Puput Fitria Erli Ningtyas
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal Terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Gizi Kurang : Studi Kasus Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo Puput Fitria Erli Ningtyas; Muwakhidah Muwakhidah; Asti Nugrahani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/frqeay08

Abstract

Undernutrition in toddlers remains a pressing issue in improving public health. One potential and contextually relevant intervention is the provision of supplementary feeding (PMT) using locally sourced foods. This case study aimed to evaluate changes in the nutritional status of an undernourished toddler following a 14-day intervention with local food-based PMT. The study involved a 15-month-old toddler diagnosed with underweight and stunting. The intervention consisted of high-energy and high-protein snacks made from local ingredients, provided twice daily. Monitoring was conducted on body weight and height on day 0, day 7, and day 14. In addition, nutrition education and counseling were given to the toddler's parents. The results showed an increase in body weight from 6.6 kg to 6.95 kg, while height remained unchanged at 69 cm. The weight gain reflects a positive response to the short-term local PMT intervention. Conversely, the static height suggests that longer intervention periods are needed to support improvements in linear growth. Parental education played an important role in enhancing understanding of balanced nutrition practices. This study highlights the importance of comprehensive nutritional interventions that go beyond food provision, integrating family education and environmental improvements to achieve sustainable and optimal outcomes.
Pengembangan Formula Enteral Blenderized Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) Berbahan Labu Kuning, Daging Ayam, Putih Telur Kharisma Diva Arrahmah Casta Dienningrum; Ida Rohmawati; Puput Fitria Erli Ningtyas; Alfi Mifthahul Nikmah; Putri Puspita Ulya; Farida Nur Isnaeni; Fitriana Mustikaningrum
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit sirosis hati berisiko tinggi menyebabkan malnutrisi pada pasien yang dapat meningkatkan kejadian komplikasi dan kematian. Makanan enteral blenderized dapat menjadi alternatif terapi diet penderita sirosis hati karena mudah dicerna dan kandungan gizinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan organoleptik pada formulasi enteral komersil dengan dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan komposisi daging ayam, putih telur, roti tawar, dan maltodextrin yang berbeda. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yang melibatkan penyusunan komposisi dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan masing-masing komposisi pada formula 1 dan formula 2 yaitu, putih telur (6:9), daging ayam (5:4), roti tawar (4:3), dan maltodextrin (5:6). Penilaian kandungan gizi dilakukan dengan secara empiris, uji viskositas diukur menggunakan viskometer, osmolalitas diukur menggunakan osmometer, daya alir diukur menggunakan NGT ukuran 12 fr, uji endapan dilakukan selama 6 jam, dan uji organoleptik dengan 15 panelis. Analisis data hasil organoleptik diuji menggunakan uji Kruskal Wallis lalu dilanjutkan uji Post Hoc. Hasil: Kandungan energi formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 553,6-567,8 kkal. Nilai osmolalitas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 494-543 mOSm/Kg. Nilai viskositas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 146,15-264,8 cp. Hasil uji daya alir formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 0,22-1,335 cc/detik. Tidak ada endapan di kedua formulasi enteral BUDALUR. Hasil uji organoleptik didapatkan formula enteral BUDALUR 1 lebih disukai dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 2. Simpulan: Formula enteral BUDALUR 2 lebih direkomendasikan karena kandungan BCAA lebih tinggi, hasil osmolalitas dan viskositas lebih rendah serta hasil uji daya alir lebih cepat dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 1.