Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Exploring Preservice Science Teachers’ Conceptual Understanding of Wave–Particle Duality through Prompt-Based Learning Jadnika Amrullah; Nur Ahmad; Sri Rejeki Dwi Astuti; Firdha Yusmar; Ika Dewi Sumiati; Soraya Firdausi; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra; Israel Ametepey
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v12i1.96211

Abstract

This study aims to explore preservice science teachers’ conceptual understanding of wave–particle duality and to examine the role of prompt-based learning in supporting conceptual change. A qualitative-dominant mixed-methods design was employed involving 32 preservice science teachers enrolled in a physics education course. Data were collected through pre- and post-instruction open-ended conceptual tasks and written responses to structured prompts during instruction. Quantitative analysis was used to identify trends in conceptual understanding, while qualitative thematic analysis examined the nature and development of participants’ explanations. The results indicate that prior to instruction, most participants demonstrated classical or hybrid reasoning regarding wave–particle duality. After engaging in prompt-based learning, there was a significant increase in quantum-consistent conceptual understanding, accompanied by a shift from ontological to epistemic, model-based reasoning. The findings also reveal that explanation, reflective, and prediction–evaluation prompts played a key role in fostering conceptual coherence and metacognitive awareness, although some hybrid reasoning persisted. These results highlight the potential of prompt-based learning as an effective instructional approach for supporting preservice science teachers’ understanding of abstract quantum concepts.
ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 1 KALISAT JEMBER Asna Muflihah; Maya Safana; Febby Erlyta Alifia; Fina Ernaningtyas Winastuti; Afifah Thoriqoh Islami; Ika Dewi Sumiati
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) digunakan di SMP Negeri 1 Kalisat Jember, meliputi perencanaan, jenis media yang digunakan, peran media, kendala, serta efektivitasnya terhadap motivasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dan wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran IPA. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa guru telah memanfaatkan berbagai media, seperti alat peraga, bahan alami, serta perangkat digital seperti proyektor, secara efektif dan kreatif meskipun terdapat keterbatasan fasilitas laboratorium. Pemanfaatan media pembelajaran kontekstual yang berbasis pada lingkungan terbukti mampu meningkatkan motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi IPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran di SMP Negeri 1 Kalisat Jember tergolong efektif, mendukung pembelajaran yang menarik dan bermakna, serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran IPA.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHANNYA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 KALISAT Irma Rohimah Aulia; Teresia Intan Maharani; Sofia Rahmadina; Firda Ani Nofiah; Mafatu Zahra Salsabila; Ika Dewi Sumiati
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara rinci bagaimana pendekatan kontekstual diterapkan untuk memperkuat pemahaman konsep pada materi zat dan perubahannya pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kalisat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep abstrak karena metode pembelajaran masih berpusat pada guru serta minimnya keterkaitan antara materi dengan pengalaman nyata. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap guru IPA dan siswa yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi situasi dan fenomena sehari-hari melalui pendekatan kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa membangun konsep melalui pengalaman autentik, diskusi kelompok, dan kegiatan reflektif. Kendala seperti kurangnya fasilitas laboratorium dan keterbatasan waktu dapat diatasi dengan penggunaan media pembelajaran sederhana. Secara keseluruhan, pendekatan ini efektif mendukung pembelajaran IPA yang lebih bermakna dan sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
"GREENTEA SCHOOL": DARI KONSEKUENSI KE KREATIVITAS, MELAHIRKAN PROYEK DEEP LEARNING Aminatur Rosyidah; Ika Dewi Sumiati; Dwi Swastanti Ridianingsih; Elok Hidayah
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 3 No. 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v3i4.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model “Greentea School” sebagai pendekatan disiplin edukatif yang mengintegrasikan literasi sains, literasi digital, dan pengenalan konsep kecerdasan buatan melalui aktivitas klasifikasi tanaman. Program ini mentransformasi konsekuensi keterlambatan siswa dari hukuman retributif menjadi pengalaman belajar yang bermakna melalui observasi lapangan, identifikasi ciri morfologis tumbuhan, pengolahan data, serta pembuatan barcode digital sebagai katalog biodiversitas sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SMAN 1 Glenmore, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam motivasi intrinsik, tanggung jawab, dan keterlibatan siswa. Selain itu, program meningkatkan kemampuan siswa dalam manajemen data, pemahaman prinsip supervised learning, serta penerapan teknologi digital secara kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa Greentea School merupakan model disiplin terintegrasi yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan dapat direplikasi untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus kompetensi abad ke-21.