Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan dan penerapan sistem keamanan berbasis Internet of Things (IoT) dan monitoring berbasis website bagi kinerja Atmospheric Water Generator (AWG) untuk sistem pertanian lahan kering di Desa Tesiayofanu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan Jefri S. Bale; Renold Modok; Rima Nindia Selan; Ben V. Tarigan; Louis Ferdinand Boesday; Jusuf R. Manilapai
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29959

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat melalui kemitraan masyarakat dilaksanakan  dalam rangka mendukung program nasional dalam peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan kejuruan. Mitra merupakan Desa yang berada di Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan PkM berlangsung selama 10 (enam) bulan dengan keterlibatan 3 (tiga) dosen dan 5 (lima) mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki ketrampilan untuk dapat menggunakan sistem kontrol keamana AWG dan sistem monitoring berasis IoT. Kegiatan ini disampaing meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam berbagai sistem kontrol di industri. Metode yang akan dilaksanakan pada PKM ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan. Persiapan yang akan dilakukan meliputi  observasi,  survey  lokasi,  dan  penyampaian  masalah  serta  solusi  yang  akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan berupa perancangan alat, ujicoba alat, peningkatan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pelatihan penggunaan alat, pendampingan dalam pemeliharaan alat, tahap monitoring oleh tim pelaksana dan evaluasi pelaksanaan program.   Kata kunci: sistem keamanan; IoT; AWG, Website. Abstract The Community Service Program through community partnerships is carried out in order to support the national program in improving human resources through vocational education. Mitra is a village located in TTS Regency, East Nusa Tenggara Province. PkM activities lasted for 10 (six) months with the involvement of 3 (three) lecturers and 5 (five) students. Through this activity, it is hoped that the community will have the skills to be able to use the AWG safety control system and the IoT-based monitoring system. This activity is aimed at improving skills and knowledge in various control systems in the industry. The methods that will be implemented in this PKM include the preparation stage, the implementation of activities, monitoring and evaluation, and the preparation of reports. The preparations that will be carried out include observation, location surveys, and submission of problems and solutions that will be taken in the implementation of activities. The implementation is in the form of tool design, tool testing, partner capacity building through training and training in the use of tools, assistance in tool maintenance, monitoring stages by the implementation team and evaluation of program implementation. The outputs of this PKM activity include the achievement of program target outputs, and output achievement targets in the form of publication of activity results in national journals and scientific meetings, and publications in newspapers and social media. Keywords: security system; IoT; AWG; Website.
Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Open Inquiry Dalam Challenge-Based Learning Bagi Guru dan Siswa untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Frans F. Goe Ray; Renold Harse Modok; Gunadi Tjahjono; Tetty Setiawaty; Louis Ferdinand Boesday; Nur Hijriah Zubaedah Narang; Risal Mantofani Arpin; Abdi Kurniawan Radja
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v5i1.26008

Abstract

Keterampilan Berpikir Kritis (KPK) siswa di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan guru dalam menerapkan model pembelajaran mandiri seperti Inkuiri Terbuka (OI). Tujuan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan KPK siswa dan kompetensi pedagogis guru melalui pelatihan integrasi model Open Inquiry dalam kerangka Challenge-Based Learning (OI-CBL). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan hybrid workshop dan coaching intensif selama 4 minggu dengan melibatkan 25 guru dan 25 siswa kelas V SD Inpres Nunbaun Sabu sebagai sasaran. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen tes uraian terstruktur untuk KPK siswa serta rubrik penilaian dokumen RPP/Modul Ajar untuk guru. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan rata-rata KPK siswa sebesar 25,85%, dengan capaian tertinggi pada indikator mengevaluasi solusi (30,2%). Sementara itu, kompetensi guru dalam menyusun perangkat ajar meningkat sebesar 30 poin, mengubah kualifikasi dari kategori Kurang menjadi Baik. Kesimpulan dari program ini adalah kerangka CBL efektif memberikan struktur bagi model OI sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa secara terarah. Pembentukan Professional Learning Community (PLC) direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan model ini.
Peningkatan Kompetensi Pedagogis Guru SD melalui Optimalisasi Generative AI dalam Penyusunan Bahan Ajar Interaktif Yetursance Y. Manafe; Louis Ferdinand Boesday; Abdi Kurniawan Radja
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v5i1.26009

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pelatihan Generative Artificial Intelligence (AI) sebagai asisten pedagogis bagi guru SD Inpres Maulafa, Kupang. Menggunakan metode mixed-methods melalui workshop berbasis praktik, evaluasi dilakukan terhadap 25 partisipan. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi teknis yang signifikan, dengan kenaikan skor rata-rata post-test sebesar 32 poin pada aspek prompt engineering. Implementasi AI terbukti mereduksi beban administratif dan mendukung diferensiasi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Implikasinya, transformasi digital di wilayah NTT memerlukan integrasi kebijakan yang menjamin keberlanjutan infrastruktur guna mengeliminasi kesenjangan digital yang persisten.