Articles
Quality Of Physical Condition Of Youth Pencak Silat Athletes Reviewed From Speed, Power, and Strength
Haris Nugroho;
Satria Yudi Gontara;
Prayogi Dwina Angga;
Gatot Jariono;
Inosen Lingsir Maghribi
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 5, No 1 (2021): MARET (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jk.v5i1.14376
The purpose of this study was to analyze the physical quality of youth pencak silat athletes in terms of speed, power and strength. The sample of this study was athletes Pencak silat category of young male and female numbered 40 people consisting of 20 male and 20 female. Sampling techniques use purposive samples because it considers the characteristics of age and gender. The quasi-experimental method with the quantitative approach used in this research, The constellation of this research is pretest-posttest one group design. Data analysis techniques use descriptive statistics and inferential statistics. Descriptive analysis aims to describe the characteristics of this research while inferential analysis using paired one sample test at a significant level ?= 0.05, overall data analysis used is SPSS program version 20.0. The results of this study showed that the quality of physical condition of athletes in the youth competition category is reviewed from speed, power, and strength in the good category. However, in this study, the need to further identify anthropometrics, and psychology athletes to determine the achievements of adolescent martial arts match categories according to gender characteristics.
RINTISAN KELOMPOK BELAJAR ANAK DISABILITAS DI DESA KROMENGAN KABUPATEN MALANG
Prayogi Dwina Angga;
Deddy Whinata Kardiyanto;
Sugiharto Sugiharto;
Desiana Merawati;
Angga Wahyu Setya Budi;
Firly Imaniar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2629
Perluasan kesempatan belajar dan persepsi keliru serta kecenderungan mendiskriminasikan anak penyandang disabilitas merupakan persoalan serius yang dihadapi oleh Desa Kromengan. Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan aksesibilitas dan kesetaraan hak untuk memperoleh pendidikan yang layak bagi anak disabiltas dalam bentuk rintisan kelompok belajar di Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahapan diantaranya melakukan pendataan dan verifikasi data anak disabilitas usia sekolah yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pentingnya pendidikan bagi anak disabilitas serta memberikan pendampingan langsung dalam bentuk kelompok belajar kepada anak-anak disabilitas. Hasil kegiatan ini adalah teridentifikasinya sejumlah anak disabilitas usia sekolah; berhasil memberikan edukasi tentang pentingnya pendidikan bagi anak disabilitas bagi orang tua dan seluruh komponen masyarakat; dan terwujudnya rintisan kelompok belajar bagi anak usia sekolah di Desa Kromengan. Kegiatan ini berdampak sangat besar dalam mewujudkan kepedulian masyarakat Desa Kromengan terhadap layanan pendidikan anak disabilitas usia sekolah dan mewujudkan kesempatan serta wadah belajar bagi anak disabilitas, sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf pendidikan dan kesejahteraan bagi anak disabilitas di Desa Kromengan.
Studi Perbandingan Kemampuan Gerak Lokomotor dan Manipulatif Dataran Rendah dan Dataran Tinggi Siswa SD
Ridho Pamungkas;
Prayogi Dwina Angga;
Usman Wahyudi
JOLMA Vol. 2 No. 2 (2022): JOLMA
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jolma.v2i2.6732
Gerak lokomotor dan manipulatif merupakan gerak dasar yang penting untuk dikuasai pada umur 9-10 tahun karena dapat mempengaruhi aktifitas gerak dan bermain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan membandingkan gerak dasar anak usia 9-10 tahun di dataran rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Hasil dari data yang sudah di analisis menggunakan uji normalitas pada dataran rendah diperoleh nilai signifikan sebesar 0,064 > 0,05 maka data berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas di dataran tinggi memiliki nilai signifikan 0,061 > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas mendapat nilai signifikan 0,890 > 0,05 maka data homogen. Kemudian dilanjutkan dengan uji beda diperoleh nilai signifikan 0,004 < 0,05 berarti ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan gerak lokomotor dan manipulatif di dataran rendah lebih rendah dibandingkan dengan dataran tinggi.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN GERAK LOKOMOTOR DAN MANIPULATIF BERDASARKAN KETINGGIAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Prayogi Dwina Angga;
Ridho Pamungkas;
Usman Wahyudi
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/bravos.v10i1.2292
Gerak lokomotor dan manipulatif merupakan gerak dasar yang penting untuk dikuasai pada umur 9-10 tahun karena dapat mempengaruhi aktifitas gerak dan bermain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan membandingkan gerak dasar anak usia 9-10 tahun di dataran rendah dan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Hasil dari data yang sudah di analisis menggunakan uji normalitas pada dataran rendah diperoleh nilai signifikan sebesar 0,064 > 0,05 maka data berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas di dataran tinggi memiliki nilai signifikan 0,061 > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas mendapat nilai signifikan 0,890 > 0,05 maka data homogen. Kemudian dilanjutkan dengan uji beda diperoleh nilai signifikan 0,004 < 0,05 berarti ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan gerak lokomotor dan manipulatif di dataran rendah lebih rendah dibandingkan dengan dataran tinggi.
The Secret Garden of Pakisjajar: Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal
Fahrial Amiq;
Prayogi Dwina Angga
Jurnal KARINOV Vol 5, No 2 (2022): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v5i2p96-112
Berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa Pakisjajar tentunya dapat menjadi satu lokasi yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Desa Pakisjajar adalah adanya enam sumber mata air yang cukup melimpah. Kegiatan pengandian kepada masyarakat dilakukan dengan pendekatan dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mengajak masyarakat Desa Pakisjajar untuk berperan serta secara aktif dalam proses pembangunan, pengembangan dan mewujudkan desa wisata yang berbasis alam. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu (1) penggalian informasi dan analisis kebutuhan; (2) penyusunan desain perencanaan; dan (3) perbaikan aksesibilitas. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikonstruksi dalam bentuk analisis kebutuhan sebagai dasar membuat rencana, rancangan atau desain tiga dimensi yang dapat dijadikan rencana induk pengembangan lokasi wisata di desa Pakisjajar dan menghasilkan prasarana berupa jalan (aksesibilitas) sebagai salah satu prasyarat dasar dalam pengembangan desa wisata. Adanya pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat pada kegiatan ini telah menjadikan sumber daya lokal dengan segala potensi yang dimiliki untuk dikelola secara swadaya guna peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pakisjajar. Kata kunci— Desa wisata, Pengembangan desa, Kearifan lokal Abstract The various potentials of Pakisjajar village can certainly be a location that allows it to be developed as a tourist attraction. The potentials that can be developed in Pakisjajar village is the existence of six springs which are quite abundant. Community service activities are carried out with an approach by providing the widest opportunity and inviting the Pakisjajar village community to participate actively in the process of development, development and realizing a nature-based tourism village. There are three stages carried out in this community service activity, namely (1) extracting information and analyzing needs; (2) preparation of planning designs; and (3) accessibility improvements. The results of this community service activity are constructed in the form of a needs analysis as a basis for making plans, designs or three-dimensional designs that can be used as a master plan for the development of tourist sites in Pakisjajar village and produce infrastructure in the form of roads (accessibility) as one of the basic prerequisites in developing a tourist village. The existence of community-based tourism development in this activity has made local resources with all their potential to be managed independently in order to improve the welfare of the community in Pakisjajar Village. Keywords— Village-based tourism, Village Development, Local Wisdom
Feasibility of Aspects of Content, Language and Usefulness in the Development of Partnership Model-Based Student Learning Activity Instruments in Elementary Schools
Arif Widodo;
Prayogi Dwina Angga;
Muhamad Syazali;
Umar Umar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 23 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.619 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.7435041
The existence of instruments in measuring student learning activities plays a very important role. This study aims to determine the feasibility of aspects of content, language and usefulness in developing student learning activity instruments based on the partnership model in elementary schools. The type of research used is development research. The development model used is the 4D model with define, design, develop and disseminate stages. The instruments used in data collection included: needs analysis questionnaires, instrument validation sheets by evaluation experts, instrument validation sheets by linguists and instrument validation sheets by users. The results showed that the feasibility of student activity sheet instruments from the content aspect got a score of 86, the language aspect got a score of 82, and the usability aspect got a score of 88. The validation results on the partnership model based learning activity sheet instrument show that from the aspect of content and usefulness the instrument is categorized very feasible, while from the aspect of language it is included in the feasible category. Based on the results of the validation test, it can be concluded that the partnership model-based instrument is feasible to use to measure student learning activities in elementary schools
Evaluasi Proses Belajar Mengajar Matakuliah Bermain dan Permainan Anak Sekolah Dasar
Prayogi Dwina Angga;
Deddy Whinata Kardiyanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6927
Evaluasi pengajaran merupakan langkah yang efektif untuk meningkatkan kualitas pengajaran, meningkatkan kualitas pengajaran guru, dan mencapai pengelolaan pembelajaran yang ilmiah dan sistematis. Studi ini menggali informasi yang berkaitan dengan proses belajar mengajar melalui evaluasi ekstensif pada matakuliah bermain dan permainan anak Sekolah Dasar yang menjadi salah satu matakuliah di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan tertentu dari objek yang akan diteliti. Secara lebih khusus penelitian ini akan menggambarkan kondisi apa adanya tentang evaluasi proses belajar mengajar (PBM) pada matakuliah bermain dan permainan anak SD di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Hasil evaluasi yang telah dilakukan pada matakuliah ini menunjukkan bahwa seluruh rangkaian proses belajar yang dilakukan telah dirasakan sangat baik dan bermakna oleh mahasiswa. Seluruh proses belajar mengajar yang dikemas dalam bentuk pembelajaran aktif (active learning) dengan memadukan teori dan praktik dapat dipertanggungjawabkan efekivitas dan efisiensinya serta dapat terlaksana dengan terarah dan terukur sesuai dengan Standar Capaian Pembelajaran Lulusan (SCPL) yang termaktub pada matakuliah bermain dan permainan anak Sekolah Dasar.
Pengembangan Lembar Observasi Aktivitas Belajar Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Di Sekolah Dasar
Arif Widodo;
Prayogi Dwina Angga;
Muhammad Syazali;
Umar Umar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10145
Aktivitas belajar siswa sekolah dasar dalam pembelajaran jarah jauh lebih sulit diamati jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Guru membutuhkan bantuan orang tua untuk memantau aktivitas belajar siswa. PermasalahanNya adalah instrumen yang berbasis kolaborasi antara guru dan orang tua belum tersedia. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan pengembangan instrumen lembar observasi aktivitas belajar berbasis model partnership. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menciptakan instrumen baru berbasis model partnership yang dapat digunakan untuk mengukur keterlibatan siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara. Tahapan penelitian ini antara lain analisis permasalahan, penyusunan desain instrumen, validasi instrumen, uji coba instrumen dalam skala terbatas, revisi instrumen dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan mendapat penilaian 4.60 dari validator ahli dan 4.64 dari pengguna. Berdasarkan penilaian dari validator tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen yang dikembangkan layak digunakan untuk mengukur aktivitas belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh
Analysis Of Strategy of The School Principal In Improving Teacher's Pedagogical Competence In Elementary Schools
Umar Umar;
Prayogi Dwina Angga
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11351
Kompetensi guru menjadi faktor utama dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Hal ini karena guru menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik. Melalui kompetensi pedagogic guru mampu mengajar dengan baik di kelas. Kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan kompetensi pedagogic guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah di salah satu SDN di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data menggunakan tahapan analisis dari Milles dan Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang digunakan kepala sekolah adalah: (1) Membangun motivasi guru dengan cara memberi arahan, berdiskusi, dan memberikan penghargaan. (2) Melakukan supervisi. (3) mendorong guru untuk mengikuti pelatihan, baik yang diselenggarakan di dalam sekolah mapun di luar sekolah. (4) mendorong guru agar terlibat aktif dalam musyarawah guru mata pelajaran.
PEMBUATAN DESAIN GAPURA SEBAGAI UNSUR PEMBENTUK IDENTITAS DESA
Prayogi Dwina Angga;
Deddy Whinata Kardiyanto;
Dwiham Herlambang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12982
ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat rancangan desain dan rencana anggaran biaya (RAB) gapura Desa Kromengan yang dapat menjadi sebuah identitas yang dapat menjadi penanda wilayah dan diwujudkan dalam bentuk gapura yang menjadi pintu gerbang. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang merupakan sebuah pendekatan dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pengembangan melalui sebuah kegiatan. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan beberapa capaian diantaranya: desain gapura yang memiliki konsep arsitektural lokal Jawa Timur dengan unsur kontemporer yang diwarnai dengan ekspresi budaya Desa Kromengan dan dapat dipadukan dengan unsur-unsur modern; dan RAB dan desain gapura dibuat secara efisien, menarik tapi tidak berlebihan dan dapat direalisasikan. Produk berupa desain dan RAB yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk gambar desain dan RAB telah memenuhi azas kemanfaatan dan dapat menjadi solusi terhadap kebutuhan dan dapat menjadi pembentuk identitas Desa Kromengan. Kata kunci: gapura; identitas; desa. ABSTRACTThis community service activity aims to make a design plan and budget plan (RAB) for the gate of Kromengan Village which can become an identity that can become an area marker and is manifested in the form of a gate that becomes the gate. The approach or method used in the context of community service is Participatory Rural Appraisal (PRA) which is an approach by inviting the community to participate in the process of development and development through an activity. This dedication activity resulted in several achievements including the design of the gate which has a local East Javanese architectural concept with contemporary elements colored by the cultural expressions of Kromengan Village and can be combined with modern elements; the RAB and the gate design are made efficiently, attractive but not excessive and realizable. Products in the form of designs and RAB produced in community service activities in the form of design drawings and RAB have fulfilled the principle of expediency and can be a solution to needs and can form the identity of Kromengan Village. Keywords: gate; identity; village.