Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN SELF-CARE SKILLS ANAK DOWN SYNDROME Sofia; Supriadi Torro; Ilham Samudra Sanur; Liza Dwi Eftiza Khairunniza; Muh. Watif Massuanna
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5700

Abstract

Penyandang Down Syndrome sering mengalami hambatan dalam keterampilan perawatan diri (self-care skills) yang berdampak pada rendahnya tingkat kemandirian. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya pemahaman orang tua mengenai strategi pendampingan yang tepat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan pada Maret 2026 ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam mengembangkan self-care skills penyandang Down Syndrome di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Sasaran kegiatan adalah delapan keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang Down Syndrome. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan family-centered intervention melalui metode door to door yang meliputi edukasi, konsultasi, pelatihan, dan pendampingan individual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai konsep self-care skills dari 37,5 Persen menjadi 100 persen, pemahaman strategi melatih kemandirian dari 25 persen menjadi 87,5persen, serta kemampuan menerapkan pembiasaan kemandirian di rumah dari 37,5 persen menjadi 87,5 persen. Selain itu, peserta menunjukkan perkembangan pada berbagai aspek keterampilan perawatan diri, seperti mandi, berpakaian, menjaga kebersihan diri, dan merapikan barang pribadi. Pendekatan door to door terbukti efektif karena memungkinkan pendampingan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing keluarga. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas orang tua dan mendorong kemandirian penyandang Down Syndrome dalam kehidupan sehari-hari.
DISTRIBUSI KENDALI PEDAGOGIS ANTARA GURU DAN KECERDASAN BUATAN GENERATIF: KAJIAN INTEGRATIF-KRITIS ATAS PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN ASESMEN PEMBELAJARAN Indriani; Andi Dody May Putra Agustang; Muh. Watif Massuanna; Muh. Rijal; Hudayah Sulaiman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18350

Abstract

Generative artificial intelligence is increasingly being used to design learning plans, generate learning materials, support learning interactions, and provide feedback. These developments not only raise questions regarding the effectiveness of the technology, but also alter the distribution of authority in pedagogical decision-making. This article aims to analyse how pedagogical control is distributed between teachers and generative artificial intelligence during the planning, implementation, and assessment stages of learning. The research employs a critical-integrative literature review of 28 substantive publications from the period 2023–2026. Two methodological frameworks were used to guide the synthesis process, whilst one policy document was utilised to strengthen the analysis of teachers’ agency. The literature data were analysed through thematic coding, cross-source comparison, and critical interpretation of the technology’s functions, teachers’ authority, and the risks of delegating decision-making. The findings indicate that generative artificial intelligence is best suited to carrying out limited and revisable operational control, such as generating design alternatives, modifying materials, simulating interactions, and compiling initial feedback. Conversely, teachers must retain control over strategic, contextual, relational, evaluative and ethical aspects. Uncontrolled delegation may result in curricular misalignment, factual errors, homogenisation of learning, a reduction in pedagogical relationships and a blurring of accountability. This article proposes the concept of ‘asymmetric distribution of pedagogical control’, namely a division of functions that utilises the generative capacity of AI without equating the machine’s authority with the teacher’s professional responsibility. The findings confirm that the quality of AI integration is not determined by the extent of automation, but rather by the clarity of delegation boundaries, validation mechanisms, and the sustainability of teacher agency.