Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Wejangan Dewa Ruci Kepada Bima "Urip Sajrone Palastra" Saat Mencari Tirta Pawitra DEA ANANDA SAPUTRI
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n4.p104-117

Abstract

Wejangan dalam bahasa Indonesia memiliki artı yang sangat luas. Wejangan bisa disebut dengan petuah,petunjuk atau ajaran. Dalam kehidupan kita didunia tidak lepas dengan wejangan atau nasehat. Karena wejangan memiliki dampak positif bagi kehidupan. Wejangan bisa kita dapat dimana saja dan kapan saja jika kita ingin melakukan sesuatu. Didalam Serat Dewa Ruci sebagian isinya menjelaskan wejangan atau nasehat Dan hal yang menarik yaitu wejangan Dewa Ruci kepada Bima yang ingin mencari Titra Pawitra atau air kesucian. Dalam serat ini Dewa Ruci memberi wejangan "Urip sajrone Palastra Sehingga artikel ini mengambil judul "Konsep Wejangan Dewa Ruci Kepada Bima "Urip sajrone Palastra" Saat Mencari Tirta Pawitra. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya melakukan atau melaksanakan sebuah nasehat yang positif dengan menggunkan teori Semiotik menurut Charles Sanders Pierce Penelitian ini diharapkan bisa memberikan informası mengenai konsep wejangan Dewa Ruci kepada Bima "Urip sajrone Palastra” yang ada pada serat Dewa Ruci. Kata Kunci : Wejangan, Nasehat. Dewa Ruci, Tirta Pawitra
Pengenalan Sastra Jawa Geguritan Kepada Mahasiswa Sastra Melayu di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia Rizky Malinda Fitri; Dea Ananda Saputri; Putri Larasati; Icha Maharani Putri Hertanto; Ellyana Dwi Randyany; Mohamad Juniawan Saputra; Octo Dendy Andriyanto; Danang Wijoyanto; Sukarman Sukarman; Darni Darni; Yohan Susilo; Muhammad Danial Afham Zailan
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38682

Abstract

Pembelajaran sastra sangat penting untuk dipelajari oleh mahasiswa khususnya jurusan sastra. Setiap sastra memiliki unsur keunikan yang membuat sastra tersebut memiliki perbedaan dengan sastra lainnya. Geguritan dan gurindam merupakan bentuk dari Sastra Jawa dan Sastra Melayu. Geguritan dan gurindam merupakan sastra yang berwujud puisi. Oleh karena itu mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa membuat kelas Sastra Jawa geguritan sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan ini yaitu mahasiswa jurusan Sastra Melayu Universitas Islam Antarbangsa Malaysia sejumlah 50 orang. Kegiatan ini bertujuan 1) memperkenalkan Sastra Jawa geguritan kepada mahasiswa Jurusan Sastra Melayu Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, 2) Membedah perbedaan Sastra Jawa geguritan dan Sastra Melayu gurindam di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, 3) pertukaran ilmu antara mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Unesa dengan mahasiswa Jurusan Sastra Melayu Universitas Islam Antarbangsa Malaysia 4) memperkaya ilmu pengetahuan pada bidang sastra. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu Empowerment Based Collaboration (EBC). Tahapan kegiatan perencanaan dan pengoordinasian dengan pihak terlibat, fasilitasi dialog yang setara, identifikasi kebutuhan dan potensi, pembuatan rencana aksi bersama. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ditemukan persamaan dan perbedaan pada geguritan dan gurindam. Persamaan dari geguritan dan gurindam yaitu sama-sama bentuk dari puisi, memiliki dua jenis dan tema yang bebas. Perbedaan gurindam dan guritan tertelak pada bahasa dan pola penulisan.