatnya, serta dibekali dengan keterampilan praktis dalam memasang Glasswool pada atap dan dinding rumah tinggal. Glasswool dipilih karena memiliki konduktivitas termal rendah, ringan, mudah dipasang, serta tahan api dan mampu meredam suara. Material ini didatangkan dari luar Aceh karena belum tersedia secara lokal. Metode pelatihan mencakup seleksi peserta, pengadaan material, penyampaian petunjuk keselamatan kerja, dan praktik langsung pemasangan menggunakan wiremesh sebagai penahan Glasswool pada bidang atap. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami karakteristik material dan menerapkan teknik pemasangan dengan baik, serta menunjukkan kesadaran terhadap aspek keselamatan kerja. Penerapan insulasi terbukti dapat dilakukan secara efektif oleh tukang lokal dengan supervisi teknis yang tepat. Kegiatan ini membuka peluang adopsi teknologi insulasi dalam konstruksi rumah tinggal di Aceh, serta menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan, penyusunan panduan teknis, dan penyediaan material secara lokal untuk mendukung pembangunan hunian yang lebih nyaman, hemat energi, dan adaptif terhadap tantangan iklim tropis. Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju transformasi praktik konstruksi yang lebih responsif dan berorientasi pada keberlanjutan.