Kulit singkong merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi POC dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menyediakan alternatif pupuk yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan dari kulit singkong berdasarkan kandungan unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan nilai pH. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan proses fermentasi kulit singkong menggunakan aktivator mikroorganisme efektif (EM4). Sampel pupuk organik cair yang dihasilkan kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan NPK dan tingkat keasamannya (pH). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar mutu pupuk organik cair yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari kulit singkong mengandung unsur hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dengan kadar yang bervariasi sesuai kondisi fermentasi. Nilai pH yang diperoleh berada pada kisaran yang mendukung pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil analisis kandungan NPK dan pH, pupuk organik cair dari kulit singkong memiliki potensi untuk digunakan sebagai pupuk organik alternatif dalam mendukung budidaya tanaman secara berkelanjutan.