Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMASI CAMPURAN AVICEL 101 DAN LAKTOSA SEBAGAI BAHAN PENGISI PADA TABLET DISPERSI PADAT TADALAFIL DENGAN METODE GRANULASI BASAH Mohamad Reski Manno; Arif Budi Setianto
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v19i2.6667

Abstract

INTISARI Pengembangan formula obat dalam industri farmasi sangatlah penting, dimana komposisi formula yang optimum dapat mempengaruhi sediaan farmasetis yang memenuhi persyaratan sesuai CPOB. Tadalafil merupakan obat yang berkhasiat sebagai terapi disfungsi ereksi yang diformulasikan dalam sediaan padat berupa tablet dengan metode granulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum tablet dispersi padat tadalafil dengan campuran avicel 101 dan laktosa sebagai bahan pengisi dengan metode granulasi basah. Granul dispersi padat tadalafil dibuat dengan perbandingan kosentrasi bahan pengisi avicel 101 dan laktosa yaitu 5:5, 4:6, dan avicel 101 tanpa kombinasi laktosa. Evaluasi sediaan meliputi uji waktu alir granul, uji sudut diam, uji pengetapan, kadar air granul, uji kekerasan, uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula dengan kombinasi avicel 101 dan laktosa sebagai bahan pengisi dapat menghasilkan formula granul dan tablet dengan karakteristik yang baik.Kata kunci: (Avicel 101, Granul, Laktosa, Tablet, Tadalafil)
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Tuberculosis di Puskesmas Hulonthalangi dan Puskesmas Kota Selatan Faizha Putri Delia; Madania Madania; Faramita Hiola; Karunita Ika Astuti; Mohamad Reski Manno
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.733

Abstract

Prevalensi tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, terutama terkait dampaknya terhadap kualitas hidup pasien selama terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Hulonthalangi dan Puskesmas Kota Selatan, Kota Gorontalo. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 105 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EuroQol Five Dimensions Five Levels dan Visual Analogue Scale. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien tidak melaporkan masalah pada lima dimensi, meskipun nyeri dan kecemasan merupakan keluhan yang paling umum. Skor rata-rata utilitas adalah 0,80 dan skor rata-rata Visual Analogue Scale adalah 87,28, yang mengindikasikan kualitas hidup pasien terkategori baik. Kualitas hidup yang tinggi ini dikaitkan dengan kepatuhan pengobatan yang efektif dan dukungan sosial yang kuat. Kesimpulannya, pasien tuberkulosis di wilayah penelitian mempertahankan persepsi positif terhadap status kesehatan mereka. Tenaga kesehatan direkomendasikan untuk terus memberikan konseling intensif guna mengelola efek samping obat dan tekanan psikologis.
Perbedaan Biaya Riil Dengan INA-CBG’s Pada Pengobatan Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi; Madania; Mohamad Reski Manno; Teti Sutriyati Tuloli; Ariani H. Hutuba
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.771

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan beban pembiayaan tinggi, sehingga diperlukan efisiensi dalam pelayanan kesehatan, khususnya melalui sistem INA-CBG’s pada era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan pasien TB, membandingkan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perbedaan biaya di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 250 pasien TB rawat inap dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan bagian keuangan rumah sakit, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan total biaya riil sebesar Rp1.324.913.033 dan tarif INA-CBG’s sebesar Rp1.327.547.900, dengan selisih surplus Rp2.634.867. Terdapat perbedaan signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p < 0,05). Lama rawat inap (LOS) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perbedaan biaya (p < 0,001). Secara umum, tarif INA-CBG’s mampu menutupi biaya riil, namun pengendalian LOS tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Hubungan Persepsi Keamanan dan Sikap Konsumen dengan Niat Pembelian Produk Herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo Nanda Putri Israhwati Tuna; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Reski Manno; Robert Tungadi; Faradila Ratu Cindana Mo'o
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.797

Abstract

Penggunaan produk herbal di Indonesia menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam memilih alternatif pengobatan. Persepsi keamanan dan sikap konsumen merupakan faktor psikologis yang berperan penting dalam membentuk niat pembelian produk herbal di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi keamanan dan sikap konsumen terhadap niat pembelian produk herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05) dan sikap konsumen dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Sikap konsumen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Nilai R-square sebesar 0,585 menunjukkan bahwa variabel persepsi keamanan dan sikap konsumen mampu menjelaskan sebesar 58,5% variasi niat pembelian produk herbal. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi persepsi keamanan dan semakin positif sikap konsumen, maka semakin besar niat pembelian produk herbal di apotek.
Gambaran Penerapan Metode Pengelolaan VVM, FIFO, FEFO, dan BUD untuk Mengurangi Kerugian di Puskesmas Kota Barat: Overview of the Implementation of VVM, FIFO, FEFO, and BUD Management Methods to Reduce Losses at West City Community Health Center Salyatulwalidaini Putri Hakim; Robert Tungadi; Mohamad Reski Manno; Hamsidar Hasan; Fika Nuzul Ramadhani; Riduansyah Buchari
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11695

Abstract

Vaksin merupakan sediaan biologis yang sensitif terhadap suhu sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat untuk mencegah penurunan mutu dan kerugian vaksin (vaccine wastage). Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan metode pengelolaan Vaccine Vial Monitor (VVM), First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), dan Beyond Use Date (BUD) untuk mengurangi kerugian vaksin di Puskesmas Kota Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung dan dokumentasi dengan instrumen lembar checklist yang dianalisis secara deskriptif persentase dan dibandingkan dengan Pedoman Pengelolaan Vaksin Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator penyimpanan vaksin maupun ketersediaan dan pendistribusian vaksin memperoleh tingkat kesesuaian 100% sehingga dikategorikan baik. Tidak ditemukan kasus vaksin kedaluwarsa, over stock, maupun stock out selama enam bulan terakhir. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode VVM, FIFO, FEFO, dan BUD di Puskesmas Kota Barat telah dilaksanakan sesuai standar dan terbukti efektif menekan kerugian vaksin hingga titik nol. ABSTRACT Vaccines are temperature-sensitive biological preparations that require proper management to prevent quality deterioration and vaccine wastage. This study aimed to describe the application of Vaccine Vial Monitor (VVM), First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), and Beyond Use Date (BUD) management methods to reduce vaccine wastage at Kota Barat Public Health Center. A descriptive quantitative approach was used through direct observation and documentation with a checklist instrument, analyzed using descriptive percentages and compared with the 2021 Vaccine Management Guidelines of the Indonesian Ministry of Health. The results showed that both the vaccine storage indicators and the vaccine availability and distribution indicators reached a 100% compliance level and were categorized as good. No cases of expired vaccines, overstock, or stockout were found during the last six months. It can be concluded that the application of the VVM, FIFO, FEFO, and BUD methods at Kota Barat Public Health Center complied with the standards and was proven effective in reducing vaccine wastage to zero.
Studi Farmacovigilance Obat Herbal di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo Teti Sutriyati Tuloli; Madania Madania; Nurain Thomas; Faradila Ratu Cindana Moo; Najmiyah S. Tuti; mohamad reski manno
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.242

Abstract

Farmakovigilans obat herbal dengan metode Naranjo merupakan kegiatan pengumpulan, pendeteksian, penilaian, pemahaman dan pencegahan dalam efek samping atau masalah terkait dengan penggunaan obat herbal di menggunakan algoritma Naranjo. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan secara prospektif menggunakan instrument berupa lembar kuesioner pada 97 responden di Kelurahan Pilolodaa. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS (Statistical Package For Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal berdasarkan jenis kelamin dengan profil penggunaan obat herbal meliputi sumber informasi dan aturan penggunaan obat herbal. Terdapat juga hubungan antara usia dengan profil penggunaan obat herbal meliputi lama penggunaan, jenis penyakit, efek samping, sumber informasi, tempat memperoleh dan bentuk sediaan. Selain itu terdapat juga hubungan antara Pendidikan dengan jenis penyakit yang menggunakan obat herbal untuk terapinya dan terdapat pula hubungan antara pekerjaan dengan lama penggunaan obat herbal dan aturan penggunaan obat herbal sedangkan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa tidak terdapat hubungan.