Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal competency of business

JIWA KEPEMIMPINAN, LITERASI AKUNTANSI/KEUANGAN, DAN NIAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS DENGAN EFIKASI DIRI BERWIRAUSAHA Deliana Ristiani; Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim; Anisah Novi Karunia
Journal Competency of Business Vol. 10 No. 1 (2026): Journal Competency of Business
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jcob.v10i1.3797

Abstract

Niat berwirausaha mahasiswa merupakan salah satu kunci penting dalam mendorong penciptaan lapangan kerja mandiri di tengah tingginya angka pengangguran terdidik. Berbagai penelitian telah mengaitkan jiwa kepemimpinan dan literasi akuntansi/keuangan dengan niat berwirausaha, namun temuan yang tersebar di berbagai jurnal dan konteks belum disintesis secara sistematis, khususnya terkait posisi efikasi diri berwirausaha sebagai variabel intervening. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai peran jiwa kepemimpinan (entrepreneurial leadership) dan literasi akuntansi/keuangan terhadap niat berwirausaha mahasiswa, dengan efikasi diri berwirausaha sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) mengikuti protokol Tranfield, Denyer, dan Smart (2003) yang diperkaya prinsip PRISMA, dengan penelusuran pada basis data Scopus, Google Scholar, dan Garuda/Sinta menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan Inggris pada rentang tahun 2015-2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kepemimpinan kewirausahaan dan literasi keuangan secara konsisten berhubungan positif dengan niat berwirausaha, dan efikasi diri berwirausaha. Penelitian ini berkontribusi dengan memetakan pola hubungan antarvariabel dari berbagai konteks negara sekaligus mengidentifikasi celah penelitian, terutama minimnya kajian yang mengintegrasikan ketiga variabel secara simultan dalam konteks pendidikan vokasi di Indonesia.
KEPEMILIKAN TERKONSENTRASI, KEPEMILIKAN ASING DAN MEKANISME PENGAWASAN DEWAN DALAM MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN DI SEKTOR PERBANKAN TAHUN 2021–2024 Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim; Sholeh Hafidz; Reza Widhar Pahlevi
Journal Competency of Business Vol. 10 No. 1 (2026): Journal Competency of Business
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jcob.v10i1.3608

Abstract

Struktur kepemilikan dan mekanisme pengawasan dewan berperan krusial dalam menjaga reputasi serta memitigasi risiko perbankan. Kedua faktor ini secara signifikan mampu mempengaruhi nilai perusahaan yang menjadi indikator kinerja dan prospek masa depan bagi investor. Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan fundamental kuat, sementara nilai rendah menunjukkan kinerja operasional yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh struktur kepemilikan dan mekanisme pengawasan dewan terhadap nilai perusahaan perbankan di Indonesia pada tahun 2021-2024. Penelitian ini mengambil data dari laporan tahunan pada perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021 hingga 2024. Struktur kepemilikan diproksikan dengan kepemilikan terkonsentrasi dan kepemilikan asing, sedangkan nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kepemilikan terkonsentrasi dan mekanisme pengawasan dewan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen bisa menjelaskan 36% variabel dependen yaitu nilai perusahaan. Sisanya 64% dipengaruh oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran investor asing cukup efektif dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengambilan keputusan melalui pengawasan manajerial yang lebih kuat. Pengetahuan global dari investor asing juga terbukti mampu memperbaiki kualitas tata kelola dibandingkan investor domestik.