Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakstabilan harga bawang merah terhadap pendapatan petani di Kabupaten Nganjuk. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Provinsi Jawa Timur, sehingga komoditas ini menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar petani. Namun, harga bawang merah di tingkat pasar sering mengalami fluktuasi yang dapat memengaruhi tingkat pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif sederhana. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara dengan petani bawang merah serta dokumentasi dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara perubahan harga bawang merah, tingkat produksi, serta pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan harga bawang merah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani. Ketika harga bawang merah mengalami kenaikan, pendapatan petani cenderung meningkat karena penerimaan hasil penjualan dapat menutupi biaya produksi dan memberikan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga mengalami penurunan, pendapatan petani ikut menurun dan dalam beberapa kondisi tidak mampu menutupi biaya produksi. Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk.