Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pencegahan anemia. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih tergolong rendah sehingga dapat mengurangi efektivitas program suplementasi zat besi yang telah dilaksanakan termasuk di SMPN 2 Berastagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMP Negeri 2 Berastagi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 167 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (58,7%), sikap kurang (56,9%), dukungan keluarga kurang (61,7%), dukungan teman sebaya kurang (68,3%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (64,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001; PR=1,446), sikap (p=0,004; PR=2,165), dan dukungan keluarga (p=0,000; PR=1,864) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,255; PR=1,155). Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga merupakan faktor yang perlu menjadi sasaran utama intervensi untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, sedangkan dukungan teman sebaya pada penelitian ini belum terbukti berhubungan secara signifikan. Edukasi mengenai anemia dan manfaat TTD perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga serta sekolah sebagai pengingat konsumsi TTD pada siswi.