Jesyca Stevani
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia yang Efektif dalam Presentasi dan Diskusi Mata Kuliah Kimia Anisa Lusiana Rajagukguk; Jesyca Stevani; Enjelika Christin Nainggolan; Nurul Aulia; Mizanul Marhamah Zulwarman; Nurul Azizah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan sarana utama dalam komunikasi akademik yang berfungsi untuk menyampaikan informasi, pengetahuan, gagasan, dan hasil pemikiran secara efektif. Dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan komunikasi antara pemateri dan peserta diskusi. Pada mata kuliah kimia, penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif memiliki peran yang sangat penting karena materi yang dipelajari mengandung berbagai konsep abstrak, istilah ilmiah, simbol, dan representasi kimia yang memerlukan penjelasan secara jelas dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif dalam kegiatan presentasi dan diskusi mata kuliah kimia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan melalui Google Form kepada delapan mahasiswa Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia angkatan 2024. Instrumen penelitian terdiri atas lima belas pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert tujuh tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh tanggapan positif dengan skor rata-rata berkisar antara 1,50–3,13. Indikator dengan nilai tertinggi terdapat pada pernyataan bahwa kejelasan bahasa membantu memahami materi kimia dan membuat diskusi lebih terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif mampu meningkatkan pemahaman konsep, memperlancar proses diskusi, meningkatkan kepercayaan diri pemateri, serta mengurangi kesalahpahaman selama pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran kimia di perguruan tinggi
Analisis Hukum Waris Islam: Rasionalitas Pembagian Warisan Laki-Laki Lebih Besar Dari Perempuan Anggun Mei Ivana; Seyren Jit; Wanda Suci Ramadani Hasibuan; Jesyca Stevani; Hafiza Mulia; Dian Safira; Nabila Mujiah; Rafif Khansa Hadi Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris merupakan salah satu aspek penting dalam sistem hukum keluarga Islam yang mengatur perpindahan kepemilikan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli waris yang berhak menerimanya. Ketentuan pembagian warisan dalam Islam telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perdebatan adalah perbedaan bagian warisan antara laki-laki dan perempuan, di mana dalam beberapa kondisi laki-laki memperoleh bagian dua kali lebih besar dibandingkan perempuan. Dalam perspektif sebagian kalangan modern, ketentuan ini sering dipandang sebagai bentuk ketidaksetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai rasionalitas dan hikmah yang melatarbelakangi ketentuan tersebut dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik, buku akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang membahas hukum kewarisan Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep hukum waris Islam serta rasionalitas pembagian warisan yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah bentuk diskriminasi gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan ekonomi yang berbeda antara keduanya dalam sistem keluarga Islam. Laki-laki memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga, membayar mahar ketika menikah, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sebaliknya, perempuan tidak memiliki kewajiban finansial tersebut. Oleh karena itu, pembagian warisan yang lebih besar kepada laki-laki dipandang sebagai bentuk keadilan distributif yang mempertimbangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan demikian, sistem kewarisan dalam Islam memiliki rasionalitas yang kuat dalam menjaga keseimbangan sosial serta kesejahteraan keluarga