Kesiapan mental merupakan komponen kunci performa atlet, khususnya bagi atlet penyandang disabilitas yang menghadapi tekanan kompetisi sekaligus tantangan psikososial. Namun demikian, pelatih di National Paralympic Committee (NPC) Kota Medan belum secara sistematis menyusun program latihan mental maupun mengintegrasikannya ke dalam jadwal latihan rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pelatih dalam menyusun program latihan mental terunifikasi melalui workshop pelatihan, pendampingan lapangan, dan instrumen evaluasi. Metode pelaksanaan terdiri atas enam tahapan: sosialisasi, analisis kebutuhan, workshop latihan mental, penyusunan program terunifikasi, pendampingan implementasi lapangan, dan penyusunan strategi keberlanjutan. Kegiatan dihadiri 13 pelatih aktif pada tanggal 14 Maret 2026. Hasil menunjukkan bahwa 84,6% pelatih mengalami peningkatan pengetahuan konsep latihan mental secara signifikan dan 84,6% mampu menyusun program latihan terunifikasi yang terstruktur. Modul latihan mental terunifikasi yang dihasilkan mencakup teknik relaksasi, visualisasi, goal setting, dan self-talk. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi pelatih serta menghasilkan panduan latihan mental praktis bagi pelatih NPC Kota Medan.