Kemampuan menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris maupun sebaliknya merupakan kompetensi penting yang masih perlu diperkuat di tingkat SMA, khususnya dalam hal pemahaman konteks budaya, penguasaan kosakata, dan ketepatan terjemahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan penerjemahan, keterampilan analisis kesalahan terjemahan, serta kompetensi berpikir kritis dan komunikasi siswa melalui workshop "Be Authentic, Translate it Right" yang dilaksanakan oleh Tim Asistensi Mengajar Mandiri (AjarMi) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar di SMA Negeri 8 Makassar. Kegiatan ini melibatkan 45 siswa kelas X dan XI dengan menerapkan pendekatan Project-Based Learning, Collaborative Learning, dan Experiential Learning melalui lima tahap terstruktur, yaitu orientasi materi, pengumpulan data autentik (text hunting), analisis dan produksi terjemahan, presentasi kelompok, serta evaluasi dan refleksi. Hasil survei menunjukkan bahwa 95,6% peserta menyatakan workshop bermanfaat, 93,4% menilai materi relevan dengan kebutuhan mereka, dan 100% peserta menyatakan materi mudah dipahami. Sebanyak 93% peserta merasakan perubahan positif, mencakup peningkatan pemahaman terjemahan natural (35%), kepercayaan diri (20%), motivasi belajar (20%), dan kemampuan berpikir kritis (18%). Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan dengan durasi yang lebih panjang, ruangan yang lebih kondusif, dan pendampingan lanjutan secara berkelanjutan.