Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII A PADA MATERI TEKANAN Anis Wildatus Saqinah; Aminatur Rosyidah; Faridatul Amanah
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v4i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Tekanan di kelas VIII MTsN 5 Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan SPSS 26. Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest setelah penerapan model PBL dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Tekanan.
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Argumentasi Siswa Pada Materi Sistem Peredaran Darah Faridatul Amanah; Aminatur Rosyidah; Anis Wildatus Saqinah
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v4i2.209

Abstract

Kemampuan argumentasi ilmiah merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran IPA Abad 21, namun faktanya masih rendah di kalangan siswa SMP karena pembelajaran yang didominasi ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah siswa kelas VIII pada materi sistem peredaran darah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian adalah 33 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tegaldlimo yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah tes esai kemampuan argumentasi ilmiah yang mengacu pada indikator claim, evidence, dan warrant dari Toulmin's Argument Pattern. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata nilai siswa dari 69,70 (pretest) menjadi 83,33 (posttest). Uji hipotesis menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05), yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model PjBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Temuan ini merekomendasikan PjBL sebagai model inovatif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 di kelas IPA.
IMPLEMENTATION OF LEARNING ON THE DEVELOPMENT OF ATOMIC THEORY AT MADRASAH ALIYAH ALAMIRIYAH DARUSSALAM BANYUWANGI USING CHATGPT APPROACHES Atina Khoiron Nisa; Aminatur Rosyidah; Aslih Qurrata A&#039;yuni
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 8 No. 1 (2026): January - June 2026
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v8i1.14713

Abstract

This study aims to analyze the integration of Artificial Intelligence (AI) via ChatGPT as an instructional tool to address these educational challenges at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi. Employing a quantitative descriptive research design, data were collected from 29 students using structured questionnaires and learning analytics to evaluate perceptions of accessibility, usability, problem-solving effectiveness, and future sustainability. The results indicate that 93.1% of students perceived ChatGPT as user-friendly and comfortable, establishing a crucial structural factor that mitigates learning anxiety and boosts engagement. In terms of academic utility, 82.8% of participants found ChatGPT effective for solving complex problems related to Dalton’s, Thomson’s, Rutherford’s, and Bohr’s atomic models, although a minor segment (17.2%) experienced limitations due to prompt formulation. Long-term projection data revealed a highly positive acceptance trajectory, with 89.7% of students expressing explicit motivation to continue utilizing ChatGPT in their future academic endeavors. The study concludes that integrating ChatGPT effectively resolves traditional instructional bottlenecks by fostering learner autonomy, providing psychological comfort, and enhancing material accessibility. While the findings reflect subjective student perceptions rather than direct academic performance, they demonstrate that adaptive AI platforms hold immense, sustainable potential for permanent integration within the digital transformation of chemistry education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) melalui ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran untuk mengatasi tantangan pendidikan tersebut di Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 29 siswa menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis pembelajaran untuk mengevaluasi persepsi mengenai aksesibilitas, kegunaan, efektivitas pemecahan masalah, serta keberlanjutan di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,1% siswa menilai lingkungan belajar berbasis ChatGPT ini mudah sehingga pengguna nyaman, yang membentuk faktor struktural krusial untuk mengurangi kecemasan belajar sekaligus meningkatkan keaktifan siswa. Dalam hal kegunaan akademik, 82,8% partisipan menilai ChatGPT efektif untuk menyelesaikan masalah rumit terkait model atom Dalton, Thomson, Rutherford, dan Bohr, Sebagian siswa (17,2%) mengalami kendala akibat tantangan dalam merumuskan instruksi. Data proyeksi jangka panjang menunjukkan trajektori penerimaan yang sangat positif, di mana 89,7% siswa menyatakan motivasi yang jelas untuk terus menggunakan ChatGPT dalam aktivitas akademik mereka di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ChatGPT secara efektif mengatasi hambatan instruksional tradisional dengan menumbuhkan kemandirian belajar siswa, memberikan kenyamanan psikologis, dan meningkatkan aksesibilitas materi. Meskipun temuan ini lebih merefleksikan persepsi subjektif dan kenyamanan siswa daripada mengukur prestasi akademik secara langsung, data tersebut menunjukkan bahwa platform AI yang adaptif ini memiliki potensi besar dan berkelanjutan untuk diintegrasikan secara permanen dalam transformasi digital pendidikan kimia.
"GREENTEA SCHOOL": DARI KONSEKUENSI KE KREATIVITAS, MELAHIRKAN PROYEK DEEP LEARNING Aminatur Rosyidah; Ika Dewi Sumiati; Dwi Swastanti Ridianingsih; Elok Hidayah
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 3 No. 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v3i4.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model “Greentea School” sebagai pendekatan disiplin edukatif yang mengintegrasikan literasi sains, literasi digital, dan pengenalan konsep kecerdasan buatan melalui aktivitas klasifikasi tanaman. Program ini mentransformasi konsekuensi keterlambatan siswa dari hukuman retributif menjadi pengalaman belajar yang bermakna melalui observasi lapangan, identifikasi ciri morfologis tumbuhan, pengolahan data, serta pembuatan barcode digital sebagai katalog biodiversitas sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SMAN 1 Glenmore, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam motivasi intrinsik, tanggung jawab, dan keterlibatan siswa. Selain itu, program meningkatkan kemampuan siswa dalam manajemen data, pemahaman prinsip supervised learning, serta penerapan teknologi digital secara kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa Greentea School merupakan model disiplin terintegrasi yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan dapat direplikasi untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus kompetensi abad ke-21.