Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Sosial dan Perdagangan dalam Proses Islamisasi di Maluku Dicky Sanjaya; Elsadai Valencia Hutagaol; Sofia Andira; Tania Alexandra Tambunan; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Pristi Suhendro Lukitoyo
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8213

Abstract

Proses Islamisasi di Maluku merupakan fenomena historis yang berkaitan erat dengan dinamika perdagangan dan perubahan struktur sosial masyarakat pesisir. Wilayah Maluku yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dan agama, termasuk Islam yang masuk melalui jalur perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara aktivitas perdagangan, transformasi sosial, serta proses penyebaran dan penerimaan Islam di Maluku dengan menekankan pada peran Ternate sebagai pusat kekuasaan dan perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait Islamisasi, perdagangan, dan sejarah sosial masyarakat Maluku. Analisis dilakukan secara deskriptif analitis untuk memahami hubungan antara faktor ekonomi, politik, dan sosial dalam proses Islamisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi di Maluku berlangsung secara bertahap melalui interaksi sosial ekonomi antara pedagang Islam dan masyarakat lokal. Perdagangan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi medium penyebaran nilai dan ajaran Islam. Di sisi lain, penerimaan Islam oleh elite politik mempercepat proses Islamisasi melalui legitimasi kekuasaan berbasis religius. Transformasi sosial yang terjadi mencakup perubahan struktur kekuasaan, sistem nilai, serta integrasi ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Islamisasi di Maluku dapat dipahami sebagai proses adaptif yang melibatkan interaksi antara perdagangan, kekuasaan politik, dan perubahan sosial yang secara bersama-sama membentuk tatanan masyarakat baru.
Konflik Ideologi Antargenerasi dalam Percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 Elsadai Valencia Hutagaol; Sofia Andira; Tania Alexandra Tambunan; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Flores Tanjung
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4171

Abstract

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, terjadi perbedaan pandangan di antara para tokoh pergerakan nasional antara golongan muda yang bersikap revolusioner dan golongan tua yang mengutamakan pendekatan diplomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik ideologi antargenerasi tersebut serta menjelaskan perannya sebagai faktor struktural dalam percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi pustaka terhadap buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan muda mendorong proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Jepang karena memandang kekalahan Jepang sebagai momentum yang harus dimanfaatkan. Sebaliknya, golongan tua memilih strategi diplomasi dengan mempertimbangkan stabilitas politik dan legitimasi internasional melalui lembaga seperti BPUPKI dan PPKI. Ketegangan kedua golongan mencapai puncaknya dalam Peristiwa Rengasdengklok yang pada akhirnya menghasilkan kompromi politik dan mempercepat lahirnya proklamasi pada 17 Agustus 1945. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan konflik ideologis antargenerasi sebagai variabel analitis utama, bukan sekadar latar peristiwa historis, sehingga memperkaya perspektif historiografi kemerdekaan Indonesia.