Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Literasi Konsumen dan Identifikasi Praktik Greenwashing dalam Pemasaran Berkelanjutan: Tinjauan Literatur Alfian Abdul Ghaffar; Tsania Ayu Rohani; Elin Trinovita; Mahendra Ryansa Gallen Gagah Pratama
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 2 (2025): August
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i2.1290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi konsumen dalam mengidentifikasi praktik greenwashing pada pemasaran berkelanjutan. Fenomena meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan sosial mendorong perusahaan menerapkan prinsip sustainability marketing, namun di sisi lain muncul praktik greenwashing yang menyesatkan konsumen melalui klaim ramah lingkungan yang tidak otentik. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri berbagai publikasi ilmiah pada basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi konsumen memperburuk dampak greenwashing karena menimbulkan kebingungan hijau (green confusion) dan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek. Sebaliknya, literasi konsumen yang tinggi dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan kognitif dalam menilai keaslian klaim keberlanjutan. Studi kasus Shell dan Unilever menunjukkan perbedaan antara komunikasi keberlanjutan yang menyesatkan dan yang otentik. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi konsumen sebagai kunci untuk menciptakan komunikasi pemasaran yang berkelanjutan, transparan, dan kredibel.
Penerapan Lean Six Sigma pada PT. Pamapersada Nusantara Proyek Arem Elin Trinovita; Nofie Iman Vidya Kemal; Tsania Ayu Rohani; Alfian Abdul Ghaffar; Mahendra Ryansa Gallen Gagah Pratama
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 8 No. 4 (2024): Call for Paper: Volume 8 Nomor 4 Oktober 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v8i4.14475

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi waiting waste pada aktivitas operasional penambangan yang dijalankan oleh PT. PAMA proyek Arem menggunakan konsep lean six sigma. Data yang dikumpulkan untuk menunjang penelitian berupa data primer dari hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder yang diperoleh dari data internal perusahaan dan studi pustaka. Data yang digunakan dalam analisis permasalahan terdiri atas data status delay waiting unit loader, use of availability (UA), dan data produksi over burden (OB) unit loader sejak bulan Juni hingga Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga penyebab utama tingginya waiting waste pada aktivitas operasional penambangan yang dijalankan oleh PT. PAMA proyek Arem yaitu I15 (rain), D05 (wait equipment), dan D09 (meal and rest). Dari ketiga penyebab tersebut peneliti memfokuskan analisisnya pada D05 karena nilainya berada di atas budget plan perusahaan dan kendalanya bukan faktor alam sehingga dapat dikontrol oleh manusia. Dampak tingginya nilai waiting waste berpengaruh pada tidak tercapainya UA unit loader dan pencapaian produksi. Perumusan alternatif solusi perbaikan permasalahan tingginya waiting waste pada PT. PAMA proyek Arem berdasarkan pada kerangka DMAIC six sigma dan didukung dengan fish-bone diagram. Bererapa alternatif solusi perbaikan tersebut terdiri atas memberikan pengarahan kepada pengawas dan operator, penambahan unit dozer, meminimalisir free dump dan pembuatan SOP baru, serta menyediakan material capping.
PENINGKATAN KAPASITAS MANAJERIAL PELAKU USAHA MIKRO DI SENTRA PRODUKSI MAKANAN RINGAN PELEMADU, BANTUL Musaroh Musaroh; Naning Margasari; Nindya Nuriswati Laili; Tsania Ayu Rohani; Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim; Farlianto Farlianto
D'edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi keterbatasan manajerial dan pemanfaatan teknologi digital. Permasalahan tersebut juga dialami pelaku usaha di Sentra Produksi Makanan Ringan Pelemadu, Bantul, terutama pada aspek kemasan, promosi digital, dan pembayaran modern. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pelaku usaha mikro melalui pelatihan dan pendampingan dalam desain kemasan produk, fotografi produk digital, serta penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama: identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, dan evaluasi. Berjumlah 20 pelaku usaha kripik tempe sagu mengikuti sesi pelatihan interaktif dengan instrumen evaluasi berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan penerapan prinsip manajerial pada aspek kemasan produk yang lebih informatif dan menarik, kemampuan fotografi digital sederhana untuk promosi daring, serta kesiapan penggunaan sistem pembayaran QRIS. Pelaku usaha menunjukkan perubahan perilaku dalam orientasi bisnis yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan digital. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan literasi digital dan daya saing UMKM lokal di era ekonomi digital.
Pendampingan UMKM Kuliner dalam Optimalisasi Identitas Visual dan Strategi Pemasaran Digital di Pulewulung, Turi, Sleman, Yogyakarta Naning Margasari; Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim; Musaroh Musaroh; Nindya Nuriswati Laili; Tsania Ayu Rohani
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v7i1.1094

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memberdayakan pelaku UMKM Sentra Kuliner di Desa Pulewulung, Sleman, Yogyakarta, yang memiliki potensi besar dalam pertanian salak pondoh namun menghadapi tantangan dalam penyerapan hasil panen, pengembangan usaha, dan pemasaran. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan penggunaan pemasaran digital yang menghalangi pengembangan produk lokal. Kegiatan ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals, khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan kesetaraan gender (SDG 5). Industri bakpia salak di desa ini berpotensi menjadi lapangan kerja inklusif, terutama bagi perempuan. PKM dilakukan melalui pelatihan, sosialisasi, dan praktik langsung mengenai pemasaran digital serta pencatatan keuangan digital. Materi mencakup pembuatan dan pengenalan akun e-commerce (Shopee, TikTok), sistem pencatatan keuangan digital (SI APIK, Buku Warung), teknik foto produk dengan photo box, pembuatan poster menarik, dan video pemasaran menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan dihadiri 35 peserta, mayoritas ibu rumah tangga dan pemuda, pada 13 September 2025, dengan antusiasme tinggi. Hasil kegiatan berupa poster produk, photo box, buku panduan, konten video, akun e-commerce, dan pencatatan keuangan digital yang dibuat langsung oleh peserta. Indikator keberhasilan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan penjualan, mengelola keuangan lebih efisien, dan berkontribusi pada kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan desa.
Unveiling the Mediating Role of Omnichannel Behavior Agility between Service Agility and Marketing Performance: Mengungkap Peran Mediasi Kelincahan Perilaku Omnichannel antara Kelincahan Layanan dan Kinerja Pemasaran Dimas Wibisono; Dwi Taufik Rohman; Rasyiid Yoga Pradita; Tsania Ayu Rohani
JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan) Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jbmp.v12i1.2240

Abstract

This study investigates how service agility influences marketing performance among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Sleman, Yogyakarta, with a focus on the mediating role of omnichannel behaviour agility. Grounded in Service–Dominant Logic (SDL), the research conceptualizes service agility as the ability to deliver services quickly and flexibly, while omnichannel behaviour agility refers to consumers’ seamless adaptation across digital and physical channels. A quantitative approach was employed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS 3.0, analyzing data from 135 MSME owners collected between March and May 2025. Results show that service agility has a significant positive impact on marketing performance both directly and indirectly through enhanced omnichannel behaviour agility. The findings underscore the importance of aligning organizational responsiveness with consumer channel adaptability to drive sales growth, market share, customer satisfaction, and retention. This study extends SDL theory by emphasizing co-created value in omnichannel environments and offers practical guidance for MSMEs aiming to strengthen competitiveness in rapidly digitalizing markets.