Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perjalanan Balaghah Dari Pengetahuan Menjadi Disiplin Ilmu(بين المعرفة والصناعة) Puji Sumeh Pangestu; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/w0jkca82

Abstract

Karya sastra menjadi sangat populer dalam sejarah sastra Arab, karena bangsa Arab pada masa itu dikenal sebagai orang yang sangat pandai berbicara serta cerdas dalam memilih setiap kata, diksi, hingga penyusunan kalimat yang sarat akan makna. Terbukti dari banyaknya kata-kata bijak (hikam), pribahasa (matsal) yang digunakan oleh masyarakat Arab sebagai bentuk sekadar ekspresi mereka atau sebagai salah satu bentuk mata pencaharian mereka yang pada saat itu memiliki karya sastra sangat tinggi. Sehingga tidak perlu diragukan lagi akan fashohah dan balaghahnya. Sebagai bagian dari tradisi murni bangsa Arab, balaghah setidaknya mengalami perkembangan sampai bisa dikenal menjadi disiplin ilmu yang bisa dipelajari pada saat ini. Dalam khazanah ilmu bahasa Arab, balaghah pada awalnya dikenal hanya sebatas sebagai ma’rifah hingga kemudian dikenal sebagai sina’ah. Penelitian ini akan menjelaskan proses perkembangan ilmu balaghah dimulai dari disebut dengan ma’rifah sampai menuju sina’ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa studi pustaka (library research) yaitu memahami dan mempelajari berdasarkan teori-teori yang diambil dari sumber literatur berupa buku ataupun artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, balaghah setidaknya mengalami dua periode dalam perkembangannya yaitu, periode ma’rifah dan periode sina’ah. Pada periode ma’rifah, balaghah dikenal hanya sebatas ilmu pengetahuan yang dipakai oleh kalangan sastrawan pada masa pra-Islam. Kemudian pada periode sina’ah, balaghah telah mengalami pembakuan sehingga pada masa ini balaghah telah menjadi disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan dipraktikan.
Ilmu Ma’ani (Kalam Insya’) dalam Surah Al-Fajr dan Maknanya Keysa Tamami; Raswan; Ahmad Dardiri; Achmad Fudhaili
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/np07vb46

Abstract

Ilmu Ma'ani merupakan salah satu cabang ilmu Balaghah yang membahas tentang bagaimana suatu makna disampaikan dengan efektif sesuai dengan kondisi lawan bicara. Salah satu pembahasannya adalah Insya’, yaitu jenis kalam yang tidak mengandung kebenaran atau kebatilan, tetapi lebih kepada perintah, larangan, pertanyaan, atau harapan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur klasik dan modern mengenai Balaghah, khususnya tentang Insya’ dalam ilmu Ma'ani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insya’ terbagi menjadi dua, yaitu Insya’ Thalabi dan Insya’ Ghairu Thalabi, masing-masing dengan karakteristik dan penggunaannya dalam komunikasi bahasa Arab. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspek stilistika dalam bahasa Arab.
Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Kurikulum Merdeka Shadiqul Wahdi; Mohammad Rizqi Alif Syuhada’; Ubaid Ridlo; Raswan
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/7ydfcz22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka yang menelaah berbagai literatur terkait konsep HOTS, strategi penyusunan soal, serta implementasinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan HOTS dalam pembelajaran bahasa Arab memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, serta problem solving peserta didik. Selain itu, integrasi HOTS sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan kompetensi adaptif, kolaboratif, dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, penerapannya menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya bahan ajar kontekstual, serta rendahnya motivasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran, penyusunan soal berbasis HOTS, serta pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab berbasis HOTS dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya meningkatkan penguasaan bahasa, tetapi juga membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan berkarakter.
Muhassināt al-Ma’nawiyyah in Surah Al-Insān: Content Analysis and Social Solidarity Muhammad Ivang Rizaldi; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 15 No. 2 (2026): El Ibtikar
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/876dv981

Abstract

Research on Qur'anic rhetoric has largely focused on structural aspects, while its role in fostering social solidarity in contemporary Muslim societies remains underexplored. This study identifies the types of muhassināt al-ma'nawiyyah in Surah Al-Insān verses 1-15, analyzes their rhetorical function, and examines their relevance for social solidarity. The method is qualitative content analysis of the verse text, supported by secondary data from balāghah literature, tafsir, and prior studies. Findings show that three devices, al-ṭibāq, murā'āt al-naẓīr, and al-tafrīq, work together to construct a discourse of solidarity. Sociologically, al-ṭibāq reinforces social boundaries by contrasting gratitude with ingratitude (kufr) and safety with duress; murā'āt al-naẓīr typifies vulnerable groups, namely the poor, orphans, and captives, and rejects symbolic transactions in charity; al-tafrīq plays the most important role by distinguishing al-abrār from al-kāfirīn, vulnerabilities that require different responses, and pressure from glory. Practically, verses containing al-tafrīq (QS. Al-Insān: 4-5, 8-9, 10-11, 13-15) are recommended as teaching material for religious educators, Islamic boarding schools, and mosque-based programs. Theoretically, this research offers a functional analysis of muhassināt al-ma'nawiyyah bridging balāghah and sociology.
Proses Kognitif dalam Produksi dan Pemahaman Bahasa Arab: Analisis Psikolinguistik Fatimah Azzahra Putri; Raswan
Indonesian Journal of Arabic Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2026): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/ijael.v2i2.801

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses kognitif yang mendasari produksi dan pemahaman bahasa Arab dalam perspektif psikolinguistik. Bahasa Arab memiliki karakteristik linguistik yang khas, seperti sistem morfologi berbasis akar dan pola serta kondisi diglosia, yang menuntut mekanisme kognitif yang kompleks dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan kognitif dalam produksi bahasa Arab serta mekanisme mental yang berperan dalam pemahaman bahasa Arab, sekaligus menelaah implikasinya bagi pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui telaah kritis terhadap teori dan temuan empiris dalam kajian psikolinguistik, khususnya model produksi bahasa dan pemrosesan morfologis bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bahasa Arab berlangsung melalui tahapan konseptualisasi, formulasi, dan artikulasi, yang melibatkan aktivasi simultan antara akar dan pola dalam leksikon mental. Sementara itu, pemahaman bahasa Arab melibatkan proses decoding fonologis, pemrosesan morfologis dan sintaksis, serta integrasi semantik dan kontekstual. Kesimpulannya, produksi dan pemahaman bahasa Arab merupakan proses kognitif yang saling terkait dan membentuk satu sistem mental terpadu. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan psikolinguistik dalam pengajaran bahasa Arab untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Optimalisasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam Kurikulum Merdeka: Strategi dan Konsep Penyusunan Soal Bahasa Arab di MTs Pembangunan Jakarta Ahmad Ashfia; Ubaid Ridlo; Raswan
Mauriduna : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2024): Mauriduna : Journal of Islamic Studies, February 2024
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.455

Abstract

The application of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the Kurikulum Merdeka at MTs Pembangunan Jakarta aims to enhance students' critical, analytical, and creative thinking skills, particularly in Arabic language learning. This research employs a descriptive qualitative method, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and document analysis. The research subjects include Arabic language teachers and students involved in HOTS-based learning processes. The findings indicate that the strategy for designing HOTS questions involves a text-based analysis approach, group discussions, and collaborative projects, which are effective in stimulating students' critical thinking. Teachers also use interactive learning media, such as videos and case studies, to encourage students to connect Arabic language knowledge with real-life contexts. Despite challenges such as time constraints and students' adaptation to HOTS questions, the overall implementation of HOTS demonstrates positive impacts on improving students' linguistic and cognitive abilities. The steps for designing Arabic language questions based on HOTS in this school include determining learning objectives, selecting question types, defining the level of difficulty, integrating HOTS, designing the question concept, drafting the questions, utilizing supporting media, conducting validation and trials, and providing assessment and feedback.