Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Banyumas dalam menulis karangan narasi. Kesalahan yang dianalisis mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan error analysis, didukung kerangka teori interlanguage dan interferensi bahasa. Data diambil dari 30 dokumen karangan siswa yang dianalisis secara sistematis menggunakan pedoman PUEBI dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya 347 kesalahan berbahasa, dengan dominasi kesalahan morfologi (45%), diikuti sintaksis (30%), fonologi (20%), dan semantik (5%). Faktor penyebab utama adalah pengaruh bahasa ibu (Biak/Ambai), minimnya paparan terhadap bahasa Indonesia baku, dan keterbatasan sumber belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi geografis dan sosial-bahasa di Banyumas memiliki kontribusi signifikan terhadap lemahnya kemampuan menulis formal siswa. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran berbasis kesalahan dan strategi pengajaran yang kontekstual. Hasil ini menegaskan pentingnya perancangan pembelajaran berbasis lokalitas linguistik yang peka terhadap kondisi multilingual dan keterbatasan literasi di daerah terpencil.