Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Padat Karya di Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya Joceline Larissa Pratama Ginting; Anggi Defira Marchegiani; Annisa Aulia Rahmah; Legina Ayu Puspita; Melanika Netta Anggraini; Tjitjik Rahaju; Ardiyansah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6293

Abstract

Program Padat Karya merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan pengangguran, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat pekerjaan informal yang tinggi. Di Kelurahan Manyar Sabrangan, program ini menjadi relevan dalam menjawab keterbatasan akses masyarakat terhadap pekerjaan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Padat Karya serta menilai efektivitasnya dalam mengurangi pengangguran di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Padat Karya telah berjalan cukup efektif dalam menyediakan lapangan kerja sementara dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Program ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif serta memperkuat peran pemerintah kelurahan sebagai fasilitator. Namun, implementasi program masih menghadapi kendala pada aspek komunikasi kebijakan yang belum optimal, keterbatasan kualitas sumber daya manusia, serta belum adanya sistem pengawasan dan standar operasional prosedur yang jelas. Selain itu, program masih cenderung berorientasi jangka pendek dan belum sepenuhnya mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan demikian, Program Padat Karya efektif sebagai solusi sementara, namun memerlukan penguatan sistem dan keberlanjutan kebijakan agar dampaknya lebih optimal.
Optimalisasi Belanja Daerah Kota Surabaya Sebagai Instrumen Pembangunan Daerah Bidang Pendidikan : Studi Tahun Anggaran 2025 Arnelita Ayu Az-zahwa; Herdiani Romadhona; Annisa Aulia Rahmah; Blezend Syahrira Rona Maynando; Yesha Verlita Evelin; Icha Chelsea Elisabeth Naibaho; Revienda Anita Fitrie; Melda Fadiyah Hidayat
Jurnal Media Administrasi Vol 11 No 1 (2026): April : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v11i1.3649

Abstract

This study aims to analyze the optimization of regional expenditure in the education sector of Surabaya City for the 2025 fiscal year in supporting regional development. The research uses a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation studies conducted at the Surabaya City Education Office. Data were obtained from relevant stakeholders involved in education budget management and supported by official documents related to policies and the implementation of education programs. The results show that the management of education expenditure has been aligned with the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) and applies the money follow program principle, which prioritizes programs based on community needs and development priorities. Programs such as Regional School Operational Assistance (BOPDA), educational assistance for students, school infrastructure development, and community-based learning innovations have contributed to expanding access to education, improving the equity of educational services, and reducing dropout rates. In addition, the use of monitoring systems, periodic evaluation, and the involvement of multiple stakeholders in supervision has strengthened transparency and accountability in budget management. However, several challenges remain, including limited implementation time, procurement constraints, and economic conditions such as inflation. Overall, education expenditure in Surabaya has been managed relatively well in terms of effectiveness, efficiency, and accountability while still requiring continuous improvement