Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Buku Aktivitas Anak Hebat sebagai Upaya Penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Kelas IV SDN 20 Cakranegara Ni Made Kusumasari; Prayogi Dwina Angga; I Putu Herry Widhi Andika
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1946

Abstract

This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of the great children activity book as an effort to implement the Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat in grade IV of SDN 20 Cakranegara. The method used in this study is Research and Development (R&D), with a 4D model consisting of define, design, develop, and disseminate. The subjects in this study were 27 grade IV students and one teacher at SDN 20 Cakranegara. The object of this study was the great children activity book, designed as an effort to implement the Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. The data analysis techniques used were descriptive qualitative and quantitative. Data were collected using observation sheets, interview sheets, validity questionnaires, practicality questionnaires, and pretest/posttest questionnaires. The results showed that the media expert's validity was 90%, categorized as very valid, and the material expert's validity was 95,83%, categorized as very valid. The practicality level based on student responses in trial I was 90,87%, categorized as very practical, and in trial II, the practicality score was 88,27%, categorized as very practical. Furthermore, based on teacher responses in trial I, the practicality score was 91,66%, categorized as very practical, and in trial II, the practicality score was 97,22%, categorized as very practical. The effectiveness level, with an N-Gain score of 0,36, falls into the moderate category, indicating that the use of the great children activity book in implementing the Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, is quite effective. Thus, the activity book developed is declared valid, practical, and effective, so that it can be used in implementing the Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Mitigasi Dampak Digitalisasi melalui Habituasi Dual Literacy (Fisik dan Sosial): Implementasi Permainan Edukatif dan Tradisional di Sekolah Dasar Prayogi Dwina Angga; Nurwahidah Nurwahidah; I Putu Herry Widhi Andika; Catur Prima Eka Putra Abdullah; Irwandi Putra Ramli; Ni Made Kusumasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/6fwxx781

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk optimalisasi lingkungan sekolah sebagai pusat promosi gaya hidupaktif dan sehat, sekaligus menginternalisasikan karakter siswa yang kuat dan terampil secara sosial melalui penguatan literasi fisik dan sosial. Pendekatan berbasis ekspriensial dan pendekatan edukasi melalui permainan menjadi pendekatan yang saling melengkapi pada kegiatan pengabdian ini. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2026 dengan melibatkan 2 sekolah mitra, yaitu SD Negeri 1 Kekait di Kabupaten Lombok Barat dan SD Negeri 24 Mataram. Kegiatan ini terlaksana melalui 3 tahapan utama yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan dilakukan dengn pola progresi yang sistematis dan kolaboratif dengan melibatkan secara penuh guru sebagai mitra aktif sekaligus pelaksana program. Secara menyeluruh, hasil evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini mendapatkan hasil yang positif dengan merujuk pada rerata respon atau kepuasan siswa sebesar 89,55%, diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru yang mendapatkanrespon positif terhadap implementasi permainan edukatif dan permainan tradisional. Hasil observasi yang dilakukan oleh tim pengabdianjuga menemukan bahwa kegiatan ini telah membangun lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Dengan demikian, hasil pelaksanaan kegiatan ini berhasil memperkuat literasi fisik dan literasi sosial sekligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aktif, partisipatif, dan menyenangkan.