Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Layanan Resep Elektronik Menggunakan Pendekatan Unified Theory Of Acceptance and Use Of Technology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo Siti Marhamah; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Madania; Faradila Ratu Cindana Mo’o; Gledys Puti
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.583

Abstract

Sistem resep elektronik (E-prescribing) merupakan peresepan yang menggunakan sistem perangkat lunak untuk mempermudah dalam tahapan pelayanan obat mulai dari tahap peresepan, transkripsi yang meliputi pembacaan dan skrining resep, tahapan penyaluran, tahapan penyerahan hingga pada proses pemantauan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan resep elektronik menggunakan pendekatan Unified Theory Of Acceptance And Use Tecnology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survei yang melibatkan pengusmpulan data melalui responden dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur variabelnya. Metode analisis yang digunakan yakni analisis jalur menggunakan softwere Smart PLS 4.0. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ekspetasi usaha (EE) (t = 3,526; p = 0,000), pengaruh sosial (SI) (t = 2,508; p = 0,012), dan niat pengguna (BI) (t = 9,024; p =0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku serta perilaku pengguna E-resep, sedangkan ekspetasi pengguna (PE) (t = 0,436; p = 0,663) dan kondisi fasilitas (FC) (t = 0,876; p = 0,381) tidak berpengaruh signifikan. Dapat disimpulkan penerapan resep elektronik di RS Islam Gorontalo tergolong berjalan cukup baik.
Perbedaan Biaya Riil Dengan INA-CBG’s Pada Pengobatan Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi; Madania; Mohamad Reski Manno; Teti Sutriyati Tuloli; Ariani H. Hutuba
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.771

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan beban pembiayaan tinggi, sehingga diperlukan efisiensi dalam pelayanan kesehatan, khususnya melalui sistem INA-CBG’s pada era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan pasien TB, membandingkan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perbedaan biaya di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 250 pasien TB rawat inap dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan bagian keuangan rumah sakit, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan total biaya riil sebesar Rp1.324.913.033 dan tarif INA-CBG’s sebesar Rp1.327.547.900, dengan selisih surplus Rp2.634.867. Terdapat perbedaan signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p < 0,05). Lama rawat inap (LOS) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perbedaan biaya (p < 0,001). Secara umum, tarif INA-CBG’s mampu menutupi biaya riil, namun pengendalian LOS tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.