Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) pada Siswa Sekolah Dasar Di Wilayah Pesisir NASRUDIN; RUSLIN; IRNAWATI; HASNAWATI; WAHYUNI; MUHAMMAD ARBA; NUR ILLIYYIN AKIB; LOLY SUBIATY IDRUS; RAHMAT MULIADI; ACHMAD ROSYADI; FANNY RAHMADHANI .N; SRIMULIANA
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) memiliki kontribusi penting terhadap pemenuhan kebutuhan energi harian siswa, namun juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila tidak memenuhi aspek keamanan pangan. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan terhadap paparan kontaminan biologis maupun kimia akibat rendahnya pemahaman tentang higiene dan keamanan pangan. Kondisi wilayah pesisir dengan suhu lingkungan yang relatif tinggi dapat mempercepat kerusakan pangan dan meningkatkan risiko penggunaan bahan berbahaya, seperti formalin, pada makanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SDN 1 Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara mengenai pemilihan jajanan yang aman, sehat, dan higienis. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pre-test, edukasi interaktif, dan evaluasi melalui post-test terhadap 38 siswa kelas IV dan V. Materi edukasi mencakup pengenalan jajanan sehat, pentingnya mencuci tangan sebelum makan, bahaya jajanan terbuka dan kotor, risiko penggunaan pewarna berlebihan, pengenalan formalin, serta pentingnya membaca label pangan melalui konsep Cek KLIK BPOM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa pada seluruh indikator, terutama terkait bahaya formalin pada makanan dan pentingnya membaca label pangan. Selain itu, siswa mulai mampu mengenali ciri jajanan yang aman dan memahami pentingnya perilaku hidup bersih dalam mencegah penyakit akibat pangan yang tidak aman. Kegiatan edukasi berbasis sekolah terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan pangan serta mendorong perilaku konsumsi yang lebih sehat pada anak usia sekolah di wilayah pesisir.