Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya evaluasi kinerja keuangan Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung optimalisasi pengelolaan aset daerah secara efektif, transparan, dan berkelanjutan guna meningkatkan pelayanan publik serta pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja keuangan Pemerintah Kota Probolinggo dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui optimalisasi pengelolaan aset daerah. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah di tengah masih tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan dokumen resmi terkait selama periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PAD mengalami fluktuasi, yaitu menurun pada tahun 2022 dan kembali meningkat pada tahun 2023. Namun, tingkat kemandirian keuangan daerah masih relatif rendah karena masih didominasi oleh dana transfer dibandingkan pendapatan asli daerah. Selain itu, struktur PAD masih bertumpu pada pajak daerah, sedangkan kontribusi retribusi dan pemanfaatan aset daerah masih belum optimal. Permasalahan utama terletak pada pengelolaan aset daerah yang belum efektif, seperti pemanfaatan yang kurang optimal, administrasi yang belum tertata dengan baik, serta minimnya inovasi dalam pengelolaan aset. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan aset yang lebih efektif untuk meningkatkan PAD, memperkuat kemandirian fiskal, serta menciptakan struktur pendapatan daerah yang lebih seimbang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pengelolaan aset daerah memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat.