Pada abad ke-21, penguatan kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan utama yang wajib dimiliki siswa, khususnya dalam pembelajaran Biologi yang memuat konsep-konsep abstrak, kompleks, dan sangat berkaitan dengan berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah melalui penerapan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada ranah kognitif dalam proses pembelajaran. Soal HOTS tidak hanya menuntut siswa untuk mengingat serta memahami konsep, pembelajaran juga diarahkan agar siswa mampu melakukan analisis, evaluasi, serta merancang solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi. Berkaitan pada hal tersebut, kajian mengenai tingkat ketercapaian soal HOTS dalam pembelajaran Biologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi penting untuk dilakukan, khususnya dalam melihat sejauh mana soal-soal yang digunakan mampu mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Dalam penelitian ini diterapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik analisis isi guna menelaah soal-soal evaluasi Biologi pada jenjang SMA. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan soal-soal evaluasi, Data penelitian berupa 60 butir soal Biologi yang berasal dari soal Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS) kelas X SMA. yang relevan untuk kemudian dianalisis setiap butir soal dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan Taksonomi Bloom revisi yang terdiri dari level C1 sampai C6 untuk melihat tingkat kemampuan berpikir yang diukur, baik pada kategori berpikir tingkat rendah (LOTS) maupun berpikir tingkat tinggi (HOTS). Hasil analisis mengungkapkan bahwa sebagian besar butir soal masih berada dalam tingkat LOTS, yaitu mulai dari C1 hingga C3, yang lebih menekankan pada kemampuan mengingat, memahami, dan menerapkan konsep. Sementara itu, soal yang termasuk dalam kategori HOTS, yaitu C4 sampai C6, jumlahnya masih lebih sedikit. Kondisi ini memaparkan kemampuan berpikir kritis siswa belum sepenuhnya dilatih melalui instrumen evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Biologi.