Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sosialisasi Memperkokoh Jiwa Bhinneka Tunggal Ika pada Diri Siswa-Siswi SMA Negeri 51 Jakarta Melalui Media Mural Subianto, Ismail Bambang; Hadiprawiro, Yulianto; Rukiah, Yayah
Darma Cendekia Vol. 2 No. 1 (2023): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v2i1.41

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemahaman para siswa-siswi kelas X Sekolah SMA Negeri 51 Jakarta mengenai teknik mural. Di setiap sekolah saat ini menggunakan sistem Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah kebijakan terobosan yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, yang bertujuan untuk mengembalikan otoritas pengelolaan pendidikan kepada sekolah dan pemerintah daerah. Kurikulum merdeka dimaknai sebagai desain pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai, menyenangkan, bebas stres dan bebas tekanan, untuk menunjukkan bakat alaminya. Selain belajar dalam kelas para siswa juga dapat belajar diluar kelas dengan sistem belajar praktik. Sekolah SMA Negeri 51 Jakarta, di kelas X ada mata pelajaran seni rupa yang membahas mengenai Mural. Dalam kurikulum merdeka ini untuk mata pelajaran seni rupa ada teori dan praktik langsung. Mural merupakan salah satu karya seni elemen ruang yang diwujudkan dalam bentuk lukisan ukuran besar mengisi dinding, langit-langit dan permukaan datar lainnya. Berdasarkan hal tersebut di atas, kami selaku tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pelatihan berupa pemaparan materi mengenai teknik mural dimulai dari sejarah, peralatan yang dibutuhkan sampai teknik-teknik mural yang digunakan. Pada saat pelaksanaan gambar di dinding tim mendampingi siswa-siswa dan tim juga menggambar pada dinding yang sudah disediakan dengan tema yang sudah ditentukan oleh sekolah sesuai dengan kurikulum merdeka.
Pembuatan Karakter Animasi “Halo Saya Disabilitas” untuk Memperkuat Isu Disabilitas pada Sektor Pendidikan Hadiprawiro, Yulianto; Susanti, Dewi Indah; Hidayati, Atiek Nur; Saptodewo, Febrianto; Dawami, Angga Kusuma
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): 2023
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of disability in the education sector still has not had much influence on changing the stigma towards Children with Special Needs (ABK) with disabilities in the education sector. Through the animated characters in the service "Hello I am disabled" it is an effort to understand the personal character of people with disabilities in the school education sector. This paper uses a descriptive-qualitative perspective on the process of creating animated characters for the animation "Hello I'm Disabled". The result of this paper is a process of dedication to the form of animated characters that have a strong identity in displaying visual constructions with depictions of disabilities.    
Maskot Asian Para Games 2018: Identitas dan Aplikasinya Hadiprawiro, Yulianto; Hidayati, Atiek Nur
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 01 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i01.46

Abstract

The 2018 Asian Para Games is a continent-level disability sports event that involves many athletes with disabilities in various sectors in the community at large. Indonesia hosted the sporting event for Difabel in 2018. As one of the international sports parties, in 2018, the Asian Para Games issued visual promotions to support the promotion needs of the event. Uniquely, the promotion form of the 2018 Asian Para Games is also supported by mascots and logos that resemble the 2018 Asian Games. Indirectly this supports the visual promotion of the Asian Para Games 2018. Campaign materials that are compatible with diffable entities are also needed as visual markers for a grand event like Asian Para Games 2018. Research discusses campaign material, focusing on mascot and visual production of derivatives from mascot. This aims to see how the 2018 Asian Para Games mascot becomes an important part of the visual promotion that is disseminated to the public. The visual representation that emerges will provide knowledge that in the Asian Para Games program, mascot is needed to support its visual promotion massively. This study found; (1) definition and history of bondol eagle mascot as the mascot of the Asian Para Games 2018; (2) The forms of visual mascot applications that appear have represented the Asian Para Games event, although they have not represented the visuals of Difabel. ABSTRAK Asian Para Games 2018 merupakan ajang olahraga difabel tingkat benua Asia yang melibatkan banyak atlet disabilitas diberbagai sektor di masyarakat secara luas. Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang perhelatan olahraga bagi Difabel pada tahun 2018. Sebagai salah satu pesta olahraga internasional, pada tahun 2018, Asian Para Games mengeluarkan promosi-promosi secara visual guna mendukung kebutuhan promosi terhadap acara tersebut. Uniknya, bentuk promosi Asian Para Games 2018 juga didukung oleh maskot dan logo yang menyerupai Asian Games 2018. Secara tidak langsung hal ini mendukung promosi visual Asian Para Games 2018. Materi kampanye yang sesuai dengan entitas difabel juga dibutuhkan sebagai penanda visual sebuah acara akbar layaknya Asian Para Games 2018. Penelitian membahas tentang materi-materi kampanye, dengan berfokus pada maskot dan produksi visual turunan dari maskot. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana maskot Asian Para Games 2018 menjadi bagian penting dalam promosi visual yang disebarkan ke masyarakat. Representasi visual yang muncul akan memberikan pengetahuan bahwa dalam acara setingkat Asian Para Games, memang diperlukan maskot untuk mendukung promosi visualnya secara masif. Penelitian ini menemukan; (1) definisi dan sejarah maskot burung elang bondol sebagai maskot Asian Para Games 2018; (2) Bentuk-bentuk aplikasi visual maskot yang muncul sudah merepresentasikan acara Asian Para Games, meskipun belum mewakili visual Difabel.
Katarsis Seni pada Lukisan “At Eternity’s Gate” Karya Vincent Van Gogh dalam Pandangan Kritik Seni Salsabila Syah Rokhim; Yulianto Hadiprawiro; Angga Kusuma Dawami
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 25, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v25i3.5651

Abstract

At Eternity’s Gate adalah sebuah lukisan minyak karya Vincent van Gogh yang dibuat pada tahun 1890 di Saint-Rémy de Provence. Lukisan tersebut diselesaikan pada awal Mei saat kesehatannya pulih dan sekitar dua bulan sebelum kematian-yang umumnya dianggap sebagai bunuh diri. Karena kasus bunuh diri yang dilakukannya maka penelitian ini bertujuan mengungkap tanda-tanda kondisi mental Vincent van Gogh melalui katarsis seni dalam karyanya. Pendekatan yang diampu ialah teori Kritik Seni Edmund Burke Feldman dalam bukunya “Art as Image and Idea” ke dalam 4 bagian yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Kritik seni merupakan salah satu cara untuk mengungkap dan memahami makna karya seni. Hasil penelitian mengacu kepada pemakaian warna kuning berlebih juga perpaduan biru sebagai representasi gejala gangguan mental yang dialami oleh Vincent van Gogh. Studi ini bisa dipakai untuk mengungkap makna dari ekspresi visual dari karya seni.
Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur Alberd, Ahmad; Nazari, Fahuzi; Hadiprawiro, Yulianto; Muntazori, Ahmad Faiz; Nadilah, Salwa
Abdi Seni Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i2.7068

Abstract

The author conducts discussions with the Management of the Baiturrahim Mosque Prosperity Council (DKM) regarding what media needs are needed. DKM Baiturrahim needs to make visual media to welcome the holy month of Ramadan. DKM needs attractive persuasive media, to attract residents to come to the mosque. Based on the needs of DKM Baiturrahim, the author created a Rontek Banner design that contains an invitation to come to the mosque and optimize worship in the holy month of Ramadan. At the stage of the work-making process, the author uses the Design Design Thinking method for the work-making process. Design Thinking is a human-centered approach to innovation that consists of five iterative stages: empathize, define, ideate, process and test. Each stage plays an important role in developing solutions that effectively address user needs. As a result, the team created a rontek design with the topic of congregational prayer and the virtues of fasting in the month of Ramadan. The author produced 10 designs that were submitted and installed in the inner and outer areas of the mosque. Keywords: rontek banner dakwah; visual dakwah; visual media ramadhan
Representasi City Branding Jakarta melalui Identitas Merek Asian Para Games 2018 Atiek Nur Hidayati; Yulianto Hadiprawiro; Angga Kusuma Dawami
Jurnal Desain Vol 6, No 03 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.663 KB) | DOI: 10.30998/jd.v6i3.3652

Abstract

Penelitian ini akan mengeksplorasi representasi city branding Jakarta melalui identitas merek Asian Para Games 2018. Asian Para Games sebagai sport mega event dapat menjadi akselerasi dalam membentuk city branding. Pendekatan kualitatif digunakan dengan studi kasus identitas merek Asian Para Games 2018 yang dikaitkan dengan elemen identitas city branding. Identitas merek yang akan dianalisis adalah logo, maskot dan slogan. Hasil penelitian ini adalah (1) logo, maskot, dan slogan Asian Para Games 2018, merupakan representasi dari visual difabel yang mengangkat konsep kesetaraan antara difabel dan non-difabel, sehingga tidak memberikan gambaran yang diskriminatif (2) visual difabel tidak harus selalu muncul jelas pada logo, maskot dan slogan; (3) identitas merek Asian Para Games 2018 merupakan salah satu citra city branding Jakarta yang diilustrasikan melalui elemen visual acara olahraga difabel terbesar di Asia.
Kajian Gaya Visual pada Naskah Indonesia yang Terdapat pada Buku Indonesian Manuscript in Great Britain Yulianto Hadiprawiro; Agung Zainal Muttakin Raden
Jurnal Desain Vol 4, No 02 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.589 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i02.978

Abstract

Perancangan Materi Kampanye Disabilitas untuk Kelompok Difabel di Klaten, Jawa Tengah Yulianto Hadiprawiro; Febrianto Saptodewo; Deni Setiawan
Jurnal Desain Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.847 KB) | DOI: 10.30998/jd.v7i3.5620

Abstract

Ketidak sempurnaan bentuk tubuh manusia bukan menjadi suatu penghalang untuk membantu membentuk brand kelompok difabel Klaten. Namun mereka memutuhkan kesetaraan dan kebutuhan pelayanan publik dengan non-difabel. Konsep dasar perancangan berangkat dari tema "difabel unggul klaten inklusi" diplikasikan pada desain kaos dan x bannner, dan medsos, instagram.. Proses perancangan yang dilakukan oleh Universitas Indraprasta PGRI adalah menawarkan desain yang digunakan untuk membantu kelompok Difabel Klaten dalam membentuk image dirinya terhadap masyarakat Klaten.
Iklan Tokopedia Versi BTS sebagai Representasi Korean Waves Adrian Conita; Yulianto Hadiprawiro; Atiek Nur Hidayati
Jurnal Desain Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.328 KB) | DOI: 10.30998/jd.v8i2.8666

Abstract

Perkembangan zaman yang pesat membuat teknologi mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Kemajuan teknologi ini ditandai dengan munculnya internet dimana saat ini semua orang dapat menggunakan internet untuk berbagai keperluan. Saat ini belanja online sudah menjadi kebutuhan pokok di semua kalangan. Perusahaan e-commerce bersaing satu sama lain untuk menarik perhatian orang dengan membuat iklan yang menggunakan duta merek (Brand Ambassador). Tokopedia merupakan mall online yang memungkinkan penjual untuk membuka toko dan melakukan penjualan dengan mudah tanpa harus memikirkan sewa toko dan membayar gaji karyawan dengan mengutamakan keamanan transaksi, menawarkan pengalaman jual beli online yang aman, mudah dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi Gelombang Korea yang tercermin dari keberadaan BTS dalam Iklan Komersial Tokopedia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik Charles Sanders Pierce dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi Korean Waves melalui BTS sebagai brand ambassador Tokopedia dalam iklan YouTube tercermin dari karakter positif sosok individu atau kelompok yang muncul untuk menarik persona konsumen Tokopedia