Anggun Mei Ivana
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hukum Waris Islam: Rasionalitas Pembagian Warisan Laki-Laki Lebih Besar Dari Perempuan Anggun Mei Ivana; Seyren Jit; Wanda Suci Ramadani Hasibuan; Jesyca Stevani; Hafiza Mulia; Dian Safira; Nabila Mujiah; Rafif Khansa Hadi Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris merupakan salah satu aspek penting dalam sistem hukum keluarga Islam yang mengatur perpindahan kepemilikan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli waris yang berhak menerimanya. Ketentuan pembagian warisan dalam Islam telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perdebatan adalah perbedaan bagian warisan antara laki-laki dan perempuan, di mana dalam beberapa kondisi laki-laki memperoleh bagian dua kali lebih besar dibandingkan perempuan. Dalam perspektif sebagian kalangan modern, ketentuan ini sering dipandang sebagai bentuk ketidaksetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai rasionalitas dan hikmah yang melatarbelakangi ketentuan tersebut dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik, buku akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang membahas hukum kewarisan Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep hukum waris Islam serta rasionalitas pembagian warisan yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah bentuk diskriminasi gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan ekonomi yang berbeda antara keduanya dalam sistem keluarga Islam. Laki-laki memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga, membayar mahar ketika menikah, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sebaliknya, perempuan tidak memiliki kewajiban finansial tersebut. Oleh karena itu, pembagian warisan yang lebih besar kepada laki-laki dipandang sebagai bentuk keadilan distributif yang mempertimbangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan demikian, sistem kewarisan dalam Islam memiliki rasionalitas yang kuat dalam menjaga keseimbangan sosial serta kesejahteraan keluarga
Eksistensi Mata Kuliah Bahasa Indonesia dalam Mendukung Literasi Akademik Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Medan Nadin Manurung; Jakiah Jakiah; Anggun Mei Ivana; Joshua Podolski Manik; Nurul Azizah
Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/pentagon.v4i2.985

Abstract

This study aims to analyze the role of the Indonesian Language course in supporting the academic literacy of students in the Chemistry Program at the State University of Medan. This study uses a descriptive quantitative approach and involves 30 students who have taken the Indonesian Language course as respondents. Data were collected through an online questionnaire consisting of a Likert scale, multiple-choice questions, and essay questions. The results show that students have a positive perception of the Indonesian Language course with an average score of 16.23 out of a maximum score of 20. Most respondents stated that the Indonesian Language course supports the preparation of Chemistry research reports (90%), increases confidence in writing scientific articles (94%), helps in systematically presenting lab results (87%), and is considered an important foundational course for all study programs (84%). The material that was most helpful to students was scientific article texts (80%), while the greatest benefit was felt in the activity of writing lab reports (66.7%). Qualitative analysis indicates that the Indonesian Language course contributes to improving students’ scientific writing skills, use of standard language, and academic communication. Challenges still faced by students include the use of scientific language, the development of arguments, as well as citation techniques and the preparation of a bibliography. Thus, the Indonesian Language course plays a crucial role in supporting the academic literacy of Chemistry students and needs to be developed through more interactive and practical teaching methods.