Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Merawat Luka Diabetes Melitus di RSU Nurussyifa Kudus Dwi Heru Haryanto; Ratna Ratna; Dwi Puji Susanti; Feri Catur Yuliani
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4985

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that continues to increase and may lead to complications such as diabetic wounds. Successful wound care is strongly influenced by patient adherence, which can be strengthened through family support. This study aimed to determine the relationship between family support and the level of patient adherence in caring for diabetic wounds at RSU Nurussyifa Kudus. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 34 respondents selected using total sampling. The instruments were a family support questionnaire and a wound care adherence questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had moderate family support (50.0%) and moderate adherence (52.9%). The Chi-Square test showed p value = 0.000 (p < 0.05) with χ² = 28.059, indicating a significant relationship between family support and patient adherence in diabetic wound care. Better family support tends to be followed by better wound care adherence.   Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi berupa luka diabetes melitus. Keberhasilan perawatan luka sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien, yang salah satunya dapat diperkuat melalui dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus di RSU Nurussyifa Kudus. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan perawatan luka. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori sedang (50,0%) dan tingkat kepatuhan kategori sedang (52,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai χ² = 28,059, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus. Dukungan keluarga yang lebih baik cenderung diikuti oleh kepatuhan perawatan luka yang lebih baik.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Di Desa Menganti, Kedung Jepara Ratna Ratna; Dwi Puji Susanti; Ulin Nafiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1323

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kematian ibu adalah keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Padahal, deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat mencegah komplikasi yang berujung pada kematian ibu maupun bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mengenali dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Latar belakang kegiatan ini adalah masih tingginya angka komplikasi kehamilan yang terlambat ditangani karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali gejala awal kondisi berisiko. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan simulasi studi kasus. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, tekanan darah tinggi, gerakan janin berkurang, dan gejala preeklamsia. Pelatihan ini diikuti oleh 25 kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, yang dibuktikan melalui pre-test dan post-test. Kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan komitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pelayanan Posyandu sehari-hari. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi dan kematian ibu hamil di tingkat desa. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan disertai monitoring untuk memastikan kesinambungan dampaknya.
Effectiveness of Foot Exercise on Ankle Brachial Index (ABI) Among Hospitalized Patients with Diabetes Mellitus Christina Puspa Dewi; Yeni Rusyani; Dwi Puji Susanti
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 2 No. 4 (2025): October : Green Health: International Journal of Health Sciences, Nursing and N
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v2i4.215

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that is rapidly increasing globally and is associated with a high risk of peripheral arterial complications. The Ankle Brachial Index (ABI) is a simple and reliable tool for screening peripheral arterial disease, while foot exercise represents a practical, low-cost, and non-pharmacological intervention to improve peripheral perfusion. This study aimed to evaluate the effectiveness of foot exercise in improving ABI values among hospitalized patients with DM. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was implemented with 26 purposively selected inpatients with DM. Participants performed standardized foot exercises once daily for 15 minutes over two consecutive days. ABI values were measured using a sphygmomanometer and vascular Doppler before and after the intervention, and data were analyzed using a paired t-test. The mean ABI significantly increased from 0.707 (SD = 0.031) to 0.884 (SD = 0.027) (p < 0.001), indicating a clinically meaningful improvement from moderate impairment to near-normal circulation. These results demonstrate that foot exercise is effective in improving ABI values among hospitalized DM patients. The study highlights foot exercise as a safe, simple, and non-pharmacological nursing intervention that can be recommended in inpatient care settings to improve peripheral perfusion and prevent further complications related to peripheral arterial disease. This intervention offers a promising approach to managing peripheral arterial complications in diabetic patients
Pengaruh Edukasi Kesehatan tentang Prosedur Operasi Sectio Cesaria (SC) terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Sectio Cesaria : Impact of Health Education Regarding Cesarean Procedures on Preoperative Anxiety Levels in Cesarean Section Patients Nurwanto; Yeni Rusyani; Dwi Puji Susanti
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caesarean section (CS) delivery is increasing globally. Based on Survei Kesehatan Indoneisa data, on 2023 the CS delivery rate was at 25,9%, with an increasing trend from year to year. The impact of the decision to take pre-operative CS is a stressor for patients that can trigger stress reactions both physiologically and psychologically. Psychological responses can be anxiety. Handling anxiety in pre-op-CS patients is very important to prevent various serious negative impacts, both on physical and mental health. Preoperative education plays a role in reducing anxiety by 58%. clear and comprehensive education about surgical procedures can help reduce uncertainty and anxiety. This study is a type of pre-experimental designs with one group pretest and posttest. The population in this study were patients giving birth with CS at RSU Fastabiq Pati. The sampling technique with a total sampling of 30 patients. Measurement of anxiety using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data processing using SPSS with a computer with univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon statistical test. The results of the study proved that statistically there was a difference in the level of anxiety before and after health education about the Sectio Cecarea surgical procedure, as evidenced by a p value of 0.000 (<0.05). There is an influence of health education about the CS surgical procedure on the level of anxiety in pre-op CS patients at Fastabiq Hospital.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa: The Relationship Between Family Support and Quality of Life in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis Athiqoh Nihlatun Noor; Feri Catur Yuliani; Dwi Puji Susanti
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of chronic kidney failure cases increases every year, and hemodialysis is one of the therapies that is highly sought after by the public. Hemodialysis treatment can cause psychological distress and a decline in quality of life for patients. Family, as the closest people, plays an important role in improving the patient's mental state during hemodialysis treatment. The research aims to determine the relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Pati Islamic Hospital. The research type is cross-sectional. The population consists of all chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis, with a sample size of 48 individuals selected thru purposive sampling. The research instruments were the Perceived Social Support - Family (PSS-Fa) survey and the Kidney Disease Quality of Life (KDQOL) questionnaire. The analysis used the Spearman rank test with a significance level of 5%. The results of the study showed that the majority of respondents had a low quality of life (47.9%) and strong family support (52.1%). Statistical analysis showed a p-value of 0.369 (p > 0.05) and a correlation coefficient of r = 0.132. Conclusion: There is no significant relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Pati Islamic Hospital.
Hubungan Lama Duduk dan Berdiri dengan Nyeri Low Back Pain pada Perawat : The Association between Duration of Sitting and Standing and Low Back Pain among Nurses Silvi Hilyatul Auliya; Feri Catur Yuliani; Dwi Puji Susanti
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurses are a vital part of the healthcare system with a significant responsibility in providing nursing care. Heavy and repetitive physical activities, such as lifting patients and working in a sitting or standing position for extended periods can increase the risk of musculoskeletal disorders, particularly low back pain (LBP). This study aimed to analyze the relationship between sitting and standing duration and the incidence of LBP among nurses at Pati Islamic Hospital based on age, gender, length of service, work unit, and work shift. This quantitative study used a cross-sectional design. The samples were 51 nurses which selected through purposive sampling. Data were obtained using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The majority of respondents were aged 25–35 years (39.2%), female (70.6%), had 5–10 years of service (49%), worked in inpatient units (58.8%), and worked on day shifts (51%). The most frequent sitting time was 2–4 hours (49%), and standing time was <2 hours (43.14%). The most common complaints of low back pain were mild (52.94%) and moderate (47.06%) pain. A chi-square test showed a significant association between sitting duration (p=0.014) and standing duration (p=0.029) with LBP. There is a significant association between sitting and standing duration and low back pain in nurses. Static working positions pose risks, necessitating ergonomic interventions and workload management
Hubungan Komunikasi Tenaga Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Di Klinik Mata Isen Mulang Palangkaraya Nova Isdania; Dwi Puji Susanti; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1506

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien adalah komunikasi tenaga kesehatan. Studi pendahuluan di Klinik Mata Isen Mulang Palangkaraya menunjukkan masih terdapat pasien yang mengeluhkan kurang jelasnya informasi, minimnya kesempatan bertanya, dan kurang optimalnya sikap empati tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi tenaga kesehatan dengan kepuasan pasien di Klinik Mata Isen Mulang Palangkaraya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan sebanyak 120 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menilai komunikasi tenaga kesehatan dalam kategori baik dan tingkat kepuasan pasien dalam kategori puas. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi r = 0,721 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan kuat dan arah positif antara komunikasi tenaga kesehatan dan kepuasan pasien. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi tenaga kesehatan dengan kepuasan pasien di Klinik Mata Isen Mulang Palangkaraya. Semakin baik komunikasi yang diberikan tenaga kesehatan, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.
Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Stres Akademik Pada Siswa SMK Muhammadiyah Rembang Nailal Muna; Dwi Puji Susanti; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1531

Abstract

Latar Belakang: Stres pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat memengaruhi kesehatan mental, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik. Salah satu upaya untuk menurunkan stres adalah melalui teknik relaksasi napas dalam.Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap tingkat stres akademik pada siswa SMK. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest melibatkan 45 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Tingkat stres diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, 39 responden (86,67%) mengalami stres berat. Setelah intervensi, 40 responden (88,89%) mengalami stres ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara tingkat stres sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat stres akademik pada siswa SMK sehingga dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesehatan mental siswa.