Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kekuatan Pesantren: Memanfaatkan Jaringan Pendidikan Islam Indonesia Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional Muhammad Ali Ridho; M. F. Hidayatullah; Abdul Wadud Nafis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11076

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Seiring perkembangan ekonomi syariah nasional, fungsi pesantren mengalami transformasi dari lembaga pendidikan keagamaan menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis komunitas melalui pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, serta berbagai unit usaha produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pesantren terhadap pembangunan ekonomi nasional melalui dimensi pendidikan, sosial, ekonomi, dan kebijakan, serta merumuskan model konseptual kontribusi pesantren dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Data diperoleh dari jurnal ilmiah bereputasi, laporan pemerintah, dokumen kebijakan, dan berbagai publikasi terkait pesantren dan ekonomi syariah yang dianalisis menggunakan pendekatan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pesantren bersifat multidimensional. Pada dimensi pendidikan, pesantren membentuk sumber daya manusia yang berintegritas dan memiliki kompetensi ekonomi syariah. Pada dimensi sosial, pesantren membangun modal sosial melalui jaringan komunitas, solidaritas, dan pemberdayaan masyarakat. Pada dimensi ekonomi, pesantren mengembangkan UMKM, koperasi, kewirausahaan santri, serta mendorong digitalisasi usaha dan implementasi halal value chain. Sementara itu, pada dimensi kebijakan, integrasi pesantren dengan berbagai program nasional, seperti One Pesantren One Product (OPOP), Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), inkubator bisnis, dan penguatan ekosistem halal memperkuat peran pesantren sebagai aktor pembangunan ekonomi syariah nasional. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menunjukkan bahwa sinergi antara pendidikan, modal sosial, aktivitas ekonomi produktif, dan dukungan kebijakan mampu meningkatkan kemandirian pesantren sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Strategi Pemasaran Produk Kopi Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Cafe Perumda Perkebunan Khayangan Syafin Syafiqi; Muhammad Muslikhun Najib; Ken Arrif Bilhaqqi Nazal; Abdul Wadud Nafis
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 9 (2026): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i9.1541

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persaingan usaha kopi yang semakin meningkat serta belum optimalnya kegiatan pemasaran pada Cafe Perumda Perkebunan Kahyangan Jember. Permasalahan yang ditemukan meliputi promosi yang masih cenderung konvensional, pemanfaatan media sosial yang belum maksimal, keterbatasan variasi menu, serta pelayanan yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal serta merumuskan strategi pemasaran yang dapat mendukung peningkatan penjualan Kahyangan Coffee. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam kegiatan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kahyangan Coffee memiliki kekuatan berupa kualitas kopi robusta, ketersediaan bahan baku dari perkebunan sendiri, harga yang relatif terjangkau, dan produk kopi kemasan. Di sisi lain, kelemahan terdapat pada promosi digital, variasi menu, dan kualitas pelayanan. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi media sosial, pengembangan variasi menu, peningkatan pelayanan, penguatan identitas merek, pemanfaatan cerita produk, serta perluasan kerja sama dengan komunitas dan jaringan pemasaran.