Dian Safira
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesalahan Sitasi dan Parafrasa Jurnal Internasional dalam Bahasa Indonesia pada Tinjauan Teori Laporan Praktikum Kimia Azirnic Sahra; Regita Eka Ristia Sitorus; Hafiza Mulia; Dian Safira; Nurul Azizah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan sitasi dan parafrasa jurnal internasional dalam bahasa Indonesia pada tinjauan teori laporan praktikum kimia mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap tujuh laporan praktikum kimia mahasiswa. Data dianalisis melalui identifikasi dan klasifikasi kesalahan sitasi serta parafrasa dengan membandingkan laporan mahasiswa dan jurnal internasional yang digunakan sebagai referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan sitasi yang dominan meliputi penggunaan istilah “dkk.” pada jurnal internasional, penempatan sitasi hanya di akhir paragraf, ketidakkonsistenan format, serta ketidaksesuaian antara sitasi dan daftar pustaka. Kesalahan parafrasa meliputi kemiripan kalimat yang tinggi dengan teks asli, terjemahan literal, dan tidak dicantumkannya sumber setelah parafrasa. Selain itu, ditemukan kesalahan ejaan dan tata bahasa seperti penggunaan kalimat tidak efektif dan kata tidak baku. Faktor utama penyebab kesalahan adalah rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap teknik sitasi dan parafrasa akademik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pelatihan penulisan ilmiah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun laporan praktikum kimia yang sesuai dengan kaidah akademik
Analisis Hukum Waris Islam: Rasionalitas Pembagian Warisan Laki-Laki Lebih Besar Dari Perempuan Anggun Mei Ivana; Seyren Jit; Wanda Suci Ramadani Hasibuan; Jesyca Stevani; Hafiza Mulia; Dian Safira; Nabila Mujiah; Rafif Khansa Hadi Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris merupakan salah satu aspek penting dalam sistem hukum keluarga Islam yang mengatur perpindahan kepemilikan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli waris yang berhak menerimanya. Ketentuan pembagian warisan dalam Islam telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perdebatan adalah perbedaan bagian warisan antara laki-laki dan perempuan, di mana dalam beberapa kondisi laki-laki memperoleh bagian dua kali lebih besar dibandingkan perempuan. Dalam perspektif sebagian kalangan modern, ketentuan ini sering dipandang sebagai bentuk ketidaksetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai rasionalitas dan hikmah yang melatarbelakangi ketentuan tersebut dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik, buku akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang membahas hukum kewarisan Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep hukum waris Islam serta rasionalitas pembagian warisan yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah bentuk diskriminasi gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan ekonomi yang berbeda antara keduanya dalam sistem keluarga Islam. Laki-laki memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga, membayar mahar ketika menikah, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sebaliknya, perempuan tidak memiliki kewajiban finansial tersebut. Oleh karena itu, pembagian warisan yang lebih besar kepada laki-laki dipandang sebagai bentuk keadilan distributif yang mempertimbangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan demikian, sistem kewarisan dalam Islam memiliki rasionalitas yang kuat dalam menjaga keseimbangan sosial serta kesejahteraan keluarga