Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Perilaku Menyimpang Anak di Sekolah Bagi Guru BK SMP di Kota Makassar Kasmayani Karim; Ririn Mamiek Wulandari; Ahmad Habiby Arafaat; Andi Syahriana Asdar; Siti Nur'ainun Zakiyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.85048

Abstract

Perilaku menyimpang di sekolah, seperti perundungan (bullying), mengancam kesejahteraan psikologis siswa dan kualitas iklim sekolah. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam penanganan masalah ini, namun masih membutuhkan penguatan kapasitas praktis secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru BK SMP di Kota Makassar dalam mendeteksi, menghadapi, dan menangani perilaku menyimpang siswa. Pelatihan ini menggunakan metode partisipatif-edukatif yang melibatkan 30 orang guru BK melalui tahapan ceramah, diskusi interaktif, dan pemecahan masalah berbasis studi kasus. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor penyebab perilaku menyimpang yang bersifat multidimensional. Kegiatan ini berhasil menggeser perspektif pendidik dari pendekatan punitif (pemberian sanksi) menuju intervensi yang berbasis asesmen komprehensif dan preventif. Sebagai tindak lanjut, peserta berkomitmen untuk memperkuat deteksi dini dan menginisiasi program peer mentoring di sekolah masing-masing. Pelatihan ini tidak hanya efektif meningkatkan kapasitas individual guru BK, tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya menciptakan iklim sekolah yang positif, aman, dan suportif.
Membangun Resiliensi Psikologis Perantau Melalui Pemberdayaan Komunitas Daerah Berbasis Psikoedukasi Fadillah Fira Firmanilah; Perdana Kusuma; Muh. Nur Hidayat Nurdin; Basti Tetteng; Andi Syahriana Asdar
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86723

Abstract

Abstrak. Kegiatan program pengabdian pada masyarakat (PPM) untuk membangun resiliensi psikologis perantau melalui pemberdayaan komunitas daerah berbasis psikoedukasi bertujuan untuk menguatkan kompetensi personal dan kuat menghadapi tekanan beban fisik dan psikologis di perkotaan. Pencapaian tujuan tersebut diukur dengan efektivitas pelaksanaan kegiatan psikoedukasi sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa program terlaksana dengan lancar, sukes dan efektif agar tujuan selanjutnya akan dicapai dengan mudah. Metode pelaksanaan kegiatan psikoedukasi dilakukan secara interaktif, yaitu penyampaian materi, diskusi dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan psikoedukasi berjalan lancar, sukses dan efektif terlihat dari kehadiran, keaktifan dan antusiasme peserta yang secara kualitatif menunjukkan kategori baik. Implikasi hasil pelaksanaan psikoedukasi adalah psikoedukasi menjadi sarana transfer pengetahuan kesehatan mental, serta menjadi medium transformasi kesadaran serta penguatan resiliensi individu dan kelompok dalam menghadapi dinamika kehidupan komunitas di daerah urban. Merujuk pada implikasi hasil pelaksanaan kegiatan psikoedukasi tersebut, maka disarankan pelaksanaanya akan lebih efektif jika terlebih dahulu dilakukan penguatan kapasitas fasilitator psikoedukasi, materi psikoedukasi mengintegrasikan nilai lokal dan budaya komunitas, pelaksanaan psikoedukasi melibatkan kolaborasi multi-pihak, dan melakukana monev berkelanjutan. Kata Kunci: Resiliensi, Pemberdayaan Komunitas
Digital Literacy sebagai Fondasi Learning Agility Karyawan di Tempat Kerja Digital: Sebuah Integrative Literature Review Andi Syahriana Asdar
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86674

Abstract

Abstrak. Transformasi digital menuntut organisasi mengembangkan karyawan yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga lincah dalam belajar, beradaptasi, dan menerapkan pengetahuan baru pada situasi kerja yang berubah. Artikel ini bertujuan menyusun model konseptual yang menjelaskan digital literacy sebagai fondasi learning agility karyawan di tempat kerja digital dengan menempatkan Digital Self-Efficacy sebagai mekanisme psikologis dan adaptive performance sebagai konsekuensi perilaku. Kajian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah 26 sumber akademik dan institusional yang relevan dengan digital literacy, digital competence, learning agility, Digital Self-Efficacy, adaptive performance, workplace learning, psychological safety, servant leadership, Corporate University, dan knowledge sharing. Analisis dilakukan melalui identifikasi literatur, penyaringan berbasis relevansi, klasifikasi tema, sintesis naratif, dan pengembangan proposisi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital literacy memperkuat learning agility melalui perluasan akses belajar digital, peningkatan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi, percepatan eksperimen kerja, serta penguatan knowledge sharing. Hubungan tersebut lebih optimal ketika organisasi menyediakan psychological safety, servant leadership, budaya pembelajaran, dan sistem pembelajaran organisasi yang mendukung. Artikel ini menghasilkan lima proposisi konseptual dan model integratif Digital literacy - Digital Self-Efficacy - Learning agility - Adaptive performance yang dapat diuji secara empiris pada penelitian selanjutnya.Kata Kunci: digital literacy; digital literacy; digital self-efficacy; adaptive performance; pembelajaran organisasi 
Pembelajaran Organisasi di Era Transformasi Digital: Tinjauan Literatur tentang Peran Learning Agility, Psychological Safety, Dan Psychological Capital pada Karyawan Andi Syahriana Asdar
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2026): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v6i1.86446

Abstract

Abstract. Digital transformation has reshaped organizational learning by changing how employees acquire knowledge, share experience, interpret errors, and adapt to technology-enabled work. This article aims to synthesize the roles of learning agility, psychological safety, and psychological capital in strengthening organizational learning among employees. Using an integrative literature review, the article analyzes core international and Indonesian literature on organizational learning, learning agility, psychological safety, psychological capital, digital transformation, Corporate University, servant leadership, and digital talent development. Literature was selected purposively from peer-reviewed journals, academic books, and verifiable scholarly sources published between 1990 and 2026, with classical sources used as theoretical foundations and recent publications used to contextualize digital transformation. The synthesis indicates that learning agility functions as adaptive learning capacity, psychological safety as a safe interpersonal climate for dialogue and error-based learning, and psychological capital as positive psychological resources that sustain hope, efficacy, resilience, and optimism during change. The article proposes an integrative framework in which individual adaptive capacity, team learning climate, and positive psychological resources interact to support organizational learning in the digital transformation era.Keywords: organizational learning; learning agility; psychological safety; psychological capital; digital transformation
Leader Member Exchange sebagai Determinan Turnover Intention: Sintesis Literatur Empiris Nuratthahirah Ansar; Andi Syahriana Asdar
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.82537

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis hubungan antara Leader–Member Exchange (LMX) dan turnover intention pada karyawan berdasarkan hasil penelitian empiris yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap sepuluh artikel nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun terakhir dan relevan dengan topik LMX dan turnover intention. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan hubungan negatif yang signifikan antara LMX dan turnover intention, di mana kualitas hubungan pemimpin–anggota yang tinggi berkontribusi pada penurunan keinginan berpindah kerja. Selain itu, beberapa penelitian mengidentifikasi variabel psikologis, seperti psychological empowerment dan psychological well-being, sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Namun demikian, temuan juga menunjukkan bahwa pengaruh LMX terhadap turnover intention bersifat kontekstual dan tidak selalu signifikan pada lingkungan kerja tertentu. Artikel ini menegaskan bahwa LMX merupakan faktor penting, namun bukan satu-satunya prediktor turnover intention. Kata Kunci: Leader member exchange, turnover intention, lirerature review
Learning Agility Karyawan dalam Konteks Budaya Organisasi yang Mendorong Inovasi Andi Syahriana Asdar; Siti Nur'ainun Zakiyah; Tuti Syaima Masita
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86389

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat Learning Agility karyawan Perusahaan X serta menguji perbedaannya berdasarkan karakteristik demografis, yaitu jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan terakhir, masa kerja, dan level jabatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Responden penelitian berjumlah 82 karyawan yang mengisi kuesioner secara lengkap. Learning Agility diukur menggunakan kuesioner yang mengacu pada empat dimensi, yaitu people Agility, results Agility, mental Agility, dan change Agility. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, independent samples t-test, dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas karyawan berada pada kategori Learning agility sedang, yaitu 54 orang (66%), sedangkan 17 orang (21%) berada pada kategori rendah dan 11 orang (13%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan Learning Agility yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan terakhir, masa kerja, maupun level jabatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Learning agility karyawan dalam penelitian ini tidak menunjukkan variasi bermakna berdasarkan karakteristik demografis. Secara praktis, hasil penelitian mengindikasikan perlunya penguatan sistem pembelajaran organisasi, coaching, mentoring, forum berbagi pengetahuan, dan proyek inovasi agar Learning agility dapat berkembang lebih merata dan mendukung kinerja organisasi secara berkelanjutan. Kata kunci: Learning agility, karakteristik demografis, budaya pembelajaran, inovasi, pengembangan sumber daya manusia
Adaptive performance Security Guard pada Konteks Penggunaan Aplikasi Operasional Keamanan: Studi Deskriptif pada PT X Siti Nur’ainun Zakiyah; Muhammad Al-Amin Haidir; Andi Syahriana Asdar
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.86610

Abstract

Abstrak. Perubahan sistem kerja pada era transformasi digital menuntut security guard untuk tidak hanya menjalankan tugas pengamanan secara rutin, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan teknologi, prosedur kerja, lingkungan penempatan, dan situasi tidak terduga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil adaptive performance pada security guard di PT X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 379 security guard sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan skala adaptive performance yang dimodifikasi dari Charbonnier-Voirin dan Roussel (2012), terdiri atas 19 item dengan lima aspek, yaitu creativity, reactivity in the face of emergencies or unexpected circumstances, interpersonal adaptability, training and learning effort, dan managing work stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas security guard berada pada kategori adaptive performance sedang sebanyak 265 responden atau 70%, kategori tinggi sebanyak 81 responden atau 21%, dan kategori rendah sebanyak 33 responden atau 9%. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptive performance security guard telah berada pada tingkat fungsional, tetapi belum sepenuhnya optimal. Hasil penelitian dapat menjadi dasar awal bagi perusahaan untuk menyusun program pengembangan yang berfokus pada penguatan adaptasi terhadap teknologi operasional, respons situasi darurat, penyesuaian interpersonal, kesiapan belajar, dan pengelolaan stres kerja.Kata kunci: adaptive performance, security guard, aplikasi operasional keamanan