Limbah rumah tangga berupa cangkang telur sering dianggap tidak bernilai dan umumnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga berpotensi menambah pencemaran lingkungan. Padahal, cangkang telur memiliki kandungan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah alami. Penelitian ini bertujuan menyusun metode pengolahan limbah cangkang telur menjadi pupuk organik serta mengkaji efektivitasnya sebagai sarana edukasi non-formal bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga. Penelitian menggunakan metode campuran melalui kombinasi eksperimen laboratorium dan penelitian tindakan masyarakat. Tahapan pengolahan dilakukan dengan mencuci cangkang telur, mengeringkannya, kemudian menggiling hingga menjadi serbuk halus berukuran 60 mesh. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium di PT Socfin Indonesia, serbuk cangkang telur mengandung Kalsium (Ca) sebesar 24,1100%, Kapasitas Tukar Kation (KTK) 0,8826 me/100g, Fosfor (P) 0,1400%, dan Kalium (K) 0,0300%. Kandungan kalsium yang dominan berfungsi membantu memperbaiki tingkat keasaman tanah hingga mendekati kondisi netral serta mengurangi risiko gangguan blossom-end rot pada tanaman. Dari sisi sosial, kegiatan penyuluhan mandiri non-formal menunjukkan hasil positif terhadap perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam kebiasaan memilah sampah organik, memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan pupuk, serta meningkatkan keterampilan pengolahan menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di rumah tanpa membutuhkan biaya tambahan yang besar