Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UURGENSI KLAUSUL PENYELESAIAN SENGKETA DALAM PERJANJIAN DAGANG DIGITAL MARKETPLACE DI INDONESIA Ega Anzani; Herroe Eduardo; Titie Syahnaz Natalia
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 1 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/p2ytsd13

Abstract

Marketplace sebagai bagian dari Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) membentuk hubungan hukum tripartit antara penjual, pembeli, dan platform sebagai fasilitator transaksi. Dalam praktiknya, klausul penyelesaian sengketa dalam perjanjian dagang digital dituangkan dalam bentuk kontrak baku yang disusun sepihak oleh platform dan memprioritaskan mekanisme penyelesaian sengketa secara internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter hukum kontrak dagang digital marketplace, model penyelesaian sengketa pada Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli, serta urgensi pengaturan klausul penyelesaian sengketa yang adil dalam kontrak digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan dokumen melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan serta syarat dan ketentuan penggunaan empat marketplace tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa marketplace bersifat administratif-teknis, privat, dan didominasi oleh kebijakan internal platform, sehingga menimbulkan ketidakseragaman mekanisme antarplatform, pembatasan tanggung jawab, serta penyempitan akses keadilan bagi konsumen. Klausul penyelesaian sengketa tidak lagi bersifat netral, melainkan berpotensi menjadi instrumen pembatasan hak konsumen dalam transaksi digital. Oleh karena itu, klausul penyelesaian sengketa yang adil menjadi urgen untuk direkonstruksi agar menjamin keadilan prosedural, keadilan substantif, serta kepastian hukum bagi para pihak. Kata Kunci: klausul sengketa, kontrak digital, marketplace, perlindungan konsumen
Peningkatan Kapasitas KWT Segara Muncar Melalui Pelatihan Pengemasan dan Pelabelan Pasta Bawang Putih Sembalun Dyah Ayu Suryaningrum; Daeva Mubarika Raisa; Ega Anzani; M. Alwi Shahab; Beta Rida Pasaribu
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3465

Abstract

Kapasitas pengemasan dan pelabelan merupakan aspek penting dalam pengembangan produk pangan lokal, termasuk pasta bawang putih Sembalun yang diproduksi oleh KWT Segara Muncar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota KWT dalam pengemasan dan pelabelan produk. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan melibatkan 18 anggota KWT. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif melalui koordinasi mitra, pre-test, penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata capaian peserta dari 56,2% pada pre-test menjadi 92,6% pada post-test. Pelatihan juga menghasilkan perbaikan praktik pengemasan melalui penggunaan label yang lebih informatif dan segel plastik pada tutup kemasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat memperkuat kapasitas komunitas perempuan tani dalam mengembangkan produk pangan lokal yang lebih informatif, aman, dan bernilai tambah.
Peluang Pengembangan Usaha Koperasi Merah Putih Berbasis Potensi Lokal Di Wilayah Perkotaan: Studi Kasus Kota Mataram Dyah Ayu Suryaningrum; M. Alwi Shahab; Farah Ainun Jamil; Sab’ul Masani; Ega Anzani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9224

Abstract

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program strategis pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Dalam konteks wilayah urban, pengembangan KDKMP perlu disesuaikan dengan karakter sosial ekonomi dan potensi lokal masing-masing wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal, menganalisis peluang usaha, dan mengkaji arah pengembangan KDKMP di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan deskriptif-komparatif pada tiga kelurahan, yaitu Cakranegara Barat, Monjok Timur, dan Abian Tubuh Baru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelurahan memiliki karakter potensi lokal yang berbeda. Cakranegara Barat memiliki peluang usaha pada sektor perdagangan, distribusi barang, dan jasa transportasi; Monjok Timur lebih relevan diarahkan pada dukungan UMKM, jasa, perdagangan, dan pemasaran digital; sedangkan Abian Tubuh Baru memiliki peluang pada distribusi produk lokal, sembako, tahu-tempe, tenun, kuliner, dan potensi wisata. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan usaha KDKMP di wilayah urban tidak dapat menggunakan model seragam, tetapi perlu dirancang secara kontekstual berdasarkan potensi lokal. KDKMP juga perlu diposisikan sebagai penguat ekosistem usaha warga, bukan pesaing usaha lokal. Pengembangan KDKMP berbasis potensi lokal berkontribusi terhadap penguatan ekonomi inklusif, pembangunan urban berkelanjutan, dan kemitraan antar-pemangku kepentingan.
Pola pengasuhan di pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri para santri Zulia Hendriawan; Yuliatin Yuliatin; Ega Anzani
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.996

Abstract

This study discusses the parenting patterns in shaping the independent character of students at Al-Kamal NWDI Islamic Boarding School in Narmada, West Lombok. Using a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation, this study involved informants including the Head of Male Students' Care and the Head of Female Students' Care. The results showed that the parenting pattern applied is a democratic pattern manifested in three integrated domains of students' lives, namely the management of the Al-Kamal Student Organization (OSAKA) which provides space to plan, implement, and evaluate work programs independently; the active involvement of students in various internal committee activities of the Islamic boarding school such as Khazanah, New Student Admission and Welcoming, ESSENSIAL, and OSAKA Replacement; as well as the arrangement of dormitory life through the arrangement of personal belongings and the establishment of a cleaning picket system based on deliberation and mutual agreement. This democratic parenting pattern creates a balance between caregiver guidance and space for students to develop as active subjects capable of making decisions, solving problems, cooperating, and taking responsibility for their actions, thus proving successful in shaping students' independent character in a strong, sustainable, and well-internalized manner.
UURGENSI KLAUSUL PENYELESAIAN SENGKETA DALAM PERJANJIAN DAGANG DIGITAL MARKETPLACE DI INDONESIA Ega Anzani; Herroe Eduardo; Titie Syahnaz Natalia
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 1 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/p2ytsd13

Abstract

Marketplace sebagai bagian dari Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) membentuk hubungan hukum tripartit antara penjual, pembeli, dan platform sebagai fasilitator transaksi. Dalam praktiknya, klausul penyelesaian sengketa dalam perjanjian dagang digital dituangkan dalam bentuk kontrak baku yang disusun sepihak oleh platform dan memprioritaskan mekanisme penyelesaian sengketa secara internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter hukum kontrak dagang digital marketplace, model penyelesaian sengketa pada Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli, serta urgensi pengaturan klausul penyelesaian sengketa yang adil dalam kontrak digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan dokumen melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan serta syarat dan ketentuan penggunaan empat marketplace tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa marketplace bersifat administratif-teknis, privat, dan didominasi oleh kebijakan internal platform, sehingga menimbulkan ketidakseragaman mekanisme antarplatform, pembatasan tanggung jawab, serta penyempitan akses keadilan bagi konsumen. Klausul penyelesaian sengketa tidak lagi bersifat netral, melainkan berpotensi menjadi instrumen pembatasan hak konsumen dalam transaksi digital. Oleh karena itu, klausul penyelesaian sengketa yang adil menjadi urgen untuk direkonstruksi agar menjamin keadilan prosedural, keadilan substantif, serta kepastian hukum bagi para pihak. Kata Kunci: klausul sengketa, kontrak digital, marketplace, perlindungan konsumen