Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Integrative Construction Model: A Strategic Management Approach to Religious Moderation in Indonesian Islamic Boarding Schools Syabuddin Syabuddin; Muhammad Muhammad; Sakdiah Sakdiah; Fithriani Fithriani; Muhammad Furqan
Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Integrative Islamic Education Management
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/kharisma.v5i1.131

Abstract

Indonesia, as a country with religious and cultural diversity, faces serious challenges in the form of the growth of radicalism, which has the potential to disrupt social cohesion. An Islamic education management strategy is needed to foster religious moderation in Islamic boarding schools. This study aims to develop a model for managing religious moderation among Islamic boarding school students in Indonesia, emphasizing the role of Islamic boarding schools as strategic Islamic educational institutions. The research was conducted at four selected Islamic boarding schools: SPEAM Pasuruan, Ma'had Dalwa, Pesantren At-Taqwa, and Dayah Darul Abrar. Primary data were obtained through observation, interviews, and documentation, while secondary data were sourced from relevant literature. The data were then analyzed using triangulation, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show three main findings: first, ustadz/ustadzah have an integrated perspective on religious moderation by emphasizing national commitment, tolerance, anti-violence, and accommodation of local culture; second, religious moderation is fostered through an integrative managerial approach in planning, organizing, implementing intracurricular and extracurricular activities, and enforcing pesantren rules; third, the resulting fosterage model is an integrated construct that integrates the dimensions of values, curriculum, student activities, and institutional governance. In conclusion, this study confirms that pesantren management grounded in an integrated perspective and an integrative construction model provides a strategic framework for institutionalizing religious moderation among students. Beyond its contribution to Islamic education management, this model offers transferable insights for religious and faith-based educational institutions worldwide, particularly in pluralistic societies confronting radicalization, intolerance, and social fragmentation.
Peran Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) dalam Membimbing Calon Pranikah pada Usia Dini di Kelurahan Rantau Laban Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Muhammad Wanda Syahputra; Sakdiah Sakdiah; Abizal Muhammad Yati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.613

Abstract

Pernikahan usia dini masih menjadi problem sosial yang persisten di Kelurahan Rantau Laban, sehingga menuntut intervensi aktif dari institusi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rambutan dalam membimbing calon pengantin usia dini di wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak KUA dan tiga pasangan usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, serta desakan lingkungan menjadi penyebab utama terjadinya pernikahan dini setiap tahunnya. Pegawai KUA telah menjalankan peran krusial sebagai validator, edukator, dan konselor preventif melalui program bimbingan pranikah yang umumnya dilaksanakan dalam rentang waktu beberapa minggu menjelang hari pernikahan. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan durasi dan minimnya kesadaran peserta. Sebagai solusi, strategi pelaksanaan bimbingan diarahkan pada pendekatan komunikasi yang adaptif serta penguatan kolaborasi lintas sektor bersama tokoh masyarakat, penyuluh agama, dan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara inovasi metode, penambahan durasi bimbingan, dan kolaborasi eksternal sangat dibutuhkan agar peran KUA benar-benar efektif dalam menekan angka pernikahan usia dini.
Strategi Pondok Pesantren Sulaimaniyah Sultan Selahaddin dalam Mengimplementasikan Program Unggulan Bahasa Turki dan Tahfiz di Lam Ara III Banda Aceh Indonesia Saif Ali; Sakdiah Sakdiah; Raihan Raihan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pondok Pesantren Sulaimaniyah Sultan Selahaddin Lam Ara III Banda Aceh dalam mengimplementasikan program unggulan bahasa Turki dan tahfidz Alquran. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan program dijalankan dalam satu kesatuan sistem kelembagaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari pimpinan pesantren, pengajar, dan mahasantri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan. Perencanaan disusun berdasarkan visi pembentukan generasi qur’ani yang berwawasan global, kemudian diterjemahkan dalam kurikulum dan target pembelajaran yang jelas. Pengorganisasian terlihat dari pembagian peran yang sesuai kompetensi serta pengelolaan lingkungan belajar yang kondusif. Pelaksanaan program berlangsung melalui rutinitas harian yang disiplin, pembiasaan belajar, serta pendekatan interaktif dalam pembelajaran bahasa. Sementara itu, pengawasan dilakukan secara langsung dan berkala melalui setoran hafalan, pencatatan perkembangan, serta evaluasi program. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan, terutama dalam pembagian waktu antara kegiatan pesantren dan perkuliahan.