Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Fisioterapi untuk Mengendalikan Emosi Remaja Euis Atikah; Yayuk Sri Rahayu; Marliana Rahma; Salsabila Fadilla; Anisah Fauziah
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 01 (2025): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i01.2779

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang cepat sehingga dapat meningkatkan kerentanan terhadap ketidakstabilan emosi, stres, kecemasan, dan perilaku maladaptif. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan edukasi berbasis pendekatan fisioterapi untuk mengendalikan emosi remaja di SMK Sehati Karawang. Kegiatan dilaksanakan pada 10-28 Maret 2025 pukul 10.00-11.30 WIB dan diikuti oleh 30 siswa tingkat SMA/SMK. Metode kegiatan menggunakan edukasi kesehatan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, diskusi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi deskriptif. Materi edukasi meliputi perkembangan emosi remaja, hubungan ketegangan fisik dengan luapan emosi, relaksasi otot progresif, pernapasan diafragma, peregangan ringan, pelabelan emosi, dan strategi menenangkan diri. Evaluasi dilakukan melalui observasi, tanya jawab, refleksi peserta, serta penilaian kemampuan mempraktikkan teknik yang diajarkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias, aktif bertanya, dan mampu mempraktikkan teknik relaksasi serta pernapasan sederhana setelah diberikan panduan langsung. Peserta menyatakan merasa lebih tenang, nyaman, lebih percaya diri dalam mengungkapkan perasaan, dan lebih mampu menahan diri sebelum merespons tekanan. Kegiatan juga meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai pentingnya komunikasi suportif bagi kestabilan emosi remaja. Program ini menunjukkan bahwa edukasi fisioterapi sederhana dapat menjadi pendekatan berbasis sekolah yang praktis, aman, murah, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan literasi emosi serta keterampilan regulasi diri remaja. Program lanjutan disarankan menggunakan instrumen pre-test dan post-test terstruktur agar perubahan pengetahuan dan regulasi emosi dapat diukur secara kuantitatif.
Penyuluhan Menggunakan Video Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Mengenai Konsumsi Fe Pada Remaja Putri Anemia Dewi Rubi Fitriani; Ade Krisna Ginting; Yayuk Sri Rahayu; Rina Dwi Anggraeni; Sarini Sarini; Desty Lismayanti; Anisah Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26868

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu penyebab utama anemia adalah rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (Fe), yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan mengenai manfaat, cara konsumsi, serta dampak anemia terhadap kesehatan. Penyuluhan kesehatan menggunakan media video edukasi merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe melalui penyuluhan menggunakan video edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada remaja putri di SMK Sehati dengan jumlah peserta sebanyak 60 responden. Metode yang digunakan berupa penyuluhan menggunakan video edukasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan menggunakan video edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 45 responden (75%) memiliki pengetahuan baik dan 15 responden (25%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi responden yang pengetahuan baik meningkat 91,7%, sedangkan responden yang pengetahuan kurang 8,3%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan menggunakan video edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Media video edukasi dapat dijadikan alternatif yang efektif dalam kegiatan promosi kesehatan di sekolah maupun di masyarakat. Diharapkan tenaga kesehatan dan pihak sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan video edukasi dalam program edukasi kesehatan remaja serta melakukan penyuluhan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan mencegah anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Remaja, Anemia, Pengetahuan, Konsumsi Tablet Fe.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem in Indonesia. One of the primary contributing factors is low adherence to iron (Fe) tablet consumption, which is influenced by inadequate knowledge regarding its benefits, proper consumption methods, and the health consequences of anemia. Health education using educational videos has emerged as an effective strategy to improve knowledge by delivering information in an engaging, easy-to-understand, and interactive manner. This community service program aimed to enhance adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption through health education using educational videos. This community service activity was conducted among adolescent girls at SMK Sehati, involving a total of 60 participants. The intervention consisted of health education using educational videos, followed by interactive discussions and question-and-answer sessions. Participants' knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires administered before and after the intervention. Results: The findings demonstrated a significant improvement in participants' knowledge following the educational intervention. Before the intervention, 45 participants (75%) had good knowledge, while 15 participants (25%) had poor knowledge. After the intervention, the proportion of participants with good knowledge increased to 91.7%, whereas those with poor knowledge decreased to 8.3%. Statistical analysis revealed a **p-value of 0.000 (p 0.05)**, indicating a statistically significant improvement in participants' knowledge after the educational intervention. Health education using educational videos was proven to be effective in improving adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption as an effort to prevent anemia. Educational videos can serve as an effective alternative medium for health promotion programs in both school and community settings. Healthcare professionals and schools are encouraged to optimize the use of educational videos in adolescent health education programs and to implement continuous health education activities to improve adherence to iron (Fe) tablet consumption and reduce the prevalence of anemia among adolescent girls. Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Educational Video, Health Education, Iron (Fe) Tablets, Knowledge.