Aprilinda M Harahap
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TAWHID AND TOLERANCE: MUSLIM YOUTH ACTIVITIES RESPONSES TO THE INDONESIAN ULAMA COUNCIL’S PROHIBITION ON CHRISTMAS GREETINGS Aprilinda M Harahap; Ziaulhaq Hidayat; Mohammad Fahmi Abdul Hamid
ILMU USHULUDDIN Vol. 12, No. 2, December 2025
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.vi.50785

Abstract

This study aimed to investigate Indonesian Ulema Council (MUI) fatwa on Christmas, particularly the prohibition of greeting Christians with “Merry Christmas.” It addressed two main questions, namely what is the content of MUI fatwa on Christmas, and how does the relationship between tawhid and tolerance manifest in Christmas greetings? To achieve this objective, a qualitative case study design was used. Data sources included MUI fatwa on Christmas and the perspectives of young Muslim activists on Christmas greetings. The results showed that MUI fatwa on Christmas and the prohibition of Christmas greetings were based on the 1981 and 2016 fatwas, further reinforced by sermons from North Sumatra and South Sulawesi MUI regarding Christmas greetings. MUI fatwa is derived from the Qur’an, Hadith, Usul Fiqh, and Ulama's opinions. The religious arguments referenced by MUI generally emphasize an attitude of hostility between Muslim and non-Muslim, while other normative sources that promote religious tolerance are not adequately referenced to provide a context for harmonious relations between Muslim and non-Muslim. Meanwhile, the perspective of young Muslim activists on the relationship between tawhid and Christmas greetings shows that there is no direct relationship between tawhid and Christmas greetings. However, the greetings can foster religious tolerance. MUI perspective on Christmas, particularly the prohibition of Christmas greetings, appears to be irrelevant to the context of Indonesian pluralistic society.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga dan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi SMPN 2 Berastagi Ade Risma; Wasiyem; Delfriana Ayu Astuty; Yulia Khairina Ashar; Aprilinda M Harahap
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2571

Abstract

Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pencegahan anemia. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih tergolong rendah sehingga dapat mengurangi efektivitas program suplementasi zat besi yang telah dilaksanakan termasuk di SMPN 2 Berastagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMP Negeri 2 Berastagi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 167 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (58,7%), sikap kurang (56,9%), dukungan keluarga kurang (61,7%), dukungan teman sebaya kurang (68,3%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (64,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001; PR=1,446), sikap (p=0,004; PR=2,165), dan dukungan keluarga (p=0,000; PR=1,864) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,255; PR=1,155). Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga merupakan faktor yang perlu menjadi sasaran utama intervensi untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, sedangkan dukungan teman sebaya pada penelitian ini belum terbukti berhubungan secara signifikan. Edukasi mengenai anemia dan manfaat TTD perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga serta sekolah sebagai pengingat konsumsi TTD pada siswi.