Mila Sari Butar Butar
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia oleh Ibu-Ibu PKK di Jalan Rela No. 81A Sidorejo Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Sani Susanti; Amalia Paska Sitorus; Icha Angel Purba; Imely Patrica K Banjarnahor; Mila Sari Butar Butar
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8587

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia (lansia). Keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar secara mudah, dekat, dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan posyandu balita dan lansia, mengetahui peran ibu-ibu PKK dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, bentuk partisipasi masyarakat, manfaat kegiatan, serta hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan posyandu di Jalan Rela No. 81A Sidorejo Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang terdiri atas 1 orang sekretaris PKK, 4 orang kader kesehatan, 1 orang tenaga kesehatan, 7 orang orang tua balita, dan 7 orang lansia yang mengikuti kegiatan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan posyandu balita dan lansia dilaksanakan secara rutin melalui sistem pelayanan lima meja yang meliputi pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan kesehatan. Peran ibu-ibu PKK terlihat sangat penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan hingga evaluasi kegiatan. Masyarakat menunjukkan partisipasi yang cukup baik, meskipun terdapat hambatan berupa ketidakkonsistenan sebagian warga dalam menghadiri kegiatan akibat kesibukan kerja dan rendahnya kesadaran terhadap kesehatan preventif. Secara umum, kegiatan posyandu memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran kesehatan, kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan dasar, serta mempererat hubungan sosial masyarakat.
Analisis Literasi Digital Warga Belajar Program Kesetaraan Paket C di PKBM Walidayna Kota Medan Trisnawati Hutagalung; Febry Yanti Br Ginting S; Icha Angel Purba; Mas Iren Niat Anjelina Zebua; Mila Sari Butar Butar; Sabila Alvina
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital warga belajar Program Kesetaraan Paket C di PKBM Walidayna Kota Medan serta mengetahui pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk pendidikan nonformal. Literasi digital menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki warga belajar agar mampu menggunakan teknologi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga belajar Paket C di PKBM Walidayna telah memanfaatkan teknologi digital seperti telepon genggam, internet, WhatsApp, dan YouTube untuk mendukung pembelajaran. Namun, kemampuan literasi digital warga belajar masih beragam. Sebagian warga belajar sudah mampu mencari dan memahami informasi digital dengan baik, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi pembelajaran serta menyaring informasi dari internet. Faktor yang mempengaruhi literasi digital antara lain usia, tingkat pendidikan, pengalaman menggunakan teknologi, dan fasilitas pendukung pembelajaran. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, kurangnya keterampilan penggunaan teknologi, dan minimnya pemahaman mengenai keamanan digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital di PKBM Walidayna Kota Medan.