Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Peternak dan Penampilan Karkas Sapi Bali di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Harapin Hafid; Zahra Jinan Fadilla
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1565

Abstract

Sapi Bali merupakan ternak lokal Indonesia yang unggul dalam adaptasi lingkungan serta berperan penting dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik peternak dan produksi karkas sapi Bali di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling, dengan mengambil 40% wilayah yang memiliki populasi sapi lokal terbesar, yaitu Kecamatan Uepay, Tonggauna, Abuki, dan Wonggeduku. Dari masing-masing wilayah, dipilih 40% desa dengan populasi sapi tertinggi, dengan syarat responden memiliki minimal satu pasang sapi potong.Parameter yang diamati meliputi karakteristik peternak (lama beternak, umur ternak, asal-usul ternak, dan data penjualan) serta performa karkas (bobot karkas, persentase karkas, dan bobot non karkas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengalaman beternak berkisar 3–5 tahun, kepemilikan awal ternak umumnya 2 ekor, dan mayoritas ternak berumur dara. Penjualan ternak berkisar 2–4 ekor per peternak. Total populasi sapi potong dari empat kecamatan mencapai 14.750 ekor, dengan populasi tertinggi di Kecamatan Tonggauna sebanyak 4.872 ekor. Hasil analisis karkas menunjukkan bahwa sapi jantan memiliki bobot potong, bobot tulang, dan bobot karkas yang lebih tinggi dibanding betina. Namun, sapi betina menunjukkan bobot total daging dan rasio daging terhadap tulang yang lebih baik. Secara keseluruhan, produktivitas sapi Bali di Kabupaten Konawe tergolong baik, didukung oleh karakteristik peternak dan populasi ternak yang cukup besar, meskipun terdapat perbedaan performa karkas antara jantan dan betina.
Peningkatan Produktivitas Ternak Kambing Melalui Edukasi Manajemen Reproduksi di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Zahra Jinan Fadilla; La Malesi; Muh. Haidir Hakim; Meygi Caecarika Putri Ilahude; Syam Rahadi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7429

Abstract

Manajemen reproduksi yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kambing rakyat, namun praktik tradisional dan minimnya pencatatan menyebabkan rendahnya performa reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai manajemen reproduksi kambing melalui bimbingan teknis. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di Kelompok Ternak Mendho Kencono Lestari, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dengan 13 peternak sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup ceramah (40%), demonstrasi dan praktik lapang (30%), serta pendampingan teknis (30%) melalui kunjungan kandang dan konsultasi individual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta belum melakukan pencatatan reproduksi, yang berdampak pada sulitnya evaluasi performa ternak dan meningkatnya risiko inbreeding. Setelah pelatihan teknis, peternak mampu mendeteksi estrus lebih akurat, memahami manajemen kebuntingan, penanganan kelahiran, pemberian kolostrum dini, serta melakukan seleksi dan rotasi pejantan untuk mencegah inbreeding. Temuan ini sejalan dengan literatur internasional yang menunjukkan bahwa pelatihan teknis disertai pendampingan berkelanjutan dan community-based breeding programs meningkatkan keterampilan peternak, memperbaiki angka kebuntingan, menurunkan mortalitas anak, dan mempertahankan keragaman genetik. Kesimpulannya, pelatihan terstruktur melalui ceramah, praktik lapang, dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas peternak dalam manajemen reproduksi, mendorong penerapan pencatatan dan seleksi pejantan, serta mendukung keberlanjutan dan efisiensi usaha peternakan kambing skala masyarakat.
Improving Knowledge and Practical Skills for Better Farm Management in Body Condition Score Assessment in Pombulaa Jaya Village, Konda District Harapin Hafid; Zahra Jinan Fadilla
Journal of Saintech Transfer Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Saintech Transfer
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jst.v9i1.25194

Abstract

This study aims to improve the knowledge and skills of prospective cattle fatteners in Pombulaa Jaya Village, Konda District in assessing Body Condition Score (BCS). BCS is an important indicator for assessing body fat reserves, which influences productivity, reproductive efficiency, and sustainability of livestock farming. The program involved 15 participants. The intervention consisted of an interactive educational session, demonstration, and supervised hands-on field practice using visual observation and palpation techniques. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test questionnaires and direct observation of participants' practical skills. A paired-samples t-test was used to compare participants' knowledge scores before and after the training. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the mean score increasing from 57.67 ± 7.04 before training to 96.67 ± 3.62 after training (p < 0.001). Participants also demonstrated improved competency in identifying BCS categories during the practical assessment. These findings indicate that combining theoretical instruction with demonstration and supervised hands-on practice effectively enhances participants' knowledge and practical competency in BCS assessment. Improved competency in BCS assessment may support better decision-making in cattle nutrition, health monitoring, and reproductive management. Further studies are needed to evaluate the long-term impact of this educational program on livestock productivity and farm performance.
Analisis Struktur Populasi Ternak Sapi Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di Kecamatan Konda Harapin Hafid; Zahra Jinan Fadilla
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v8i2.3176

Abstract

Sektor peternakan di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, memiliki peran strategis sebagai penyedia protein hewani dan pilar ekonomi rumah tangga pedesaan melalui fungsi tabungan biologis. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis struktur populasi ternak sapi berdasarkan klasifikasi umur dan jenis kelamin guna mengevaluasi prospek keberlanjutan usaha di masa mendatang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data inventarisasi ternak tahun 2024 dari 17 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Konda. Variabel yang dianalisis meliputi jumlah populasi, komposisi jenis kelamin, jumlah Rumah Tangga Peternak (RTP), dan rata-rata kepemilikan ternak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa total populasi sapi di Kecamatan Konda mencapai 5.463 ekor. Struktur populasi didominasi oleh kelompok sapi dewasa sebanyak 3.647 ekor (66,75%), melampaui jumlah sapi anakan yang berjumlah 1.816 ekor (33,25%). Berdasarkan jenis kelamin, sapi betina dewasa merupakan kelompok paling dominan dengan proporsi 52,1% (2.845 ekor), sementara sapi jantan dewasa hanya mencapai 14,7%. Rasio jenis kelamin sapi dewasa tercatat sebesar 1:3,5, menunjukkan adanya ketimpangan yang disebabkan oleh pola ekonomi peternak yang cenderung menjual sapi jantan lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Analisis distribusi wilayah menunjukkan Desa Lambusa sebagai kontributor populasi terbesar (13,5% atau 687 ekor), sedangkan Desa Puosu Jaya dan Amohalo memiliki populasi terendah. Rata-rata kepemilikan sapi per RTP berkisar antara 4 hingga 9 ekor, yang mengindikasikan dominasi sistem peternakan rakyat skala kecil. Meskipun demikian, proporsi kelompok umur muda sebesar 33,25% menunjukkan bahwa populasi sapi di wilayah ini memiliki ketahanan yang baik terhadap risiko depopulasi. Disimpulkan bahwa Kecamatan Konda memiliki potensi reproduksi yang stabil berkat basis indukan yang kuat. Namun, diperlukan optimalisasi manajemen pakan, layanan kesehatan hewan, serta penerapan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan untuk meningkatkan produktivitas dan menyeimbangkan distribusi populasi antar wilayah secara berkelanjutan.