Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Urbanisasi di Sulawesi Selatan: Peran Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, dan Garis Kemiskinan Andi Nur Wahyuningsih; Dirmansyah Darwin; Putu Ananda Devi Nugraha; I Made Jyotisa Adi Dwipatna; Adi Zulkarnaen
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v5i1.810

Abstract

Fenomena urbanisasi yang terus meningkat di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar dan wilayah penyangganya (Mamminasata), menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan ruang, penyediaan layanan publik, dan pemerataan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang tidak merata menimbulkan tekanan sosial-ekonomi, termasuk kesenjangan akses terhadap pekerjaan, layanan pendidikan, dan biaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto/PDRB), tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan garis kemiskinan terhadap urbanisasi di 24 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2015–2024.Data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan digunakan sebanyak 240 observasi. Analisis dilakukan dengan regresi data panel Pooled Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan perangkat lunak Stata. Variabel jumlah penduduk sebagai proksi urbanisasi ditransformasi ke logaritma natural untuk menyesuaikan distribusi data, begitu pula variabel PDRB dan garis kemiskinan, sedangkan TPT tetap dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh positif signifikan terhadap urbanisasi, yang menunjukkan bahwa daerah dengan kapasitas ekonomi lebih besar menarik penduduk dari daerah berpendapatan rendah. TPT berpengaruh negatif signifikan, konsisten dengan model Todaro bahwa tingkat pengangguran yang tinggi menurunkan ekspektasi pendapatan dan mengurangi insentif migrasi. Garis kemiskinan berpengaruh negatif signifikan, berlawanan dengan hipotesis awal, yang mengindikasikan bahwa tingginya biaya hidup di perkotaan menjadi hambatan bagi calon migran yang tidak memiliki modal yang cukup.
Pemberdayaan Karang Taruna sebagai Digital Marketer : Strategi branding wisata pulau karampuang melalui Instagram, tiktok dan website: Pengabdian Mu’fidatul Nurul Hajjad; Femiliani Novitasari; Jefriansyah Dwi Amory; Sudirman; Kamaruddin; Adi Zulkarnaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5070

Abstract

Karang Taruna berperan dalam memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial tingkat desa dan mengembangkan potensi lokal seperti pelestarian budaya daerah, festival budaya dan mendukung pelaku usaha kecil dan menengah lokal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan ketua Karang taruna karampuang, salah satu kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola media promosi digital seperti instagram, tiktok dan website.     Metode Pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, keberlanjutan dan tahap akhir. terbentuk tim digital kreatif yang mampu secara mandiri mengelola Instagram, TikTok, dan website resmi Pulau Karampuang. Program ini berdampak pada keberlanjutan promosi wisata dengan terbukanya peluang kerja sama dengan pihak eksternal, meningkatnya interaksi wisatawan secara daring, serta bertambahnya eksposur potensi lokal seperti kuliner, dan jasa transportasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan karang taruna dalam membuat konten media sosial ditunjukkan dengan adanya media sosial seperti Instagram, website dan tiktok