Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia (lansia). Keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar secara mudah, dekat, dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan posyandu balita dan lansia, mengetahui peran ibu-ibu PKK dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, bentuk partisipasi masyarakat, manfaat kegiatan, serta hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan posyandu di Jalan Rela No. 81A Sidorejo Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang terdiri atas 1 orang sekretaris PKK, 4 orang kader kesehatan, 1 orang tenaga kesehatan, 7 orang orang tua balita, dan 7 orang lansia yang mengikuti kegiatan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan posyandu balita dan lansia dilaksanakan secara rutin melalui sistem pelayanan lima meja yang meliputi pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan kesehatan. Peran ibu-ibu PKK terlihat sangat penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan hingga evaluasi kegiatan. Masyarakat menunjukkan partisipasi yang cukup baik, meskipun terdapat hambatan berupa ketidakkonsistenan sebagian warga dalam menghadiri kegiatan akibat kesibukan kerja dan rendahnya kesadaran terhadap kesehatan preventif. Secara umum, kegiatan posyandu memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran kesehatan, kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan dasar, serta mempererat hubungan sosial masyarakat.